Platform yang Dipimpin Singapura Memimpin Kolaborasi Regional untuk Keberhasilan Implantasi Pertama Alat Bantu Jantung Buatan Terkecil dan Teringan di Dunia
SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 6 Agustus 2026 – Dokter asal Singapura, Dr. Wei Siang Yu, Pendiri HeartSpan.ai, memimpin kolaborasi lintas negara yang memungkinkan Indonesia berhasil melakukan implantasi pertama left ventricular assist device (LVAD) atau alat bantu pompa ventrikel kiri yang merupakan perangkat terkecil dan teringan di dunia. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya lebih luas platform layanan kesehatan yang dipimpin Singapura untuk membangun model regional yang membantu rumah sakit mengadopsi terapi gagal jantung tingkat lanjut dengan menggabungkan teknologi medis (MedTech), keahlian spesialis lintas negara, pelatihan klinis yang terstruktur, cloud berbagi pengetahuan medis, serta dukungan kecerdasan buatan (AI) agentik.
Model tersebut pertama kali diuji dalam praktik nyata di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta. HeartSpan.ai, divisi kesehatan jantung berumur panjang (heart longevity) dari Borderless Healthcare Group (BHG), menghubungkan RSCM dengan LVAD terkecil dan teringan di dunia, program pelatihan intensif di Fuwai Hospital di Beijing, serta dukungan langsung dari para spesialis Fuwai selama prosedur implantasi pertama.
Pada 1 Agustus 2026, tim kardiovaskular RSCM berhasil menyelesaikan implantasi perangkat tersebut untuk pertama kalinya di Indonesia, sekaligus menandai penggunaan pertama yang berhasil di kawasan Asia Tenggara. Penerima perangkat adalah seorang perempuan berusia 45 tahun yang menderita gagal jantung stadium lanjut dengan left ventricular ejection fraction (LVEF) sebesar 14%. Selain menjadi tonggak penting dalam dunia medis, program ini juga menguji apakah sebuah rumah sakit mampu membangun sistem multidisiplin yang dibutuhkan agar terapi tersebut dapat terus berlanjut setelah para spesialis tamu kembali ke negara asal mereka.
Pertanyaan mengenai kemampuan tersebut juga relevan bagi Singapura, di mana National Heart Centre memperkirakan gagal jantung menyerang sekitar 4–5% populasi, dibandingkan angka global yang berkisar 1–2%. HeartSpan.ai meyakini bahwa Singapura dapat memanfaatkan keunggulan para spesialisnya untuk membangun jaringan regional, sehingga teknologi, pelatihan, dan pengetahuan klinis dapat berpindah serta berkembang secara bersamaan. Inisiatif ini hadir seiring dimulainya implementasi Rencana RIE2030 senilai S$37 miliar, yang berfokus pada pengembangan teknologi biomedis (biomedtech) dan biomanufaktur, serta mendorong penerapan hasil riset dan inovasi menjadi solusi nyata di bidang kesehatan.
Dipimpin oleh pendirinya asal Singapura, Dr. Wei Siang Yu, HeartSpan.ai memposisikan pendekatan ini sebagai model baru inovasi layanan kesehatan lintas negara. Pendekatan tersebut menggabungkan implementasi langsung di lapangan dan pelatihan spesialis dengan cloud berbagi pengetahuan medis serta AI agentik, sehingga keahlian klinis dan model pelayanan dapat ditransfer, dipertahankan, dan direplikasi jauh melampaui satu prosedur medis. Program di Indonesia menjadi demonstrasi nyata pertama bagaimana model ini dapat diterapkan.
Seiring ekspansi HeartSpan.ai ke berbagai negara lain, perusahaan ini menargetkan Singapura menjadi pusat pengembangan sekaligus basis penyebaran teknologi kesehatan, model klinis, dan kekayaan intelektualnya ke seluruh kawasan. Langkah ini sejalan dengan implementasi RIE2030 senilai S$37 miliar yang menempatkan biomedtech dan biomanufaktur sebagai prioritas, serta menekankan penerapan hasil penelitian dan inovasi dalam praktik nyata. Ekspansi regional HeartSpan.ai menunjukkan bagaimana perusahaan layanan kesehatan berbasis Singapura dapat memperkuat posisi tersebut dengan membawa inovasi lokal dan model bisnis kesehatan baru ke pasar internasional.
“Apa yang kami bangun bukanlah model layanan medis tradisional. Kami menciptakan model layanan kesehatan berbasis kekayaan intelektual (IP-led healthcare model) yang menyatukan teknologi medis, protokol dan prosedur klinis, keahlian spesialis, pelatihan, AI agentik, serta cloud berbagi pengetahuan medis ke dalam satu platform yang dapat diskalakan. Dengan mengintegrasikan unsur layanan kesehatan secara daring dan luring, kekayaan intelektual dan kapabilitas tersebut dapat diterapkan di berbagai negara, bukan hanya terbatas pada satu rumah sakit atau wilayah tertentu. Indonesia menjadi bukti pertama bagaimana model ini dapat berjalan dalam praktik, dan ambisi kami adalah memperluasnya ke seluruh kawasan,” ujar Dr. Wei Siang Yu, Pendiri dan Chairman BHG sekaligus Pendiri HeartSpan.ai.
