DUBAI, UEA – Media OutReach Newswire – 11 Agustus 2026 – Kredit perdagangan tetap menjadi hal penting untuk mendorong pertumbuhan dan memperkuat hubungan dengan pelanggan di UEA. Namun, Atradius Payment Practices Barometer terbaru mengungkapkan bahwa penundaan pembayaran yang terus berlanjut dan meningkatnya kekhawatiran atas gagal bayar kian menekan likuiditas dan manajemen arus kas.
Bisnis di UEA semakin mengandalkan kredit perdagangan agar tetap kompetitif. Hampir separuh responden melaporkan memberikan lebih banyak kredit dalam beberapa bulan terakhir, dengan penjualan kredit kini mencakup rata-rata 47% dari transaksi B2B. Meskipun fleksibilitas pembayaran yang lebih besar mendukung penjualan dan hubungan bisnis, hal ini juga meningkatkan risiko pembayaran.
Kinerja pembayaran masih penuh tantangan. Sekitar dua dari lima faktur B2B dibayar terlambat, dan jauh lebih banyak bisnis yang melaporkan pemburukan perilaku pembayaran dibandingkan yang mengalami perbaikan. Sektor industri dan konstruksi adalah yang paling terdampak, akibat siklus pembayaran yang lebih panjang dan kompleks yang khas pada industri tersebut.
Keterbatasan arus kas pelanggan menjadi penyebab utama penundaan (49%), diikuti oleh proses perbankan, persetujuan internal, serta barang atau jasa yang tidak dikirimkan sesuai kesepakatan. Akibatnya, 47% perusahaan menghadapi kebutuhan pembiayaan yang lebih tinggi, 46% melaporkan penurunan ruang gerak likuiditas, dan 38% kesulitan dalam perencanaan arus kas. Kekhawatiran juga meningkat bahwa piutang jatuh tempo akan berubah menjadi piutang tak tertagih.
Melihat ke depan, risiko gagal bayar pelanggan tetap menjadi kekhawatiran utama. Hampir separuh (46%) responden memperkirakan risiko gagal bayar akan terus meningkat, sementara 39% mengantisipasi risiko tersebut akan tetap tinggi. Pandangan hati-hati ini menegaskan perlunya kewaspadaan yang berkesinambungan.
“Kredit perdagangan terus memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis di seluruh UEA, tetapi perusahaan harus menyeimbangkan perluasan peluang perdagangan dengan lingkungan pembayaran yang lebih menantang,” kata Roeland Punt, CEO Atradius Middle East. “Penundaan pembayaran tetap meluas dan kekhawatiran akan gagal bayar pelanggan kian meningkat, memberikan tekanan yang lebih besar pada likuiditas dan perencanaan arus kas. Akibatnya, banyak bisnis memperkuat pendekatan manajemen risiko kredit mereka, menggabungkan pemantauan pelanggan yang lebih ketat dengan langkah-langkah yang membantu melindungi arus kas serta mendukung ketahanan bisnis.”
Untuk mengatasi tekanan ini, perusahaan meningkatkan pengendalian kredit dan mengoptimalkan penggunaan alat mitigasi risiko. Langkah ini mencakup penilaian pelanggan yang lebih ketat, pemantauan perilaku pembayaran secara berkala, proses penagihan yang lebih kuat, serta penggunaan asuransi kredit. Asuransi kredit sangat umum digunakan di antara perusahaan industri berskala lebih besar.
Pelaku bisnis juga mewaspadai risiko makroekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan ekonomi yang lambat, inflasi, tekanan biaya, dan kenaikan suku bunga diperkirakan akan terus memengaruhi perilaku pembayaran B2B. Terlepas dari berbagai tantangan ini, ekspektasi profitabilitas tetap tangguh, dengan mayoritas bisnis melaporkan kenaikan margin keuntungan bahkan di tengah risiko pembayaran yang terus berlangsung dan tekanan kredit yang tinggi.
Atradius menyelenggarakan survei tahunan ini pada paruh kedua kuartal II tahun 2026. Hasil survei harus diinterpretasikan dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan tersebut, mengingat kondisi pasar dapat berkembang. Tanggapan dikumpulkan dari bisnis di seluruh UEA yang mencakup sektor industri, konstruksi, perdagangan, dan jasa.
Untuk laporan selengkapnya, kunjungi: https://atradius.ae/knowledge-and-research/reports/b2b-payment-practices-trends-in-united-arab-emirates-2026?utm_source=pr&utm_medium=media-outreach&utm_campaign=ppb-asia-2026.
https://atradius.ae/
https://in.linkedin.com/company/atradiusasia

Tentang Atradius
Atradius merupakan penyedia layanan global di bidang asuransi kredit, penjaminan (surety), penagihan piutang, serta layanan informasi, dengan kehadiran strategis di lebih dari 50 negara. Produk-produk yang ditawarkan Atradius melindungi perusahaan di seluruh dunia dari risiko gagal bayar yang terkait dengan penjualan barang dan jasa secara kredit.
Atradius merupakan bagian dari GCO, salah satu perusahaan terkemuka di sektor asuransi Spanyol dan salah satu perusahaan asuransi kredit terbesar di dunia. Informasi lebih lanjut mengenai Atradius dapat diperoleh secara daring melalui https://group.atradius.com.
Recent Comments