NEW DELHI, INDIA – Media OutReach Newswire – 15 September 2026 – KTT BRICS 2026 diselenggarakan di New Delhi dari hari Sabtu hingga Minggu, menghimpun para pemimpin negara-negara ekonomi berkembang utama untuk mempromosikan tata kelola global yang inklusif, memperkuat multilateralisme, serta membina pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan.
Saat berpidato pada Sesi I KTT BRICS ke-18 pada hari Sabtu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mencatat bahwa tahun ini menandai peringatan 20 tahun kerja sama BRICS. Ini telah menjadi 20 tahun kemandirian dan penguatan diri, di mana negara-negara BRICS secara aktif mengeksplorasi jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional mereka masing-masing, memberikan teladan penguatan diri melalui persatuan di antara pasar berkembang dan negara-negara berkembang, kata Xi.
Di sela-sela KTT tersebut, People’s Daily merilis sebuah video berjudul “Through Xi’s Eyes: Finding the answer to the ‘warmth of BRICS,'” yang menampilkan kehangatan kerja sama multilateral serta bagaimana filosofi pembangunan Tiongkok beresonansi di seluruh kawasan Global South.
Dalam video tersebut, Busi Mabuza, Ketua BRICS Business Council asal Afrika Selatan, menekankan bahwa negara-negara berkembang memiliki ikatan bersama: “Karena sebagian besar negara Global South baru saja keluar dari status negara berkembang, mereka memahami pentingnya untuk tidak meninggalkan siapa pun.”
“Ini [BRICS] telah membuka hubungan di pasar yang tidak hanya besar, tetapi juga percaya pada multilateralisme, percaya pada dukungan terhadap mitra BRICS melalui pemikiran berbagi teknologi, melalui berbagi keterampilan,” ujar Ketua tersebut.
R. Deepak, seorang profesor studi Tiongkok di Universitas Jawaharlal Nehru yang membawa tumpukan karya-karya Presiden Xi kembali dari Tiongkok, mengamati bahwa masa-masa awal kehidupan Xi meletakkan fondasi bagi pendekatan yang berpusat pada rakyat dan strategi pengentasan kemiskinan yang diterapkannya. Tata kelola berbasis masyarakat tingkat bawah (grassroots) seperti itu, catat Deepak, sangat beresonansi dengan negara-negara Global South yang berbagi perjalanan pembangunan serupa dan berjuang untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi rakyat mereka.
Sebagaimana yang dicerminkan dalam video tersebut, bagi masyarakat di seluruh Asia, Afrika, dan Amerika Latin, pembangunan bukanlah sebuah konsep abstrak melainkan perbaikan nyata, mulai dari jalan yang diaspal hingga pekerjaan baru. Ketika bangsa-bangsa bersatu untuk tujuan bersama ini, jalur menuju pembangunan dan modernisasi terbuka bagi lebih banyak kemungkinan.
Recent Comments