TAIPEI, TAIWAN – Media OutReach Newswire – 6 Agustus 2026 – Dari 31 Juli hingga 2 Agustus, Council of Indigenous Peoples (CIP) bekerja sama dengan Kantor Negara Bagian Hawaii di Taipei menyelenggarakan “Festival Budaya Formosa–Hawaii” selama tiga hari di New Taipei City Citizen Plaza. Masyarakat dari berbagai penjuru Taiwan diundang untuk menyelami dunia Austronesia melalui musik dan tarian, sekaligus merasakan secara langsung keindahan dan semangat budaya Austronesia.

Keterangan Foto: Ketua Council of Indigenous Peoples, Ljaucu Zingrur (Tseng Chih-Yung), menyampaikan sambutan pembukaan pada Aloha Taiwan Cultural Festival, seraya mengungkapkan harapan agar pertukaran budaya antara Taiwan dan Hawaiʻi semakin mempererat hubungan budaya Austronesia serta membantu melestarikan warisan budaya masyarakat adat yang tak ternilai harganya.

Dalam upacara pembukaan, Menteri CIP Ljaucu‧Zingrur mengatakan bahwa pengalaman budaya sering kali mampu menyentuh hati masyarakat secara mendalam, dan kebijakan yang tepat dapat mengubah perasaan tersebut menjadi institusi yang berkelanjutan. Seiring CIP memperingati hari jadinya yang ke-30 tahun ini, upacara pembukaan Festival Budaya Formosa–Hawaii juga menghadirkan penghormatan khusus bagi individu-individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam urusan masyarakat adat. Di antara para perintis dan mitra tersebut terdapat mereka yang memperjuangkan hak-hak masyarakatnya di tingkat internasional, mengabdikan hidup untuk menyelamatkan bahasa-bahasa masyarakat adat yang terancam punah, membawa Taiwan meraih pengakuan internasional melalui musik, tari, dan olahraga, serta mereka yang menjadi pelindung komunitasnya dengan memimpin evakuasi cepat seluruh warga sebuah desa di tengah amukan badai dan kemudian membangunnya kembali setelah bencana berlalu. Dalam memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang bekerja tanpa banyak dikenal tersebut, sang Menteri berharap penghargaan ini dapat diteruskan dari generasi ke generasi dan menginspirasi semakin banyak warga berbakat untuk turut memajukan urusan masyarakat adat. Ia juga menyampaikan bahwa perayaan budaya ini merupakan bukti kuat bahwa budaya masyarakat adat tidak hanya berkembang subur di tanah Taiwan sendiri, tetapi juga dengan penuh keyakinan dan keterbukaan merangkul dunia ketika tampil di panggung internasional.

Daya tarik terbesar festival ini adalah deretan pertunjukan musik dan tari internasional kelas dunia dari berbagai penjuru Pasifik, yang dipadukan dengan penampilan para bintang peraih Golden Melody Award. Semua itu hadir bersama pasar bertema Austronesia yang semarak, lezat, dan penuh keseruan, menciptakan pesta musim panas paling meriah tahun ini! Seluruh area festival dipenuhi nuansa romantis Aloha. Pengunjung dapat menikmati kopi Kona khas Hawaii dan hidangan lezat masyarakat adat di area pameran bertema Austronesia, mencoba menari Hula dan membuat lei, serta mengikuti undian berhadiah setiap hari untuk mendapatkan voucher pasar dalam jumlah terbatas. Keluarga dari segala usia dapat menghabiskan sore hingga malam dengan santai sambil menikmati musik secara langsung dan menjelajahi stan-stan pasar, sekaligus merasakan secara langsung pesona budaya dan gaya hidup khas yang dimiliki bersama oleh masyarakat adat Taiwan dan Hawaii.

Program selama tiga hari menghadirkan satu demi satu acara menarik. Pada siang hari, Kantor Negara Bagian Hawaii di Taipei menghadirkan Ke Kai O Kahiki, kelompok tari yang telah mendapat pengakuan internasional dan dikenal melalui pertunjukan hula yang kuat dan berkarakter maskulin, untuk memperkenalkan kekayaan budaya Hawaii. Selain itu, CIP mengundang kelompok musik dan tari dari Palau dan Tuvalu untuk berbagi ikatan mendalam yang menyatukan warisan budaya masyarakat Pasifik. Saat malam tiba, para bintang peraih Golden Melody Award tampil secara bergantian. Pada 31 Juli, “The Call of Mountains and Sea” membuka rangkaian pertunjukan dengan penampilan Usay Kawlu, Utjung Tjakivalid, dan Kasiwa. Pada 1 Agustus, “The Night of Island Sounds” menghadirkan Princess Ai dan Abao secara berturut-turut. Kemudian pada 2 Agustus, “Aloha Night” menutup festival dengan penampilan spektakuler Biung dan Abus sebagai pertunjukan pamungkas, yang mengalirkan jiwa samudra melalui hentakan dan irama musik elektronik paling kontemporer.

CIP dan Kantor Negara Bagian Hawaii di Taipei dengan hangat mengundang masyarakat di seluruh Taiwan untuk mengajak keluarga dan teman-teman datang ke New Taipei City Citizen Plaza pada akhir pekan ini. Pengunjung dapat menikmati musik secara langsung, menjelajahi pasar, dan merasakan secara langsung pesta musim panas yang kaya akan budaya dan sayang untuk dilewatkan ini.

Foto: Ketua Council of Indigenous Peoples, Ljaucu Zingrur (Tseng Chih-Yung), menyampaikan sambutan pembukaan pada Aloha Taiwan Cultural Festival. Ia mengungkapkan harapan agar pertukaran budaya antara Taiwan dan Hawaiʻi semakin mempererat hubungan budaya Austronesia serta membantu melestarikan warisan budaya masyarakat adat yang tak ternilai harganya.