SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Agency for Integrated Care (AIC) telah memulai sebuah kampanye untuk menantang norma-norma dan persepsi masyarakat seputar penuaan. Berlangsung dari 9 Januari hingga 5 Februari 2024, kampanye “Break the Silver Ceiling” bertujuan untuk mematahkan stereotip dan menunjukkan kemampuan para manula dalam upaya untuk menantang cara pandang terhadap penuaan di Singapura. Seperti halnya langit-langit kaca yang membatasi orang-orang di tempat kerja, stereotip usia juga sering kali membatasi potensi seseorang dalam hidup.

Kampanye ini dimulai dengan video berjudul “Boomer is OK”, yang menampilkan trio Jack Neo, Bridget Jeet Pereira dan Adam Abdul Rashid, yang berusia 60-an tahun, bersama dengan Victor Chan dan Ngai Hin Kwok dari Team Strong Silvers, yang berusia 70-an tahun. Video yang akan ditayangkan di Facebook, Instagram dan YouTube ini bertujuan untuk merayakan vitalitas dan kekuatan para manula.

Terkait penuaan di Singapura, Adam Abdul Rashid, 66 tahun, yang merupakan pensiunan perwira polisi dan penjaga pantai, mengatakan, “Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa di usia saya sekarang ini, saya harus melambat dan lebih santai. Saya telah mengalami pemecatan dan keputusasaan, dicap ‘tua’ dan mereka yang meremehkan kemampuan saya untuk melanjutkan pengejaran dan mencapai tujuan saya. Namun, ada juga yang mengakui kemampuan saya yang melampaui usia, dan meminta bimbingan saya.”

Sutradara Jack Neo yang akan berusia 64 tahun pada bulan ini, juga memiliki pandangannya sendiri tentang usia. “Banyak orang percaya bahwa hanya anak muda yang akan cukup populer untuk sukses di industri hiburan. Tapi saya belum ‘tua’. Faktanya, saya baru saja meluncurkan platform live-streaming e-commerce yang berkolaborasi dengan Terence Cao. Ini adalah sesuatu yang sering dianggap hanya bisa dilakukan oleh anak muda, tapi saya pikir saya belajar dengan cepat dan menjadi cukup mahir dalam hal ini! Hal ini membuktikan bahwa langit adalah batasnya, bukan usia kita.”

Bridget Jeet Pereira, 63 tahun, ibu dari pelari cepat Singapura, Shanti Pereira, mengatakan, “Saya senang putri saya memenangkan medali dengan memecahkan rekor dan hambatannya sendiri dan saya berharap dapat melakukan hal yang sama dengan cara saya sendiri. Penting bagi saya untuk tetap aktif dan terus mengejar minat saya. Baru-baru ini, saya mengambil hobi baru yaitu bermain golf dengan suami saya! Inilah mengapa kampanye untuk mendobrak batas usia “perak” ini sangat berarti – ini merupakan pengingat bagi semua orang untuk mengubah pola pikir kita tentang apa yang dapat dilakukan oleh para lansia.”

Berjalan dalam Solidaritas

Sebagai pendukung kampanye ini, Jack Neo menyampaikan undangan kepada publik untuk bergabung dengan kelompok jalan kaki yang dipimpinnya, ?????? (“Pa Pa Zao” / PPZ / @papazaosg) pada tanggal 28 Januari 2024, sebagai upaya kolektif untuk memerangi ageism. Jalan santai yang akan menempuh jarak lima kilometer di Punggol yang indah di sepanjang tepi pantai ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan terhadap kampanye “Break the Silver Ceiling” dari AIC.

Kolaborasi dengan Mr Sabotage

AIC telah bekerja sama dengan perancang streetwear lokal ternama, Mark Ong (Mr Sabotage/@SBTG_Official), untuk mendesain dan memproduksi kaos lari yang dikenakan oleh para pelari estafet dalam video “Boomer is OK”. Melampaui batas generasi, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk menampilkan semangat muda para senior yang bersemangat, tetapi juga berupaya menjangkau audiens yang lebih luas, memupuk rasa persatuan dan inklusivitas.

TikTok Challenge: Bisakah Anda mengalahkan seorang senior?

Sebagai bagian dari jangkauan digital kampanye ini, AIC akan meluncurkan #BreakTheSilverCeiling Challenge pada tanggal 15 Januari 2023. Tantangan ini akan dimulai dengan serangkaian klip video media sosial di laman TikTok (@aicsingapore), yang menunjukkan kehebatan para manula dalam menyelesaikan berbagai aktivitas mulai dari papan tepuk bahu hingga menghitung mundur dalam pecahan tiga dalam waktu tiga puluh detik. Penonton akan ditantang untuk memecahkan rekor yang dibuat oleh para manula ini dengan menggunakan filter TikTok yang dirancang khusus, yang menekankan bahwa usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk melakukan sesuatu, baik secara fisik maupun mental.

“Sudah saatnya bagi kita untuk menjauh dari label yang membatasi kita sebagai orang yang ‘terlalu tua’ untuk melakukan sesuatu. Melalui kampanye ini, kami ingin menantang anggapan tersebut dan menunjukkan bahwa penuaan tidak mengurangi kemampuan seseorang. Kampanye ini merupakan ajakan bagi semua orang untuk membebaskan diri dari stereotip dan merangkul perspektif yang lebih inklusif tentang penuaan,” tutur Tan Kwang Cheak, Chief Executive Officer AIC, dalam rilisnya, Selasa (9/1/2024).

Ketahui lebih rinci tentang kampanye “Break the Silver Ceiling” di tautan https://www.breakthesilverceiling.com, dan dapatkan informasi terbaru dengan mengikuti laman media sosial AIC di Facebook (@aicsingapore), TikTok (@aicsingapore), atau Instagram (@aic_singapore) dengan tagar kampanye #BreakTheSilverCeiling.

Keterangan Foto: Kampanye Break the Silver Ceiling dari AIC – Lari “Boomer is OK” (Kredit foto: Agency for Integrated Care)

https://www.aic.sg
https://www.facebook.com/AICSingapore/
https://www.instagram.com/aic_singapore/?hl=en
https://www.tiktok.com/@aicsingapore?lang=en