SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 1 September 2026 – Pemerintah Daerah Administratif Khusus Makau (MSAR) menggelar jamuan dan Seminar Promosi Ekonomi, Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Makau di Singapura pada 31 Agustus. Kegiatan tersebut bertujuan untuk secara konkret mendorong kerja sama antara Makau dan Singapura di berbagai sektor, baik resmi maupun nonpemerintah. Acara ini mempertemukan para pelaku usaha dalam lebih dari 130 sesi penjodohan bisnis (business matching) dan menghasilkan penandatanganan lebih dari 80 kesepakatan, yang mencakup sejumlah bidang utama seperti teknologi tinggi, pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) dan kesehatan holistik, penyelenggaraan konvensi dan pameran (MICE), pariwisata, keuangan modern, serta kolaborasi antara industri, akademisi, dan lembaga penelitian.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 350 tamu terkemuka, termasuk Sam Hou Fai, Kepala Eksekutif MSAR; Gan Siow Huang, Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura; perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Singapura; anggota delegasi Pemerintah MSAR; delegasi dari Makau-Hengqin dan Tiongkok Daratan yang bergerak di bidang ekonomi, perdagangan, dan pariwisata; serta perwakilan dari sektor politik, bisnis, budaya, pariwisata, dan asosiasi perdagangan Singapura.

Sam Hou Fai mengatakan bahwa pada Juni lalu, bertepatan dengan peringatan 35 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Singapura, Perdana Menteri Lawrence Wong melakukan kunjungan yang sukses ke Tiongkok. Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Wong bersama-sama menetapkan arah bagi perkembangan hubungan Tiongkok-Singapura yang stabil dan sehat dalam fase baru ini. Ia menyatakan bahwa kunjungan kali ini dengan memimpin delegasi ke Singapura merupakan tindakan konkret untuk melaksanakan kesepahaman penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara, sekaligus menjadi inisiatif penting bagi Makau untuk memanfaatkan keunggulan uniknya, memperdalam dan memperluas pertukaran serta kerja sama dengan Singapura, dan memberikan momentum baru bagi hubungan Tiongkok-Singapura.

Tahun ini menandai tahun pertama pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok. Untuk memastikan keselarasan dan koordinasi yang berjalan lancar, Pemerintah SAR Makau baru-baru ini mengumumkan “Rencana Pembangunan Lima Tahun Ketiga untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Daerah Administratif Khusus Makau (2026-2030)”. Fokus strategis utama dalam rencana tersebut adalah mendorong diversifikasi ekonomi secara kokoh, dengan empat proyek pembangunan utama dan dana yang diarahkan pemerintah sebagai instrumen pengungkit utama, sekaligus memperdalam integrasi Makau-Hengqin untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi Zona Kerja Sama Mendalam Guangdong-Makau di Hengqin. Selain itu, rencana tersebut bertujuan mempercepat pembaruan perkotaan guna membangun Makau yang indah dan cerdas, serta secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan berkualitas tinggi Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau (Greater Bay Area/GBA), sehingga menempatkan Makau sebagai jembatan penting bagi keterbukaan tingkat tinggi Tiongkok kepada dunia serta menjadi jendela penting untuk saling belajar dan pertukaran antara peradaban Tiongkok dan Barat. Pada saat yang sama, Makau akan secara aktif membangun sistem pelayanan publik yang nyaman dan sangat efisien, serta menciptakan lingkungan bisnis kelas dunia yang berorientasi pasar, berdasarkan supremasi hukum, dan berstandar internasional. Langkah ini ditujukan untuk memastikan perlindungan atas hak dan kepentingan sah seluruh pelaku pasar dan investor, sekaligus menawarkan iklim investasi yang lebih menarik dan dapat diandalkan bagi investor asing.

Gan Siow Huang mengatakan bahwa Makau dan Singapura telah lama memiliki hubungan yang erat dan bersahabat, dengan kerja sama yang membuahkan hasil di berbagai bidang seperti ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, serta pertukaran budaya. Ke depan, kedua pihak dapat memanfaatkan keunggulan yang saling melengkapi untuk semakin memperdalam kerja sama di bidang pariwisata dan pembangunan perkotaan, serta bersama-sama memanfaatkan peluang baru bagi pembangunan regional dan pertumbuhan ekonomi.

Baik Singapura maupun Makau telah membangun industri pariwisata dan merek destinasi yang dikenal secara internasional, sehingga kedua wilayah dapat saling memanfaatkan pengalaman dalam menciptakan pengalaman wisata premium, mengembangkan produk pariwisata terpadu, serta membangun kota yang dinamis dan memiliki tingkat kelayakan huni yang tinggi. Singapura berharap dapat berbagi pengalaman praktis dalam pengembangan industri pariwisata dengan Makau dan mendorong terbentuknya kemitraan yang produktif antara sektor bisnis kedua wilayah. Selain itu, seiring perusahaan-perusahaan di kedua wilayah tetap memprioritaskan pasar domestik sekaligus semakin mengarahkan perhatian pada peluang di pasar luar negeri yang lebih luas, Singapura dan Makau dapat menjadi mitra yang saling tepercaya untuk menjembatani pasar Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau (GBA) dan Asia Tenggara, serta membantu perusahaan dari kedua pihak memanfaatkan peluang baru dan membangun jaringan lintas kawasan yang kuat. Pada saat yang sama, dengan menggabungkan kekuatan perusahaan masing-masing, kedua pihak dapat membuka sumber-sumber pertumbuhan baru di sektor ekonomi utama seperti digitalisasi, inovasi, pembangunan berkelanjutan, dan layanan perawatan lansia.

https://www.ipim.gov.mo/zh-hant