Mempertemukan Para Pemimpin dari Bidang Politik, Bisnis, dan Akademisi untuk Menciptakan Pembangunan Berkelanjutan

HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 31 Juli 2026 – Acara “Youth Sustainable Development International Summit Launch Ceremony” yang diselenggarakan oleh Mytheast Youth Club telah berlangsung pada 31 Juli 2026 di Hong Kong. Acara ini mempertemukan Konsul Jenderal dan perwakilan dari Zimbabwe serta Nigeria, sejumlah anggota Dewan Legislatif, Wakil Kepala Chief Executive’s Policy Unit, serta para pemimpin dan tokoh dari berbagai sektor, termasuk politik, pengembangan properti, penerbangan, perbankan, perdagangan dan bisnis, pariwisata, keuangan, inovasi dan teknologi, layanan kesehatan, hukum, serta pendidikan. Bersama-sama, mereka membahas bagaimana Hong Kong dapat menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Sustainable Development Goals/SDGs) secara efektif sekaligus menampilkan pencapaian generasi muda Hong Kong dalam bidang hubungan internasional.

Program PBB Membina Talenta Muda untuk Mendukung Pembangunan Nasional

Dalam pidato sambutannya, Lam Chi Wing, Wakil Hong Kong untuk Kongres Rakyat Nasional Tiongkok sekaligus Ketua Mytheast Youth Club, menegaskan bahwa Mytheast Youth Club telah lama berkomitmen terhadap pengembangan generasi muda. Dengan dukungan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Mytheast Youth Club telah menyelenggarakan berbagai program kepemudaan serta menjalin kemitraan dengan United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) dan GBAMUN untuk menjalankan United Nations Youth Development Programme (UNYDP). Program ini memberikan pelatihan mendalam kepada generasi muda di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa Eropa di Jenewa, membekali mereka dengan wawasan internasional dan keterampilan diplomasi.

Upacara peluncuran ini menjadi langkah lanjutan dari UNYDP, yang memungkinkan para peserta menerapkan pembelajaran mereka dari PBB menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan Hong Kong dan negara. Ia menegaskan kembali bahwa Mytheast Youth Club akan terus mendukung pengembangan generasi muda serta berkontribusi melalui kebijaksanaan dan solusi dari Tiongkok bagi pembangunan berkelanjutan global.

Perspektif Internasional I: Pengalaman Zimbabwe dalam Pembangunan Berkelanjutan

H.E. Ellias Mutamba, Konsul Jenderal Zimbabwe di Hong Kong, membagikan pengalaman berharga negaranya dalam bidang pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas. Ia menjelaskan bahwa Zimbabwe menghadapi berbagai tantangan, termasuk degradasi lahan, perubahan iklim, dan kekeringan yang berulang.

Melalui berbagai inisiatif seperti program pertanian cerdas iklim “Pfumvudza/Intwasa”, pengembangan tanaman tradisional yang tahan kekeringan, peningkatan pengelolaan air, serta sistem pertanian terpadu, Zimbabwe berhasil meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan bukanlah sebuah biaya, melainkan sebuah investasi karena mampu menciptakan lapangan kerja, menjamin ketahanan pangan, menarik investasi yang bertanggung jawab, serta melindungi ekosistem yang menjadi tempat bergantung seluruh masyarakat. Ia juga menyambut perusahaan-perusahaan Hong Kong untuk menjajaki kerja sama dengan Zimbabwe dalam bidang pertanian cerdas iklim, pengolahan pangan, energi terbarukan, dan ekowisata.

Perspektif Internasional II: Praktik Pembangunan Berkelanjutan Nigeria

Mrs. Millicent U. Onuoha, Konsul (Kepala Kanselari/Pendidikan) dari Konsulat Jenderal Nigeria di Hong Kong, menyampaikan pidato mewakili Konsul Jenderal dengan membagikan pengalaman praktis Nigeria dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Nigeria, dengan kekayaan sumber daya alam dan ekosistem yang beragam, telah lama menyadari pentingnya menyeimbangkan pembangunan dengan perlindungan lingkungan. Dalam bidang pertanian berkelanjutan, Nigeria telah berinvestasi pada praktik pertanian cerdas iklim, pengembangan tanaman tahan kekeringan, sistem irigasi yang efisien, serta inisiatif agroforestri yang tidak hanya menjamin pasokan pangan, tetapi juga memulihkan lahan yang rusak dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam sektor energi terbarukan, Nigeria telah menjalankan berbagai proyek ambisius untuk memperluas penggunaan energi surya dan angin, khususnya di wilayah yang masih kurang terlayani. Program “Solar Power Naija” bertujuan menyediakan listrik bersih bagi jutaan rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau bagi generasi muda.

Ia menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar cita-cita masa depan, melainkan jalur praktis menuju kemakmuran. Ia juga mendorong generasi muda Hong Kong untuk merangkul inovasi dan kolaborasi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

Peserta Muda Berbagi Pengalaman: Dari Pembelajaran PBB Menuju Aksi Lokal

Mac Mai, Direktur Akademik GBAMUN, mengenang pengalamannya mengikuti konferensi Model United Nations (MUN) pertamanya ketika berusia 12 tahun. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi yang mendorong dedikasinya sepanjang hidup terhadap pendidikan internasional bagi generasi muda.

