SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 20 Mei 2026 – DigiFT, bursa aset digital teregulasi untuk aset kelas dunia nyata (real-world assets) berskala institusional, dan Franklin Templeton, pemimpin investasi global dengan aset kelolaan mencapai USD 1,74 triliun, hari ini mengumumkan kemitraan strategis jangka panjang untuk menyediakan Platform Teknologi Benji dan produk tokenisasi terkait kepada investor terakreditasi dan institusional melalui platform DigiFT. DigiFT memegang lisensi Layanan Pasar Modal dan Operator Pasar yang Diakui (Recognised Market Operator) dari Otoritas Moneter Singapura (MAS) — sebuah status regulasi yang secara khusus mengizinkan DigiFT untuk mendistribusikan sekuritas token teregulasi kepada investor institusional di Singapura.
Kolaborasi ini didasari oleh komitmen awal bersama terhadap tokenisasi institusional. Franklin Templeton meluncurkan reksa dana terdaftar pertama di AS yang menggunakan blockchain publik untuk memproses transaksi dan mencatat kepemilikan saham pada tahun 2021. DigiFT telah membangun salah satu platform paling komprehensif yang teregulasi di Asia untuk distribusi aset tokenisasi institusional — memegang lisensi di Singapura dan Hong Kong, termasuk lisensi Tipe 1 dan Tipe 4 dari Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong. Kemitraan ini menyatukan kedua rekam jejak tersebut: DigiFT akan bertindak sebagai distributor utama di Asia, dengan kedua organisasi berkomitmen untuk memperluas cakupan kerja sama mereka dari waktu ke waktu.
Kemitraan ini hadir pada momen yang menentukan. Pada tahun 2025, aset dunia nyata yang ditokenisasi dan didistribusikan di blockchain publik tumbuh dari sekitar USD 5,5 miliar menjadi USD 18,6 miliar, dengan sekuritas pemerintah AS yang ditokenisasi muncul sebagai kategori institusional terkemuka. Pertumbuhan ini menggarisbawahi inefisiensi struktural di pasar digital, di mana modal institusional sering kali disimpan dalam stablecoin yang tidak menghasilkan imbal hasil atau saldo di dalam bursa, sementara infrastruktur dana tradisional tetap terbatas oleh siklus penyelesaian yang telah ditentukan. Platform Teknologi Benji dan produk tokenisasi terkait dirancang untuk menjawab kesenjangan ini dengan mendukung tokenisasi strategi sekuritas pemerintah AS yang menghasilkan imbal hasil secara berkelanjutan, termasuk akrual intrahari, melalui mekanisme Intraday Yield yang sedang dalam proses paten (patent-pending) dari Franklin Templeton. Platform ini juga mendukung transferabilitas 24/7 antar dompet yang telah diizinkan (permissioned wallets) dan penyelesaian on-chain yang hampir instan, memungkinkan berbagai potensi penggunaan manajemen kas, pembayaran, dan penyelesaian untuk institusi, serta agunan di luar bursa (off-exchange collateral) yang dapat digunakan bagi partisipan pasar institusional.
Henry Zhang, Pendiri dan Group CEO DigiFT, mengatakan: “DigiFT dibangun dengan keyakinan spesifik: bahwa investor institusional berhak mendapatkan akses ke instrumen keuangan on-chain terbaik di dunia, melalui platform yang memenuhi standar regulasi yang mereka perlukan. Kemitraan dengan Franklin Templeton mencerminkan keyakinan tersebut dan menandai awal dari kolaborasi strategis jangka panjang untuk menghadirkan solusi tokenisasi ke pasar.”
Chetan Karkhanis, SVP Pengembangan Kemitraan Aset Digital di Franklin Templeton, mengatakan: “Mitra yang kami pilih mencerminkan komitmen jangka panjang kami, bukan hanya tujuan distribusi jangka pendek kami untuk membawa manfaat blockchain dan tokenisasi ke industri. Kepemimpinan dan keunggulan inovatif DigiFT, bersama dengan infrastruktur institusional yang telah mereka bangun, menyediakan fondasi yang kuat bagi kemitraan ini. Ini menandai awal dari kolaborasi yang kami harapkan akan terus berkembang dan abadi.”
Keterangan Foto: (Kiri) Henry Zhang, Pendiri dan Group CEO DigiFT dan (Kanan) Chetan Karkhanis, SVP Pengembangan Kemitraan Aset Digital di Franklin Templeton
https://www.digift.io/
https://www.linkedin.com/company/digifttech/
https://twitter.com/DigiFTTech
https://www.youtube.com/@DigiFTtech
Recent Comments