KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – 27 Juli 2026 – UEM Edgenta Berhad (“UEM Edgenta” atau “Perseroan”), perusahaan terkemuka di bidang Manajemen Aset dan Solusi Infrastruktur yang ditunjuk sebagai Konsultan Manajemen Proyek (Project Management Consultant/PMC), terus mendorong pembangunan infrastruktur di Sarawak. Setelah berhasil menyelesaikan proyek Jalan Raya Pan Borneo Sarawak, Perseroan semakin memperkuat kapabilitas manajemen proyeknya melalui proyek monumental Sarawak Coastal Road dan Second Trunk Road (CSTR). Salah satu pusat perhatian dari proyek infrastruktur raksasa senilai RM11 miliar ini adalah Jembatan Batang Lupar 1, yang resmi diluncurkan oleh Premier Sarawak pada 9 Juli. Sebagai jembatan penyeberangan sungai terpanjang di Malaysia, struktur ini bukan sekadar pencapaian luar biasa dalam konstruksi beton dan baja, tetapi juga menjadi jalur transportasi strategis yang dirancang untuk menghubungkan jaringan jalan pesisir di seluruh Sarawak.

Di balik rampungnya jembatan yang menghubungkan Sebuyau dan Triso, terdapat kisah tentang ketekunan dan dedikasi teknik yang memungkinkan proyek ini terwujud. Dipimpin oleh Jabatan Kerja Raya Sarawak (JKR Sarawak) sebagai penanggung jawab utama proyek, pembangunan struktur raksasa di atas salah satu sungai paling menantang di negara bagian tersebut memerlukan tata kelola teknis yang luar biasa. Dalam kemitraan erat dengan JKR Sarawak, UEM Edgenta memberikan layanan manajemen proyek dan pengawasan teknis yang krusial guna memastikan visi ambisius ini dapat diwujudkan secara aman dan efisien.

Membentang sepanjang 4,844 kilometer melintasi muara Batang Lupar, jembatan kabel pancang (cable-stayed bridge) ini melintasi hambatan geografis besar yang selama ini memisahkan masyarakat pesisir. Jembatan tersebut merupakan bagian dari jaringan CSTR yang mencakup 14 jembatan utama, termasuk lima jembatan cable-stayed yang menjadi ikon pembangunan infrastruktur Sarawak. Membangun struktur sebesar ini membutuhkan pemasangan pondasi tiang pancang yang sangat dalam pada dasar sungai dengan kondisi tanah yang kompleks, serta pengelolaan ratusan ribu ton material konstruksi. Sebagai PMC, UEM Edgenta memikul tanggung jawab besar dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut, mulai dari mengoordinasikan banyak kontraktor, memastikan kepatuhan terhadap standar mutu dan keselamatan internasional, hingga menjaga agar proyek yang berlangsung selama bertahun-tahun tetap berjalan sesuai jadwal meskipun menghadapi kondisi lingkungan yang tidak menentu.

Direktur Pelaksana sekaligus Chief Executive Officer UEM Edgenta, Shaiful Subhan, menjelaskan besarnya tantangan teknis proyek tersebut. “Menghubungkan wilayah yang dipisahkan oleh hambatan geografis yang sangat besar memerlukan kemampuan teknis yang luar biasa. Di UEM Edgenta, solusi infrastruktur kami dirancang untuk menangani tingkat kompleksitas seperti ini, sehingga integritas struktur dan pengelolaan proyek Jembatan Batang Lupar 1 dapat memenuhi standar keselamatan dan kualitas internasional tertinggi.”

Untuk mewujudkan hal tersebut, UEM Edgenta mengedepankan teknologi manajemen proyek mutakhir. Proyek sebesar ini membutuhkan lebih dari sekadar pengawasan konvensional; proyek ini memerlukan presisi digital tingkat tinggi agar seluruh spesifikasi teknis dapat dipenuhi. Dengan memanfaatkan analisis konstruksi secara real-time yang dipadukan dengan pelaporan lokasi berbasis drone, UEM Edgenta bersama seluruh tim proyek mampu memantau secara menyeluruh bentang jembatan yang hampir mencapai lima kilometer guna melaksanakan pengendalian mutu yang sangat ketat. Tata kelola berbasis teknologi ini memastikan setiap komponen diproduksi dan dipasang sesuai spesifikasi yang ditetapkan bahkan sebelum ditempatkan di atas perairan.

Yang tidak kalah penting, peran Perseroan di lapangan tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek. Dengan melibatkan para insinyur dan kontraktor lokal Sarawak dalam penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan metodologi berbasis drone, proyek ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung untuk transfer pengetahuan yang bersifat spesialis. Langkah ini meningkatkan kapasitas sumber daya lokal Sarawak dalam mengelola proyek-proyek infrastruktur maritim berskala besar di masa mendatang.

