Mendorong Perekonomian Thailand dan Merancang Arah Strategis Baru bagi Masa Depan ASEAN
BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 18 Agustus 2026 – Komite Tetap Gabungan Perdagangan, Industri, dan Perbankan (Joint Standing Committee on Commerce, Industry, and Banking/JSCCIB), yang terdiri atas Asosiasi Bankir Thailand, Dewan Perdagangan Thailand, dan Federasi Industri Thailand, bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank of Thailand, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC), serta Bank Dunia, mengumumkan kesiapan untuk menggelar konferensi kepemimpinan tingkat tinggi bertajuk “The Bangkok Business Summit 2026”, dengan tema “Reinvent Thailand, Resilient ASEAN” atau “Membangun Kembali Thailand, ASEAN yang Tangguh.”

Digelar di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), pertemuan tingkat tinggi ini akan menampilkan visi kolaborasi antara sektor publik dan swasta yang ditujukan untuk melakukan restrukturisasi terhadap perekonomian Thailand. Acara ini menjadi salah satu tonggak penting yang membuka jalan menuju Pertemuan Tahunan IMF–World Bank Group 2026, yang dengan bangga akan diselenggarakan Thailand di Bangkok pada Oktober 2026, serta menyambut Keketuaan ASEAN Thailand yang akan datang pada 2028.
Salah satu sorotan utama The Bangkok Business Summit 2026 adalah pidato utama bertajuk “Thailand’s Offer to the World” yang akan disampaikan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul. Pidato tersebut akan menegaskan kesiapan Thailand untuk menjadi pusat investasi global, dengan menggeser pola persaingan negara dari yang semula berbasis biaya menuju penguatan kapabilitas, inovasi, dan infrastruktur digital. Selain itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Dr. Ekniti Nitithanprapas akan menyampaikan pidato kebijakan bertajuk “Unlocking the Next Growth Engines for Thailand & ASEAN”, yang mengungkap berbagai langkah reformasi kebijakan untuk membuka investasi sektor swasta dan mendorong mesin-mesin pertumbuhan ekonomi baru Thailand. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi Professor Dr. Yodchanan Wongsawat akan membahas upaya menempatkan Thailand sebagai platform investasi regional bagi industri teknologi tinggi.

Ketua Joint Standing Committee on Commerce, Industry, and Banking (JSCCIB), Payong Srivanich, mengatakan bahwa acara ini bertujuan menjawab sebuah pertanyaan penting: Bagaimana Thailand dapat mengubah berbagai perubahan global dan posisi strategisnya di pusat ASEAN menjadi peluang baru untuk investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan yang berkelanjutan?
“The Bangkok Business Summit 2026 bukan sekadar platform untuk bertukar pandangan, tetapi juga menjadi wadah bagi Thailand untuk menunjukkan kekuatan, peluang, serta arah pembangunannya secara konkret kepada komunitas bisnis global—menjembatani visi pemerintah, rekomendasi organisasi internasional, dan keahlian praktis sektor swasta,” ujar Payong.
“Tantangan Thailand saat ini bukan sekadar pertumbuhan, tetapi membangun pertumbuhan yang kompetitif di tengah dunia yang berubah dengan cepat. Kita membutuhkan sebuah platform untuk melakukan upaya bersama guna ‘Reinvent Thailand’ dengan menciptakan mesin-mesin ekonomi baru dan meningkatkan daya saing, sehingga Thailand dapat menangkap peluang-peluang baru dan menjadi bagian integral dari ‘Resilient ASEAN’ yang mampu beradaptasi dengan dinamika global.”
Sorotan Utama dan Gambaran Sesi
- Special Keynote: Gubernur Bank of Thailand, Vitai Ratanakorn, akan menyampaikan materi bertajuk “Thailand’s New Horizons: From Ambition to Delivery”, yang membahas cakrawala baru Thailand, dari ambisi menuju implementasi nyata.
- Global Insights Panel: Sesi ini akan menghadirkan diskusi mendalam bersama Carlos Felipe Jaramillo, Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik; Sarvesh Suri, Wakil Presiden Regional untuk Asia dan Pasifik, International Finance Corporation (IFC); serta John W.H. Denton, Sekretaris Jenderal International Chamber of Commerce (ICC). Mereka akan bertukar pandangan mengenai tren ekonomi, investasi, dan peluang bisnis.
