· Berfokus pada AI tingkat produksi (production-grade AI), Foundry ini akan merekrut 50 profesional AI untuk menjalankan proyek enterprise nyata di sektor layanan keuangan dan precision health.
· Kemitraan yang diperluas dengan AI Singapore akan mendorong pengembangan prototipe bersama, model multibahasa, kerangka implementasi yang dapat digunakan kembali, serta penerapan di lingkungan enterprise.
SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 20 Mei 2026 – Temus hari ini meluncurkan AI Foundry yang didukung oleh Digital Industry Singapore (DISG) guna memperluas basis talenta AI di Singapura dan memperkuat implementasi AI tingkat produksi (production-grade AI) bagi perusahaan.
AI Foundry ini akan merekrut, mengembangkan, dan menempatkan 50 profesional AI berbasis di Singapura untuk membangun AI accelerators, kerangka tata kelola (governance frameworks), serta kapabilitas implementasi AI bagi perusahaan.
Laporan akhir Singapore’s Economic Strategy Review (ESR) yang diterbitkan pada 13 Mei 2026 menegaskan bahwa Singapura harus menjadi tempat di mana AI menghasilkan dampak bisnis dan sosial yang terukur. Dengan lebih dari 70 AI Centres of Excellence yang telah dibangun di berbagai sektor, AI Foundry milik Temus akan memperkuat fondasi tersebut dengan mengoperasionalkan AI pada tingkat produksi sesuai mandat tersebut — melalui talenta dan metode implementasi yang mampu mengubah ambisi AI menjadi proyek perusahaan yang nyata dan berjalan aktif.

Beberapa kasus penggunaan awal AI Foundry meliputi:
- Copilot AI agentic untuk perusahaan investasi terkemuka
- Asisten pengetahuan AI yang aman dan dihosting secara internal untuk institusi keuangan khusus
- Sistem manajemen prospek berbasis AI untuk penyedia telekomunikasi regional
- Solusi manajemen kerentanan multi-agent untuk perusahaan keamanan dan layanan terintegrasi terkemuka
Secara khusus, berbagai proyek tersebut menunjukkan bagaimana AI Foundry akan mendukung perusahaan di sektor precision health dan layanan keuangan, sejalan dengan National AI Impact Programme (NAIIP) milik Singapura.
“Peluang AI di Singapura kini memasuki fase baru: dari eksperimen menuju eksekusi,” ujar Sng Ren Yeong, Chief Executive Officer Temus. “Di berbagai industri, perusahaan sedang mengeksplorasi bagaimana AI dapat meningkatkan cara mereka bekerja. Dengan fondasi data, tata kelola, dan operasional yang lebih kuat, mereka dapat melangkah maju dengan keyakinan dan skala yang lebih besar. AI Foundry kami dirancang untuk mendukung fase transformasi berbasis AI berikutnya dengan membangun talenta berbasis Singapura, menyusun metode implementasi yang telah terbukti, dan memungkinkan perusahaan mengubah ambisi AI menjadi dampak bisnis yang berkelanjutan.”
Philbert Gomez, Senior Vice President, Executive Director and Head, Digital Industry Singapore, mengatakan: “Kami menyambut baik pendirian AI Foundry oleh Temus. Melalui kerja sama mereka dengan berbagai perusahaan lintas sektor, Foundry ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan utama yang memilih Singapura untuk melakukan transformasi inti berbasis AI. Investasi ini juga akan memberikan kesempatan bagi warga Singapura untuk memperoleh pengalaman melalui partisipasi dalam proyek transformasi di sektor seperti layanan keuangan dan precision health. Singapura memiliki proposisi kuat sebagai pusat AI global bagi penyedia teknologi dan layanan AI, dan kami berharap lebih banyak perusahaan menjalankan upaya seperti ini dari sini.”
Talenta sebagai Aset AI Nasional
Rekomendasi ESR juga mengidentifikasi literasi AI dan transformasi tenaga kerja sebagai kebutuhan lintas sektor, di mana adopsi AI di seluruh ekonomi harus dikaitkan dengan redesign pekerjaan dan peningkatan keterampilan, serta memastikan manfaat AI dibagikan secara adil. Foundry ini menerapkan prinsip tersebut secara nyata. Sebanyak 50 posisi baru — mencakup AI architects, data scientists, AI/ML engineers, product owners, serta full-stack, DevOps, dan UX engineers — akan ditempatkan langsung dalam proyek klien aktif untuk membangun kapabilitas implementasi tingkat produksi sekaligus memperluas basis talenta lokal Temus.