Ia juga memperkenalkan UNYDP, sebuah inisiatif strategis yang diluncurkan bersama oleh GBAMUN dan UNITAR. UNYDP merupakan salah satu dari sedikit program pelatihan kepemudaan di dunia yang memberikan akses langsung kepada generasi muda terhadap sumber daya utama Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ia mengatakan, “Jika kunjungan ke institusi global membuka pintu menuju dunia multilateralisme, pelatihan dari para ahli kami memberikan kunci bagi generasi muda untuk melangkah masuk dengan penuh percaya diri.” Ia menambahkan bahwa melalui UNYDP, GBAMUN berharap dapat menerangi jalan bagi generasi muda untuk tampil di panggung internasional dan bekerja sama dengan mitra global demi membangun dunia yang lebih damai dan inklusif.

Sejumlah peserta UNYDP dari berbagai latar belakang profesional turut membagikan hasil pembelajaran dan rencana aksi mereka di masa depan dalam acara tersebut.

Delegasi Chu Wai Lun menjelaskan bagaimana ia menerapkan pelatihan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke dalam lingkungan Hong Kong True Light College, sebuah institusi yang telah lama berkomitmen terhadap pendidikan holistik berorientasi masa depan, memperluas wawasan global siswa, dan menanamkan tanggung jawab sosial.

Sebagai Kepala Departemen Biologi di sekolah tersebut, ia memimpin berbagai inisiatif yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman, konservasi spesies langka Tiongkok, serta program sains berbasis masyarakat. Langkah ini menerjemahkan tantangan konservasi global yang abstrak menjadi tindakan nyata yang memperkaya pendidikan sains tradisional.

“Pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan,” tegasnya. “Pendidikan adalah tentang menumbuhkan empati, pemikiran berbasis bukti, serta kemampuan untuk mengubah dunia.” Dengan menghubungkan visi global yang besar dengan tindakan sehari-hari siswa, ia berharap dapat membekali generasi berikutnya dengan kesadaran dan kemampuan untuk menjaga planet ini.

Ms. Pang Hing Man Mecissa telah lama bekerja di garis depan layanan kesehatan mental bagi generasi muda dan bertemu banyak anak muda yang mengalami perundungan tersembunyi maupun kekerasan seksual. Ia berharap masyarakat dapat membangun kesepahaman bersama sehingga orang dari berbagai lapisan kehidupan dapat menjadi pendamping yang peduli, membawa nilai-nilai inklusif PBB kembali ke Hong Kong, serta menerangi setiap sudut yang terlupakan dengan empati dan kebaikan.

Mr. Ng Siu Yuen membagikan pemahamannya mengenai keterkaitan erat antar-SDG. Ia menggunakan pengalaman dari permainan simulasi “Imacocollabo” di PBB serta pembelajaran mengenai gaya hidup rendah karbon dan pemilahan sampah di Jenewa untuk menyerukan perlunya peningkatan pendidikan publik dan konsensus sosial di Hong Kong guna mendorong pembangunan berkelanjutan.

Ms. Yau Ho Laam merangkum pengalaman UNYDP di Jenewa. Timnya memperkenalkan inisiatif “H.E.A.L.” yang merupakan singkatan dari Healing, Education, Arts, and Livelihood, sebuah program yang bertujuan mendukung perempuan pengungsi dan korban kekerasan dalam rumah tangga melalui kursus daring, terapi seni, dan kegiatan kerajinan.

Ms. Wan Man Yan dan Ms. Xiao Ting turut membagikan pandangan mereka mengenai konservasi hewan dan pengembangan generasi muda. Ms. Wan menyerukan agar pendidikan dapat mengubah nilai masyarakat terhadap kehidupan sejak dari sumbernya, dengan mendorong terciptanya masyarakat yang hidup berdampingan dengan hewan. Sementara itu, Ms. Xiao menekankan pentingnya pengembangan generasi muda serta pemberdayaan anak muda agar mampu memengaruhi teman sebaya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan partisipasi sosial.

Masa Depan: Membangun Jembatan untuk Kerja Sama Internasional

Upacara peluncuran ini menandai dimulainya secara resmi rangkaian forum pembangunan berkelanjutan bagi generasi muda. Forum-forum berikutnya akan mempertemukan perwakilan dari perusahaan, organisasi, serta kaum muda dari berbagai wilayah dan industri untuk berbagi upaya serta kontribusi mereka terhadap pembangunan berkelanjutan.

Acara ini menunjukkan jalur bagi generasi muda Hong Kong untuk berpartisipasi secara aktif dalam urusan internasional sebagai warga negara Tiongkok.

Mytheast Youth Club menegaskan kembali komitmennya untuk memperdalam pertukaran dan kolaborasi dengan UNITAR serta berbagai mitra lainnya guna mendorong pembangunan berkelanjutan global dan pemberdayaan generasi muda, sekaligus memastikan suara pemuda Hong Kong dapat terdengar di panggung internasional.