- Peluncuran Laporan: Bank Dunia akan meluncurkan laporan terbarunya berjudul “Building Thailand’s Future Today: The Investment and Growth Playbook.” Laporan tersebut mengusulkan peta jalan bagi Thailand untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi melalui investasi dan reformasi yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang. Laporan itu juga menyoroti sejumlah sektor yang memiliki potensi besar, antara lain manufaktur maju, pariwisata berkelanjutan dan wellness, layanan digital, pertanian dan pangan, serta ekonomi kreatif.
- Diskusi Makan Siang: Thai Beverage Public Company Limited akan menjadi tuan rumah sesi khusus bertajuk “Growth Reaches Communities: Sufficiency Economy Philosophy”. Sesi ini akan mempresentasikan Filosofi Ekonomi Kecukupan (Sufficiency Economy Philosophy) sebagai sebuah kerangka yang menciptakan keseimbangan, kekuatan, dan keberlanjutan, mulai dari komunitas lokal hingga sektor bisnis dan perekonomian makro.
Sesi Sore
Track 1: Building Resilience — Infrastruktur, Energi, dan Keuangan Digital
Sesi ini dipimpin oleh Piti Disyatat, Deputi Gubernur Bidang Stabilitas Moneter Bank of Thailand, dengan fokus pada upaya membangun daya saing serta kemampuan Thailand dalam menarik industri-industri masa depan ke negara tersebut.
Sesi ini akan mencakup diskusi bertema “Efficient Energy & Low-Carbon Infrastructure” serta “Policy Architecture and Low-Carbon Cities in Action”, yang berfokus pada investasi dalam infrastruktur utama untuk mendorong transformasi industri menuju masyarakat rendah karbon. Diskusi akan melibatkan para pemimpin dari berbagai sektor, termasuk Kementerian Energi, Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan, PTT Public Company Limited, Gulf Energy Development Public Company Limited, Siam Cement Public Company Limited, Thai Airways Public Company Limited, serta Google LLC.
Topik lainnya adalah “Building Thailand’s Trusted Economy: Digital Public Infrastructure for Inclusive Growth”, yang berfokus pada infrastruktur publik digital di sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta membangun sistem keuangan digital yang aman dan inklusif. Sesi ini akan menghadirkan para eksekutif senior dari Bangkok Bank, Krungsri Bank, TMBThanachart Bank, dan Ascend Money.
Track 2: New Horizons — Industri Masa Depan, Agri-Food, dan Ekonomi Berpusat pada Manusia
Sesi ini dipimpin oleh Professor Dr. Yodchanan Wongsawat, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi, dengan fokus pada pengembangan talenta-talenta berpotensi tinggi di dalam organisasi serta menempatkan Thailand sebagai platform investasi regional untuk industri teknologi tinggi, semikonduktor, infrastruktur kecerdasan buatan (AI), dan penelitian serta pengembangan (R&D) tingkat lanjut.
Selain itu, Bangkok Business Summit 2026 juga akan menghadirkan diskusi panel bertajuk “The Future of Agrifood Business”. Dengan konsep “Elevating to a Regional Strategic Asset”, para pemimpin perusahaan terkemuka, termasuk Sea Value PCL dan Olam Agri (Singapura), akan berbagi pandangan mengenai bagaimana industri agrifood Thailand berkembang melampaui peran tradisionalnya sebagai “Dapur Dunia” (Kitchen of the World) untuk menjadi aset strategis penting bagi ketahanan pangan regional.
Diskusi lainnya mengangkat tema “The Future of the Human-Centric Economy”, yang mengintegrasikan sektor kesehatan, wellness, pariwisata, dan ekonomi kreatif dengan menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, bukan melihat sektor-sektor tersebut secara terpisah. Para panelis akan berasal dari Minor International, Bangkok Dusit Medical Services (BDMS), dan Cerecin.
Penutupan dan Langkah Tindak Lanjut
Sebagai penutup pertemuan tingkat tinggi tersebut, para pemimpin dari tiga organisasi anggota JSCCIB akan merangkum berbagai usulan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengubah wawasan yang diperoleh menjadi praktik konkret. Usulan tersebut mencakup peningkatan daya saing, pembangunan ekosistem investasi, serta pengembangan industri-industri masa depan.
Acara kemudian akan mencapai puncaknya dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk kerja sama mengenai Digital & AI Compact antara lembaga-lembaga ekonomi Thailand dan Bank Dunia.
Catatan: Para pembicara dan program acara dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya karena keadaan yang tidak terduga. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan menghargai pengertian Anda.
Recent Comments