“Keberhasilan implantasi LVAD merupakan pencapaian penting, bukan hanya bagi RSCM tetapi juga bagi kemajuan layanan kesehatan di tingkat regional. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menyediakan terapi kardiovaskular tingkat lanjut yang memenuhi standar internasional melalui kolaborasi dengan mitra global, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan terkini. Yang terpenting, pencapaian ini memberikan harapan baru bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang sebelumnya memiliki pilihan pengobatan yang sangat terbatas,” ujar Dr. Supriyanto Dharmoredjo, Direktur Utama RSCM.
Pengenalan prosedur implantasi LVAD memperluas akses terhadap layanan kardiovaskular yang sangat terspesialisasi, mengurangi kebutuhan pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani pengobatan kompleks di luar negeri, sekaligus memperkuat kemampuan nasional Indonesia dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut.
“Keberhasilan terapi LVAD tidak hanya bergantung pada tindakan operasi. Terapi ini memerlukan seleksi pasien yang sangat ketat, koordinasi yang mulus antara ahli jantung, ahli bedah, dokter intensif, perawat, dan koordinator LVAD, serta tindak lanjut jangka panjang yang terstruktur. Melalui kolaborasi kami dengan HeartSpan.ai dan Fuwai Hospital, RSCM telah membangun model pelayanan multidisiplin, protokol klinis, dan kemampuan spesialis yang dibutuhkan untuk menciptakan program penanganan gagal jantung stadium lanjut yang berkelanjutan di Indonesia,” ujar Dr. Birry Karim, Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM.
“Perkembangan kondisi pasien kami sangat menggembirakan. Pasien telah berhasil lepas dari ventilator mekanis dan menjalani ekstubasi pada hari pertama setelah operasi. Kondisinya kini stabil dan proses rehabilitasi telah dimulai. Meskipun masa pascaoperasi masih merupakan periode yang kritis dan memerlukan pemantauan ketat, hasil klinis awal ini sangat menjanjikan. Keberhasilan implantasi ini menunjukkan apa yang dapat dicapai melalui perencanaan bedah yang matang dan kerja sama tim multidisiplin. Kami berharap dapat menghadirkan terapi penyelamat jiwa ini bagi lebih banyak pasien yang memenuhi syarat di Indonesia,” ujar Dr. M. Arza Putra, Ketua Tim Bedah Kardiovaskular dan Toraks RSCM.
Melanjutkan pencapaian ini, HeartSpan.ai membayangkan masa depan di mana kecerdasan buatan, pengobatan regeneratif, dan teknologi bantuan sirkulasi mekanis canggih terintegrasi dalam satu ekosistem untuk memperpanjang usia, mengoptimalkan masa hidup sehat (healthspan), serta mentransformasi penanganan gagal jantung stadium lanjut. Selain meningkatkan kualitas pelayanan pasien, inisiatif yang dipimpin HeartSpan.ai dan dijalankan secara lokal melalui Indonesia.md—anak perusahaan BHG yang berfokus di Indonesia sekaligus distributor eksklusif LVAD di Indonesia—bertujuan mempercepat alih teknologi medis mutakhir dari Tiongkok dan negara-negara lain ke Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pendidikan spesialis, transfer pengetahuan, kolaborasi penelitian, hingga pada akhirnya mendorong hadirnya industri manufaktur perangkat medis canggih di Indonesia.
Tentang HeartSpan.ai
HeartSpan.ai merupakan divisi heart longevity (kesehatan jantung untuk umur panjang) dari Borderless Healthcare Group (BHG). Platform ini adalah cloud heart longevity pertama di dunia yang dirancang untuk mendemokratisasi akses terhadap layanan, inovasi, dan konten dari para ahli terbaik di bidang kardiologi, bedah kardiotoraks, ilmuwan kardiovaskular, koordinator left ventricular assist device (LVAD), para inovator, serta tenaga kesehatan terkait lainnya. Tujuannya adalah mendukung program kesehatan jantung berumur panjang di rumah sakit, klinik, rumah, serta resor dan hotel. Informasi lebih lanjut tersedia di https://www.heartspan.ai/.

Tentang RSCM
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) merupakan rumah sakit utama di Indonesia sekaligus rumah sakit rujukan nasional milik pemerintah yang berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berlokasi di Jakarta Pusat. RSCM memiliki visi menjadi rumah sakit rujukan nasional terdepan yang unggul dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian sesuai dengan standar internasional.
Didirikan pada tahun 1919 dengan nama awal Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (Lembaga Medis Sipil Pusat), RSCM saat ini mengoperasikan 1.181 tempat tidur rawat inap. Rumah sakit ini berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, profesional, dan berkualitas internasional; menyelenggarakan pelayanan kesehatan semesta, baik berbasis institusi maupun masyarakat, melalui Academic Health System (AHS); melaksanakan pendidikan dan penelitian yang menghasilkan tenaga medis dan tenaga kesehatan unggul; mengembangkan konsep Smart Hospital; serta menerapkan tata kelola rumah sakit yang andal, transparan, dan akuntabel. Informasi lebih lanjut tersedia di www.rscm.co.id.
Tentang Indonesia.md
Indonesia.md merupakan anak perusahaan Borderless Healthcare Group yang berfokus pada Indonesia sekaligus distributor eksklusif LVAD terkecil dan teringan di dunia. Indonesia.md diposisikan sebagai cloud berbagi pengetahuan medis pertama di Indonesia, yang dirancang untuk mendorong transformasi layanan kesehatan menjadi ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) di rumah sakit, klinik, dan rumah, sekaligus mengembangkan layanan kesehatan sebagai bisnis berbasis pengalaman (experience-based business) di resor dan hotel. Informasi lebih lanjut tersedia di https://indonesia.md/.
Recent Comments