Tantangan dalam proyek Batang Lupar tidak hanya berasal dari kondisi geografis maupun struktur bangunan, tetapi juga dari lingkungan alam yang sangat berat. Sungai Batang Lupar dikenal memiliki karakter yang dinamis dengan fenomena gelombang pasang besar (tidal bore) serta arus yang deras. Selain itu, kawasan Batang Lupar merupakan habitat alami salah satu populasi buaya muara terbesar di kawasan tersebut, yang juga dikenal dalam legenda lokal melalui kisah Bujang Senang. Bagi UEM Edgenta, menjaga keselamatan di lokasi proyek berarti menyusun kembali standar operasional yang berlaku. Tata kelola Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (Health, Safety and Environment/HSE) tidak hanya mencakup prosedur pengoperasian alat berat, tetapi juga penerapan standar keselamatan maritim yang ketat, pemantauan pasang surut air, serta peningkatan kesadaran terhadap kondisi ekologi setempat. Keberhasilan proyek mencatatkan jutaan jam kerja tanpa insiden besar di lingkungan sungai yang penuh tantangan menjadi bukti kuat atas budaya keselamatan yang diterapkan Perseroan.

Pada akhirnya, keberhasilan rekayasa teknik yang diterapkan dalam pembangunan Jembatan Batang Lupar 1 tidak hanya diukur dari megahnya struktur yang berdiri, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang akan dirasakan oleh masyarakat yang dihubungkannya. Selama puluhan tahun, perjalanan antarwilayah pesisir yang dipisahkan sungai besar ini bergantung pada layanan feri, yang menjadi hambatan bagi aktivitas perdagangan serta memperlambat layanan darurat. Dengan berhasil mengawasi pembangunan jembatan tersebut, UEM Edgenta turut mendukung upaya Pemerintah Negara Bagian Sarawak dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Kehadiran jembatan ini diperkirakan akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, membuka peluang investasi baru di kawasan pesisir, memperkuat rantai pasok sektor pertanian, serta meningkatkan akses masyarakat pedesaan terhadap layanan kesehatan dan pusat pendidikan.

Momentum peresmian jembatan ini menjadi semakin bermakna karena berlangsung tidak lama setelah peringatan Hari Sarawak. Direktur Pelaksana Infrastructure Solutions UEM Edgenta, Raihana Ahmad, mengungkapkan makna yang lebih mendalam dari proyek tersebut. “Jembatan ini merupakan wujud nyata persatuan. Bagi kami di UEM Edgenta, mengawasi proyek ini adalah sebuah tanggung jawab bagi bangsa. Sejalan dengan semangat Hari Sarawak, kami sangat bangga karena pengawasan teknik yang kami lakukan telah membantu mengubah sebuah struktur beton menjadi jalur kehidupan yang akan menghadirkan kesejahteraan bersama bagi masyarakat pedesaan dan pesisir.”

Upaya tersebut baru-baru ini mendapat pengakuan melalui penghargaan IEM Pinnacle Award 2026 untuk kategori Engineering & Construction, yang diberikan oleh Institution of Engineers Malaysia (IEM) dalam acara 67th Annual Dinner & Awards Night. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran UEM Edgenta sebagai Konsultan Manajemen Proyek (PMC) yang bekerja sama dengan JKR Sarawak dalam mewujudkan proyek unggulan tersebut.

Kini, Jembatan Batang Lupar 1 tidak hanya berdiri sebagai jembatan penyeberangan sungai terpanjang di Malaysia, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan Sarawak serta kemandirian ekonomi negara bagian tersebut. Di balik kemegahan bentangnya, terdapat keahlian teknik, tata kelola proyek yang kuat, inovasi teknologi, dan standar keselamatan tanpa kompromi yang diterapkan UEM Edgenta dalam mewujudkan salah satu cita-cita pembangunan infrastruktur terbesar di Sarawak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai UEM Edgenta, kunjungi situs resmi perusahaan di www.uemedgenta.com.

Tentang UEM Edgenta

UEM Edgenta Berhad (“UEM Edgenta”), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh UEM Group Berhad, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Manajemen Aset dan Solusi Infrastruktur. Perusahaan ini menyediakan solusi terintegrasi secara menyeluruh (end-to-end) yang mencakup seluruh siklus hidup aset, dengan memadukan keunggulan rekayasa teknik dalam bidang perancangan, manajemen proyek, dan konsultansi aset, serta kapabilitas manajemen aset berbasis teknologi untuk mengoptimalkan kinerja, efisiensi, dan ketahanan aset.

Dengan operasi yang tersebar di Malaysia, Singapura, Indonesia, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Kerajaan Arab Saudi, UEM Edgenta mendukung pengelolaan aset-aset vital agar tetap andal dan berkelanjutan, termasuk fasilitas layanan kesehatan, jaringan transportasi, serta infrastruktur industri.