• Fasilitas baru dan fasilitas yang diperluas mencakup Pharma Hub 2 milik DHL Supply Chain yang akan segera beroperasi, Singapore Coldchain Hub milik DHL Global Forwarding, serta ruang khusus untuk layanan kesehatan yang memenuhi standar GDP (Good Distribution Practice) di South Asia Hub milik DHL Express.
  • Investasi tersebut semakin memperkuat posisi Singapura sebagai pusat regional untuk rantai pasok produk layanan kesehatan yang sensitif terhadap suhu dan bernilai tinggi.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 4 September 2026 – Menyusul pembukaan Pharma Hub pada tahun lalu, DHL Group makin memperkuat kapabilitas Ilmu Hayati dan Kesehatan (Life Sciences and Healthcare/LSHC) di Singapura melalui serangkaian investasi. Langkah ini memperluas jaringan DHL Health Logistics serta meningkatkan kapasitas pengangkutan, penyimpanan, dan pendistribusian produk farmasi, perangkat medis, bahan uji klinis, serta produk kesehatan lainnya di kawasan Asia Pasifik. Investasi ini berfokus pada tiga pilar utama: infrastruktur, keahlian spesialis, dan kemitraan strategis. Secara bersama-sama, pilar-pilar tersebut membantu menjaga integritas produk di seluruh rantai pasok kesehatan.

Pasar logistik farmasi di Asia Pasifik diproyeksikan tumbuh dari USD 163 miliar pada tahun 2025 menjadi hampir USD 239 miliar pada tahun 2031. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan produk biologis, vaksin, dan produk sensitif suhu lainnya yang membutuhkan penyimpanan serta transportasi khusus. Seiring dengan makin kompleksnya rantai pasok kesehatan, produsen mencari mitra logistik yang mampu melindungi integritas produk dan memenuhi persyaratan regulasi yang ketat.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, DHL menghadirkan infrastruktur baru di seluruh unit bisnisnya, yaitu Express, Global Forwarding, dan Supply Chain, sembari terus mengembangkan keahlian di bidang kesehatan dan membangun hubungan yang lebih erat di seluruh ekosistem logistik yang lebih luas.

Investasi ini juga berlandaskan pada komitmen DHL Group yang lebih luas terhadap sektor LSHC serta ekspansi berkelanjutan dari DHL Health Logistics. Langkah ini mencakup alokasi dana sebesar €500 juta untuk Asia Pasifik sebagai bagian dari investasi global senilai €2 miliar di sektor tersebut yang diumumkan pada tahun 2025. Program ini mencakup infrastruktur dan teknologi di seluruh bidang penyimpanan, pemenuhan pesanan (order fulfilment), distribusi, transportasi global, dan pengiriman tahap akhir (last-mile delivery).

Infrastruktur: Singapore Coldchain Hub, Pharma Hub 2, dan Area Khusus Berstandar GDP di South Asia Hub

DHL Global Forwarding memperkuat peran Singapura dalam perdagangan kesehatan regional melalui DHL Singapore Coldchain Hub. Fasilitas logistik kesehatan khusus ini akan menjadi bagian dari Jaringan Angkutan Udara Logistik Kesehatan DHL yang lebih luas, yang menghubungkan pasar-pasar utama farmasi dan ilmu hayati di seluruh dunia. Dengan menggabungkan konektivitas udara global dan kapabilitas penanganan kesehatan khusus, jaringan ini membantu pelanggan memindahkan pengiriman farmasi dan ilmu hayati yang sensitif dengan keandalan, visibilitas, serta integritas suhu yang lebih tinggi di jalur perdagangan kesehatan yang krusial. Bersama dengan inisiatif koridor farmasi yang sedang dikembangkan bersama mitra ekosistem, investasi ini akan membantu menciptakan rantai pasok kesehatan yang lebih mulus, patuh pada regulasi, dan tangguh di seluruh Asia Pasifik serta jalur perdagangan kesehatan utama.

Berlokasi di dalam Zona Perdagangan Bebas 24/7 Changi Nexus One, fasilitas senilai S$22 juta (€15 juta) ini akan menyediakan infrastruktur terkontrol suhu seluas 3.047 meter persegi yang selaras dengan standar GDP (Good Distribution Practice). Fasilitas ini diperuntukkan bagi kargo kesehatan bernilai tinggi serta sensitif terhadap waktu dan suhu, termasuk obat-obatan, vaksin, dan produk biologis. Dilengkapi dengan lingkungan penanganan khusus berkoordinasi suhu 2°C hingga 8°C dan 15°C hingga 25°C, fasilitas ini dirancang untuk mendukung rantai dingin yang tak terputus dari pesawat ke fasilitas DHL hingga ke gudang pelanggan. Hal ini meminimalkan penyimpangan suhu dan mengurangi kebutuhan akan tindakan serta kemasan pengontrol suhu tambahan, sembari tetap menjaga integritas produk selama transit. Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun 2027.

