SAN FRANCISCO, AS – Media OutReach Newswire – 15 September 2026 – Flam, sebuah perusahaan konten interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI), telah mengumpulkan pendanaan Seri B sebesar US$40 juta (RM 163 juta) yang dipimpin oleh QED Investors.

Claypond Capital, Martin Chavez, Olivier Pomel, Venky Harinarayan, dan Shah Rukh Khan turut bergabung dalam putaran pendanaan ini, sementara investor yang sudah ada seperti RTP Global dan Dovetail meningkatkan investasi mereka dua kali lipat.

Flam telah menandatangani kontrak dengan lebih dari 100 pelanggan korporasi dalam enam kuartal, termasuk Google, Grab, dan KFC. Mereka menggunakan rangkaian produk Flam untuk pemasaran, visualisasi produk, pembelajaran dan pengembangan, hiburan, keterlibatan penggemar, layanan pelanggan, serta penjualan. Flam juga telah bermitra dengan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) di Indonesia untuk membawa teknologinya kepada merek-merek di seluruh Asia Tenggara.

“Flam dibangun berdasarkan pengamatan sederhana. Konten telah bergerak dalam beberapa gelombang, mulai dari teks, gambar, hingga video, dan setiap gelombang tersebut hanya mengalir satu arah, yaitu dari pencipta ke penonton. Kami percaya bahwa konten interaktif adalah standar utama berikutnya untuk internet,” ujar Shourya Agarwal, Pendiri Flam. “Permintaannya selalu ada, namun teknologinya yang belum siap. Kami telah membuat interaktivitas menjadi sangat mudah untuk dibangun dan diterapkan dalam skala korporasi.”

Flam memegang lebih dari 15 hak paten dan meluncurkan tiga format produk.

Flicks adalah video interaktif yang dapat mengubah orang, produk, atau adegan di tengah penayangan (playback), menggunakan algoritma kompresi terpatenkan yang didistribusikan secara terprogram dengan waktu time-to-first-buffer sebesar 50 milidetik. Forge, model penyuntingan milik Flam, mengambil referensi gambar dan hanya mengubah elemen yang ditentukan saja.

Airboards adalah konten 3D berakurasi tinggi (high-fidelity) pada antarmuka kamera, lengkap dengan interaksi sentuhan, suara, serta umpan balik haptik. Teknologi streaming 3D Flam dapat memuatnya dalam waktu 300 milidetik tanpa perlu menginstal aplikasi. Fable, sebuah model image-to-video, menghasilkan aset-aset tersebut sebagai video alpha channel asli (native).

Visual Agents adalah karakter mirip manusia yang mampu melakukan percakapan dan mengambil tindakan agen secara mandiri. Ini memberikan pengalaman seperti panggilan video, bukan sekadar jendela obrolan (chat window). Fantom menangani ekspresi wajah melalui pemeliharaan identitas dan transfer gerakan, Finesse menangani suara dalam bahasa apa pun, serta Falcon, sebuah LLM MoE dengan 26 miliar parameter, memberikan respons dalam waktu time-to-first-token sebesar 30 milidetik. Seluruh alur sistem ini mengembalikan jawaban kurang dari dua detik.

Nigel Morris, Co-Founder dan Managing Partner di QED Investors, menyampaikan: “Hampir setiap perusahaan konten AI terdepan (frontier) yang kami lihat sedang mengoptimalkan apa yang sudah ada. Flam mengarah pada hal lain: betapa banyaknya ekosistem konten yang masih belum tersentuh. Celah tersebut jauh lebih besar daripada yang diperkirakan kebanyakan orang, dan Flam adalah tim pertama yang kami lihat memiliki infrastruktur untuk meraih peluang tersebut.”

“Daya tarik dan perkembangan (traction) bisnisnya terlalu luar biasa untuk diabaikan,” ujar Sandeep Patil, Partner di QED Investors. “Setiap perubahan besar dalam konten internet selalu menciptakan platform baru dan pemenang baru. Hal yang memberi tahu kami bahwa Flam bakal menjadi salah satunya bukan hanya tingkat pertumbuhannya, melainkan juga kecepatan riset AI mereka dan para mitra yang memilih untuk membangun teknologi di atasnya.”

Modal ini akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan (R&D) pada model AI Flam, memperluas rangkaian produk, serta meningkatkan skala penjualan korporasi secara global.

https://flamapp.ai/
https://www.linkedin.com/company/flamappofficial/