MUMBAI, INDIA – Media OutReach – Perdagangan India diperkirakan akan tumbuh pada kuartal ketiga 2019, meskipun pada tingkat yang lebih lambat dengan indeks perdagangan keseluruhan negara itu menurun 6 poin menjadi 53. India merupakan satu-satunya dari empat negara di Asia yang masih mencetak nilai indeks di atas 50. Demikian menurut DHL Global Trade Barometer (GTB) yaitu sebuah indikator awal perkembangan perdagangan global yang dikalkulasi dengan menggunakan Kecerdasan Buatan dan Big Data, dalam metodologi Global Trade Barometer, nilai indeks di atas 50 menunjukkan pertumbuhan positif, sementara nilai di bawah 50 menunjukkan pelemahan.

Dijelaskan Niki Frank, Direktur Pelaksana DHL Global Forwarding India, di saat volatilitas atau besaran perubahan harga yang menunjukan fluktuasi pasar dalam satu periode tertentu semakin tinggi dan berkepanjangan, ekonomi India tetap menunjukkan hal yang positif ketika tren perdagangan global mengalaman pelemahan.

“Sebagai negara dengan perkiraan perdagangan paling bullish dalam iterasi sebelumnya dari Global Trade Barometer, laju pertumbuhan perdagangan India yang bersejarah sejauh ini telah melampaui itu agak melawan sentimen kontraksi global. Namun demikian, penurunan tajam dalam pertumbuhan perdagangan negara itu menunjukkan bisnis tetap enggan mengekspos diri mereka sendiri terhadap volatilitas perdagangan global,” katanya.

Perdagangan laut yang kuat akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perdagangan India dengan nilai indeks 59, impor lautan dari Bahan Baku Dasar Industri diperkirakan akan tetap kuat, ditambah dengan ekspor lautan Bahan Baku Dasar, Bahan Kimia dan Produk serta produk-produk pengontrol Suhu dan Iklim (lebih detil Klik Disini). Di sisi lain, perdagangan udara tampaknya akan berkontraksi dengan indeks hanya 45, karena penurunan ekspor Barang-Barang Fashion Konsumen, pelemahan terus-menerus dalam impor Teknologi Tinggi dan Mesin, dan penurunan tajam dalam ekspor Produk bahan-bahan Kimia.

Sisi Negatif dari Perang Dagang

Untuk pertama kalinya dalam enam kuartal, hasil Barometer memprediksi sedikit penurunan dalam perdagangan global dalam tiga bulan mendatang, dengan keseluruhan prospek perdagangan dunia turun menjadi hanya 48 poin indeks. Perselisihan perdagangan yang berkelanjutan antara AS dan Cina telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penurunan tersebut, dengan kedua negara mengalami penurunan terbesar dalam prospek perdagangan mereka (-11 poin untuk AS, -7 poin untuk China) dari semua negara yang disurvei oleh Barometer.

Namun ada perkiraan terbaru yang disampaikan Tim Scharwath, CEO DHL Global Forwarding, Freight, Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Cina, prospek perdagangan internasional untuk kuartal ketiga 2019 agak pesimis yang disebabkan oleh faktor tersebut. Prediksi terbaru tersebut dengan jelas menggambarkan secara gamblang bahwa gesekan perdagangan tidak akan menciptakan pemenang.

“Akan tetapi di lain pihak, beberapa negara besar dengan ekonomi yang mapan seperti Jerman terus mencatat pertumbuhan perdagangan yang positif. Dan dari perspektif tahun ke tahun, pertumbuhan perdagangan dunia masih positif. Oleh karena itu, kami optimis pada prognosis awal bahwa 2019 akan menjadi tahun dengan pertumbuhan yang positif, meskipun pertumbuhan perdagangan lebih lambat dari sebelumnya,” tuturnya.

Ditambahkan Scharwath, GTB adalah alat yang berguna bagi DHL untuk mengantisipasi lebih awal perkembangan ekonomi. “Kami siap untuk mengatasi perkembangan yang diprediksi. Struktur divisi dan portofolio kami serta kegiatan DHL di seluruh dunia memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan efek ekonomi dan tetap tangguh terhadap dinamika perubahan perdagangan dunia,” demikian tutupnya.

Informasi lebih terperinci tentang Barometer Perdagangan Global (GTB) dari DLH silahkan kunjungi https://www.dpdhl.com/en/media-relations/specials/global-trade-barometer.html.