Para siswa tersebut sangat antusias menerima balasan pribadi dari Presiden Xi Jinping setelah mereka menceritakan melalui sebuah surat tentang arti pengalaman mereka selama sepekan berada di China. Hal ini semakin meneguhkan keyakinan Ng Teng Fong Charitable Foundation akan kekuatan pertukaran antargenerasi muda dalam membangun hubungan antarmasyarakat yang langgeng antara kedua negara.

HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 23 September 2026 – Di saat para pemimpin Amerika Serikat dan Tiongkok bersiap untuk bertemu di Washington D.C. minggu ini, hampir 100 mahasiswa Amerika dari 10 universitas menyampaikan pesan penting mereka sendiri. Melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Xi Jinping di akhir program pertukaran selama seminggu di Tiongkok, para mahasiswa tersebut berbagi cerita tentang bagaimana pengalaman itu telah membentuk pemahaman mereka tentang kedua negara — serta mengungkapkan harapan mereka untuk menjadi “duta persahabatan di seluruh Pasifik” dengan membawa pulang kisah-kisah, persahabatan baru, dan wawasan yang mereka dapatkan. Pada tanggal 21 September, Presiden Xi membalas secara pribadi, mendorong para pemuda dari kedua negara untuk terus meneruskan persahabatan dan bekerja sama demi masa depan bersama yang lebih baik.

Para mahasiswa tersebut merupakan peserta dalam Future Makers 2026 China-U.S. Youth Tour for a Shared Asia-Pacific Future, yang diselenggarakan oleh Ng Teng Fong Charitable Foundation dan Beijing NGO Network for International Exchanges. Dari tanggal 1 hingga 7 September, program ini mempertemukan 170 pemuda dari Tiongkok dan Amerika Serikat selama tujuh hari eksplorasi budaya, dialog langsung, dan kunjungan teknologi di Jinan, Qufu, dan Beijing. Institusi yang berpartisipasi meliputi American University, Central Michigan University, Columbia University, Harvard University, Kentucky State University, Saint Peter’s University, University of California Davis, University of California Riverside, University of Chicago, dan University of Washington.

Keterangan Foto:Pemuda Amerika mendapatkan pengalaman langsung mengenai robotika, manufaktur cerdas, dan teknologi berkembang selama kunjungan

Jackson Kreisner, seorang mahasiswa dari American University, mengatakan: “Saya dapat mengatakan, berdasarkan pengalaman langsung, bahwa pemuda Amerika dan Tiongkok jauh lebih banyak memiliki kesamaan daripada perbedaan – kami mendengarkan musik yang sama, memakan makanan yang sama, merasakan emosi yang sama, dan memiliki impian yang sama.”

Ainsley Reigler, seorang mahasiswa dari Central Michigan University, mengatakan: “Bisa duduk berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai universitas dan latar belakang yang berbeda untuk mendiskusikan perspektif kami mengenai masa depan hubungan AS-Tiongkok, kerja sama global, serta peran yang dapat dimainkan oleh generasi kami dalam membangun jembatan persahabatan adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah bisa saya dapatkan di dalam ruang kelas.”

Sebelum perjalanan ini, banyak peserta mengaku bahwa mereka mengenal Tiongkok utamanya hanya melalui berita utama dan media sosial. Namun, apa yang mereka temukan adalah — dalam kata-kata mereka sendiri — “Tiongkok yang sebenarnya” — anak-anak muda yang tertawa pada lelucon yang sama, menanggung tekanan yang sama, dan memimpikan hal yang sama. Di Qufu, tempat kelahiran Konghucu, para mahasiswa Amerika dan Tiongkok menjelajahi bersama bagaimana konsep Konfusianisme tentang “keharmonisan dalam keberagaman” tetap relevan dalam pertukaran lintas budaya saat ini. Di Tsinghua University di Beijing, para peserta bertukar pandangan tentang tanggung jawab pemuda, inovasi teknologi, dan kerja sama Asia-Pasifik, membangun pemahaman bersama melalui percakapan yang terbuka dan jujur. Program ini juga memberikan pandangan jarak dekat bagi para peserta mengenai kemajuan Tiongkok dalam bidang teknologi dan inovasi. Kunjungan ke Beijing E-Town Robot World, Area Demonstrasi Mengemudi Otonom Tingkat Tinggi Beijing, dan Pabrik Mobil Xiaomi memberikan wawasan langsung tentang robotika humanoid, teknologi mengemudi otonom, serta manufaktur canggih.

Keterangan Foto:Mahasiswa Amerika dan Tiongkok menanam pohon di Danau Yanqi, Beijing — lokasi yang sama tempat mantan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Xi Jinping pernah menanam pohon

Momen penting dari program ini adalah pembentukan “Hutan Masa Depan” (Forest for Tomorrow) di Danau Yanqi, Beijing, di mana para pemuda Amerika dan Tiongkok menanam pohon pinus kulit putih bersama-sama, yang melambangkan persahabatan abadi antara generasi muda dari kedua negara.

Ng Teng Fong Charitable Foundation mendanai penuh program ini untuk seluruh peserta Amerika, memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mengalami kehidupan di Tiongkok secara langsung. Bekerja sama dengan Beijing NGO Network for International Exchanges, inisiatif ini bertujuan untuk memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang merasakan pengalaman langsung di Tiongkok.

Bapak Daryl Ng, Direktur Ng Teng Fong Charitable Foundation dan Chairman Sino Group, mengatakan: “Selama program berlangsung, saya berkesempatan untuk bergabung dengan para peserta Amerika dalam kunjungan ke Kuil Surga dan menghabiskan waktu berbicara langsung dengan mereka. Saya sangat terkesan dengan rasa ingin tahu mereka terhadap budaya Tiongkok dan ketertarikan mereka pada pembangunan negara ini. Terinspirasi oleh pesan Presiden Xi, kami akan terus mendukung pertukaran dan dialog pemuda internasional, serta melakukan bagian kami untuk memupuk pemahaman yang lebih besar, persahabatan, dan hubungan antar-masyarakat melintasi batas negara. Kami juga akan memanfaatkan peran unik Hong Kong sebagai ‘penghubung super’ (super-connector) untuk semakin memperkuat pertukaran antara Tiongkok dan seluruh dunia.”

Keterangan Foto: Para peserta Future Makers 2026 China-US Youth Tour for a Shared Asia-Pacific Future mengunjungi Kuil Surga, salah satu landmark paling ikonik di Beijing

Tentang Ng Teng Fong Charitable Foundation

Ng Teng Fong Charitable Foundation didirikan pada 2010 untuk mengenang mendiang pendiri Sino Group dan Far East Organisation di Singapura, Mr. Ng Teng Fong. Yayasan ini berfokus pada dukungan terhadap bidang pendidikan, layanan kesehatan, seni dan budaya, pelestarian warisan budaya, bantuan darurat, serta layanan masyarakat bagi komunitas yang memiliki keterbatasan sumber daya, dengan tujuan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejak didirikan, yayasan ini telah menyalurkan donasi lebih dari RMB2,4 miliar untuk berbagai kegiatan dan tujuan sosial di seluruh China (Hong Kong dan China Daratan), Singapura, serta berbagai negara lainnya.