“Dalam logistik kesehatan, presisi adalah hal yang tidak bisa ditawar. Penyimpangan suhu beberapa derajat saja dapat merusak integritas obat-obatan bernilai tinggi, produk biologis, dan produk kesehatan krusial lainnya. Itulah mengapa membangun rantai dingin ujung-ke-ujung yang tak terputus sangatlah esensial. Selain melindungi produk, langkah ini memberikan kepastian bagi perusahaan kesehatan bahwa terapi penyelamat jiwa dapat berpindah secara aman, patuh regulasi, dan andal di tengah rantai pasok global yang makin kompleks. Dengan menggabungkan infrastruktur khusus, konektivitas langsung ke sisi udara (airside), dan solusi penanganan terkontrol suhu, Singapore Coldchain Hub baru kami akan membantu meminimalkan paparan produk selama perjalanan pengiriman. Hal ini memberi jaminan yang lebih besar kepada pelanggan bahwa produk mereka akan sampai dalam kondisi yang tepat dan pada waktu yang akurat kepada para pasien yang membutuhkannya,” tambah Praveen Gregory, CEO DHL Global Forwarding Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

DHL Supply Chain melanjutkan kesuksesan Pharma Hub yang pertama kali diluncurkan di Singapura tahun lalu dengan membangun pharma hub kedua untuk semakin memperluas rekam jejak logistik kesahatannya di negara tersebut. Fasilitas baru senilai S$7 juta (€5 million) ini akan menyediakan kapasitas penyimpanan suhu sekitar terkontrol (controlled ambient) tambahan bagi pelanggan farmasi dan perangkat medis, guna mendukung layanan seperti pergudangan, distribusi, perakitan (kitting), dan operasi logistik kesehatan bernilai tambah.

Mencakup area seluas lebih dari 8.000 meter persegi, fasilitas ini dirancang sebagai fasilitas ambient terkontrol suhu 100 persen yang beroperasi pada suhu antara 15°C hingga 25°C dengan kontrol kelembapan di bawah 60 persen. Fasilitas ini akan menampung sekitar 7.680 posisi palet dan mengintegrasikan infrastruktur yang patuh GDP serta selaras dengan GMP (Good Manufacturing Practice), termasuk ruang pengemasan ulang (redressing) khusus untuk mendukung persyaratan logistik kesehatan yang spesifik. Dengan hadirnya kedua pharma hub tersebut, total rekam jejak logistik farmasi DHL Supply Chain di Singapura akan mencapai sekitar 16.000 meter persegi dan menampung sekitar 12.000 posisi palet. Fasilitas ini diperkirakan mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2027.

“Kapasitas saja bukanlah tujuan utama kami. Yang terpenting adalah apa yang dapat dilakukan pelanggan kami dengan kapasitas tersebut,” kata Eunis Hew, Managing Director DHL Supply Chain Singapura. “Pharma Hub 2 dibangun di atas fondasi kuat yang telah kami tetapkan melalui Pharma Hub pertama, memberikan ruang tambahan bagi pelanggan kami untuk berkembang sembari mempertahankan standar kualitas dan kepatuhan yang dibutuhkan produk mereka. Seiring dengan rantai pasok kesehatan yang makin canggih, keberadaan infrastruktur yang dibangun khusus menjadi kian penting.”

DHL Express telah memasang ruang penanganan dan penyimpanan yang patuh standar GDP seluas sekitar 20 meter persegi di South Asia Hub milik mereka di Bandara Changi. Ruang ambient terkontrol dengan rentang suhu 15°C hingga 25°C ini memungkinkan pengiriman farmasi yang sensitif terhadap suhu bergerak secara aman melalui salah satu pintu gerbang logistik udara terpenting di kawasan ini. Ini juga menjadi ruang logistik kesehatan berstandar GDP pertama di dalam fasilitas DHL Express secara global.

Proses yang sesuai dengan standar GDP membantu memastikan bahwa obat-obatan ditangani dalam kondisi yang tepat, tetap dapat ditelusuri, dan kualitasnya terjaga di seluruh tahapan distribusi.

“Dalam pengiriman produk kesehatan, setiap serah terima kargo sangatlah berarti,” kata Christopher Ong, Managing Director DHL Express Singapura. “Dengan memperluas kapabilitas penanganan dan penyimpanan yang patuh GDP di South Asia Hub, kami membantu pelanggan mengurangi risiko selama transit dan menjaga integritas produk sensitif suhu di sepanjang perjalanannya. Keandalan tersebut sangat krusial, terutama ketika pengiriman tersebut mendukung uji klinis, perawatan rumah sakit, dan layanan kesehatan pasien.”