Langkah ini melanjutkan rekam jejak transformasi tenaga kerja Temus yang lebih luas melalui program Step IT Up, yang didukung oleh inisiatif TechSkills Accelerator (TeSA) milik IMDA. Program tersebut telah merekrut, menempatkan, dan melatih hampir 80 warga Singapura yang beralih karier ke bidang teknologi dengan tingkat penempatan kerja mencapai 100 persen.
Memperdalam Kemitraan dengan AI Singapore
Temus dan AI Singapore (AISG) telah berkomitmen memperdalam kemitraan yang dimulai sejak April 2023, ketika kedua organisasi menandatangani nota kesepahaman (MOU) perdana untuk mempercepat inovasi dan adopsi AI. Perjanjian pertama tersebut berfokus pada percepatan transformasi digital, mendorong adopsi AI, dan mengembangkan teknologi AI baru bagi perusahaan berbasis di Singapura, termasuk melalui program unggulan AISG, 100 Experiments (100E).
Kemitraan yang diperluas hari ini memperluas kolaborasi ke pengembangan prototipe bersama, kerangka implementasi yang dapat digunakan kembali, serta penerapan enterprise yang membawa kapabilitas AI nasional ke lingkungan operasional dunia nyata. Kemitraan ini juga akan mendukung kasus penggunaan AI multibahasa dan penerapan praktis model AI yang dikembangkan di Singapura dalam lingkungan perusahaan.
Leslie Teo, Senior Director, AI Products, AI Singapore, mengatakan: “Ambisi AI Singapura bergantung pada hubungan yang lebih erat antara riset, rekayasa, dan implementasi. Kemitraan kami dengan Temus ditujukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut — dengan menerjemahkan kapabilitas model dan produk yang dikembangkan secara lokal menjadi kasus penggunaan enterprise yang dapat diatur, dievaluasi, dan diterapkan secara nyata.”
Sutowo Wong, Managing Director, AI and Data, Temus, mengatakan: “Kami senang dapat memperdalam kemitraan dengan AI Singapore dan mengeksplorasi bagaimana kapabilitas AI yang dikembangkan secara nasional dapat diterapkan dalam lingkungan enterprise nyata. Model AI yang mumpuni hanyalah permulaan. Dalam lingkungan yang diatur ketat, Anda juga membutuhkan kedaulatan atas data proprietary, konteks spesifik industri, dan infrastruktur untuk berpindah dari prototipe menuju produksi. Itulah kesenjangan yang ingin kami tutup bersama.”
[1] Inisiatif TeSA diluncurkan pada tahun 2016 dan telah menempatkan lebih dari 24.300 tenaga kerja lokal ke berbagai bidang teknologi seperti Software and Applications, Cyber Security, Cloud Computing, AI and Analytics, serta 5G, sekaligus meningkatkan keterampilan teknologi lebih dari 440.000 individu. TeSA dipimpin bersama oleh IMDA, SkillsFuture Singapore (SSG), Workforce Singapore (WSG), dan National Trades Union Congress (NTUC).
Keterangan foto: (dari kiri ke kanan) Sng Ren Yeong, Chief Executive Officer Temus; Kiren Kumar, Deputy Chief Executive Officer, Development, Infocomm Media Development Authority; Philbert Gomez, Senior Vice President, Executive Director and Head, Digital Industry Singapore.
Tentang Temus
Temus membantu lembaga sektor publik dan perusahaan swasta mentransformasikan cara mereka bekerja serta melayani warga dan pelanggan melalui AI tingkat produksi (production-grade AI), cloud & application engineering, serta layanan konsultasi dan desain, sejalan dengan ambisi Smart Nation dan National AI milik Singapura. Cakupan pekerjaan Temus meliputi sektor kesehatan, pertahanan, layanan keuangan, pendidikan, dan pemerintahan.
Didirikan oleh Temasek pada tahun 2021, Temus saat ini memiliki sekitar 500 karyawan dan berbasis di Singapura dengan kehadiran regional yang terus berkembang.
Selengkapnya di https://temus.com/.
Recent Comments