Para pakar mengatakan bahwa format hunian mandiri yang berorientasi pada layanan dan dirancang untuk kepemilikan lintas generasi kini mulai muncul di segmen pasar properti paling atas—dan permintaan terhadap format hunian tersebut terus meningkat di seluruh dunia.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 13 Agustus 2026 – Para pakar di bidang properti residensial premium mencatat bahwa sebuah kategori baru yang berbeda kini mulai terbentuk di segmen pasar paling atas, dengan permintaan yang terus meningkat di berbagai belahan dunia. Spesialis pasar properti menggambarkan segmen yang sedang berkembang ini sebagai presidence: sebuah komunitas mandiri yang terdiri atas hunian pribadi, yang terhubung melalui infrastruktur bersama dan berpusat pada hotel bintang lima yang dikelola dengan merek internasional—sebuah format yang dirancang untuk dihuni dan diwariskan lintas generasi, bukan sekadar dimiliki.

Tren ini mencerminkan perubahan struktural dalam kekayaan global. Menurut Knight Frank’s Wealth Report 2026, jumlah individu dengan kekayaan lebih dari US$30 juta meningkat dari 551.435 menjadi 713.626 antara 2021 dan 2026—bertambah lebih dari 160.000 orang, atau setara dengan 89 orang yang menembus ambang kekayaan tersebut setiap hari. Sementara itu, Forbes mencatat terdapat 3.428 miliarder dengan total kekayaan gabungan mencapai US$20,1 triliun.

Kekayaan tersebut juga semakin bersifat mobile atau mudah berpindah lintas negara. Henley & Partners memproyeksikan bahwa 165.000 individu dengan kekayaan bersih tinggi akan berpindah negara secara internasional pada 2026—meningkat 16 persen dibandingkan rekor 142.000 orang pada 2025—seiring keluarga-keluarga kaya membangun portofolio rumah dan hak tinggal lintas negara, alih-alih mengikat diri pada satu yurisdiksi. Minat terhadap hunian yang dikelola secara profesional dan bernaung di bawah merek ternama terlihat dari perkembangan proyek-proyek yang sedang dibangun. Savills melaporkan bahwa jumlah proyek residensial bermerek (branded residential) di seluruh dunia tumbuh 19 persen pada 2025, menjadi sekitar 910 proyek, dan diproyeksikan mencapai 1.747 proyek pada 2032. Dalam lima tahun terakhir, Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat, yakni sebesar 187 persen.

Seiring meningkatnya puncak piramida kekayaan, para spesialis mengatakan bahwa permintaan di segmen paling atas mulai bergeser dari sekadar mengejar harga per kaki persegi yang fantastis menuju ruang, privasi, kesehatan dan kebugaran, otonomi, serta hunian yang dapat dimiliki dan diwariskan lintas generasi. Gagasan untuk memperlakukan konsep ini sebagai kategori tersendiri diuraikan dalam sebuah kolom terbaru yang ditulis oleh Ku Swee Yong, CEO International Property Advisor Pte Ltd sekaligus dosen tidak tetap di Singapore Management University, tempat ia mengajar mata kuliah Real Estate Investments & Finance. “Hunian mewah memiliki mahkota baru, dan namanya adalah: presidence,” tulisnya.

Menurut pakar tersebut, properti dengan karakteristik seperti ini harus memenuhi sejumlah kriteria utama. Properti tersebut harus berada di lokasi luar biasa di antara hunian sekelasnya, dibangun dengan standar kualitas tertinggi, menyediakan ruang yang luas, lingkungan alami yang sehat, keamanan, serta kemandirian, dan menciptakan tempat di mana pemilik beserta keluarganya dapat menjalani setiap tahap kehidupan—membangun karier, membesarkan anak, menikmati waktu luang, memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan, menerima keluarga dan teman, hingga pada akhirnya mewariskan hunian tersebut kepada generasi berikutnya. Dalam konteks ini, privasi bukan berarti isolasi. Alih-alih mengasingkan diri di balik gerbang pribadi, para anggota komunitas presidence menjadi bagian dari komunitas yang dibentuk secara cermat dan terdiri atas sesama pemilik dengan nilai, minat, dan gaya hidup yang sebanding.

Dalam praktiknya, prinsip-prinsip tersebut kini mulai diformalkan menjadi seperangkat kriteria yang lebih lengkap untuk membedakan presidence dari proyek hunian mewah konvensional. Dalam bentuknya yang paling lengkap, konsep ini ditandai oleh:

  • Hotel bintang lima yang dioperasikan oleh merek internasional yang hadir di setidaknya tiga negara dan berlokasi di dalam kawasan pengembangan;
  • Satu kawasan terpadu seluas 200 hektare atau lebih (sekitar 500 acre);
  • Infrastruktur lengkap dalam satu kawasan, meliputi fasilitas olahraga dalam dan luar ruangan, clubhouse utama, fasilitas kesehatan dan kebugaran, restoran, taman dan area alami, pusat medis, fasilitas rekreasi dan keamanan, serta fasilitas gaya hidup utama seperti klub golf, berkuda, atau yacht;
  • Pemisahan yang jelas antara zona publik dan privat, dengan hunian berada di balik perimeter keamanan berlapis milik masing-masing dan terpisah dari area yang diperuntukkan bagi tamu, seperti hotel, restoran, dan spa;
  • Model layanan premium 24/7 yang mencakup tim khusus untuk melayani penghuni, layanan concierge, service-level agreement (SLA) yang terstandarisasi, serta platform digital untuk mengelola setiap kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup;
  • Kode arsitektur terpadu yang mengatur gaya dan keselarasan setiap bangunan di seluruh kawasan;
  • Prinsip kesetaraan antartetangga (equal-neighbour principle), yaitu pembentukan komunitas pemilik yang memiliki kesamaan nilai dan pola pikir, sehingga mereka dapat menikmati privasi sekaligus tetap menjadi bagian dari lingkungan sosial yang aktif dan menarik.

Contoh presidence yang sepenuhnya terintegrasi masih jarang ditemukan di seluruh dunia. Menurut para spesialis, permintaan saat ini bahkan melampaui pasokan, seiring dengan terus bertambahnya jumlah rumah tangga dengan kekayaan ultra-tinggi.

Prosvet Communication Studio

Prosvet Communication Studioadalah studio komunikasi dengan layanan menyeluruh (full-cycle) yang bergerak di bidangstrategi PR dan komunikasi, hubungan media dan pengaruh (influence), personal branding, PR digital, penyelenggaraan acara, serta produksi.