Sumber Daya Manusia: Membangun Keahlian dalam Tim

Infrastruktur hanyalah satu bagian dari logistik kesehatan. DHL juga berinvestasi dalam keahlian logistik kesehatan khusus di seluruh operasinya untuk memastikan produk yang diatur ketat dan sensitif terhadap suhu ditangani secara konsisten di setiap tahapan perjalanan. Tim di seluruh unit Express, Global Forwarding, dan Supply Chain menerima pelatihan berkelanjutan di bidang-bidang seperti penanganan terkontrol suhu, persyaratan GDP, manajemen kualitas, dan kepatuhan regulasi, yang didukung oleh program Certified Life Sciences Specialist dari DHL. Program-program ini menjaga karyawan tetap mengikuti perkembangan standar industri yang terus berubah dan membekali mereka dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung rantai pasok kesehatan yang makin kompleks.

Perusahaan ini juga terus menambah jumlah spesialis logistik kesehatan, seperti apoteker, dengan menggabungkan keahlian operasional dan pengetahuan industri untuk mendukung persyaratan rantai pasok yang makin ketat.

Ekosistem dan Mitra: Membangun Rantai Pasok Kesehatan yang Lebih Kuat

DHL bekerja sama secara erat dengan maskapai penerbangan, mitra bandara, produsen kesehatan, dan penyedia logistik untuk memperkuat ekosistem logistik kesehatan secara lebih luas.

Salah satu contohnya adalah kemitraan terbaru DHL Express dengan Life Science Incubator (LSI), sebuah mitra ekosistem inovasi ilmu hayati. Melalui kolaborasi ini, DHL akan memberikan akses kapabilitas logistik khusus bagi perusahaan pemula (start-up), UKM, peneliti, dan inovator kesehatan di inkubator LSI, serta menyelenggarakan lokakarya dan program pelatihan yang mencakup perdagangan internasional, manajemen rantai pasok, dan persyaratan regulasi lintas negara. Dengan mendekatkan keahlian logistik ke pusat inovasi, DHL bertujuan membantu bisnis kesehatan yang sedang berkembang untuk melakukan peningkatan skala secara lebih efektif dan mengarungi rantai pasok global.

Bersama dengan Changi Airport Group (CAG), DHL Global Forwarding meningkatkan jalur perdagangan kesehatan di seluruh Asia Pasifik untuk mendukung pergerakan obat-obatan, vaksin, dan produk sensitif suhu lainnya secara aman dan andal melalui Singapura. Dengan menggabungkan konektivitas global yang luas dan akses sisi udara Bandara Changi dengan keahlian logistik kesehatan global DHL, kapabilitas rantai dingin khusus, serta jaringan Health Logistics yang terus berkembang, kolaborasi Singapore Coldchain Hub bertujuan memberikan konsistensi, visibilitas, dan rasa percaya diri yang lebih besar bagi pelanggan di seluruh rantai pasok mereka.

secara kolektif, seluruh investasi ini memosisikan Singapura sebagai pintu gerbang yang makin penting bagi rantai pasok ilmu hayati dan kesehatan di Asia Pasifik. Dengan memanfaatkan infrastruktur khusus, tim yang terampil, dan kemitraan industri yang kuat, DHL membantu pelanggan mengarungi kompleksitas rantai pasok yang terus berkembang sembari tetap menjaga integritas produk-produk kesehatan krusial.

DHL – Perusahaan Logistik untuk Dunia

DHL merupakan merek global terkemuka dalam industri logistik. Divisi-divisi DHL menawarkan portofolio layanan logistik yang tak tertandingi, mulai dari pengiriman paket domestik dan internasional, layanan pengiriman serta solusi e-commerce dan pemenuhan pesanan (fulfillment), layanan ekspres internasional, transportasi darat, udara, dan laut, hingga manajemen rantai pasok industri. Dengan sekitar 389.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 220 negara dan wilayah di seluruh dunia, DHL menghubungkan masyarakat dan pelaku bisnis secara aman dan andal, sekaligus memungkinkan terciptanya arus perdagangan global yang berkelanjutan. Dengan solusi khusus untuk pasar dan industri yang berkembang, termasuk teknologi, ilmu hayati dan layanan kesehatan, teknik, manufaktur dan energi, otomotif dan mobilitas, serta ritel, DHL secara tegas memosisikan dirinya sebagai “Perusahaan Logistik untuk Dunia”.

DHL merupakan bagian dari DHL Group. Pada 2025, DHL Group membukukan pendapatan sekitar 82,9 miliar euro. Melalui praktik bisnis yang berkelanjutan serta komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan, DHL Group memberikan kontribusi positif bagi dunia. DHL Group menargetkan tercapainya logistik dengan emisi nol bersih (net-zero emissions) pada 2050.