Data pertanyaan pasien Amaris B. Clinic pada paruh pertama 2026 menunjukkan bahwa keluhan terkait area lengan mencakup 41,4% dari seluruh pertanyaan mengenai pembentukan tubuh (body sculpting) yang berasal dari perempuan, dengan hampir separuh dari pertanyaan tersebut datang dari perempuan berusia 40-an. Direktur medis Amaris B. Clinic, Dr. Ivan Puah, mengaitkan tren tersebut dengan perimenopause, melambatnya metabolisme, serta tekanan gaya hidup yang secara khusus dihadapi masyarakat di Singapura.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 17 Agustus 2026 – Lemak lengan telah menjadi keluhan paling umum yang mendorong wanita untuk berkonsultasi mengenai pembentukan tubuh (body sculpting) di Singapura tahun ini. Hal ini merujuk pada data permintaan informasi internal dari Amaris B. Clinic, yang direktur medisnya, Dr. Ivan Puah, merupakan dokter bedah sedot lemak terakreditasi Kementerian Kesehatan (MOH).

Antara Januari dan Juni 2026, klinik tersebut mencatat 406 permintaan informasi mengenai pembentukan wajah dan tubuh dari wanita. Sebanyak 168 di antaranya (41,4%) menyebutkan keluhan pada bagian lengan, melampaui area tubuh lainnya. Sebanyak 31 wanita menanyakan lebih dari satu area tubuh, sehingga hitungan individu tidak dijumlahkan ke total keseluruhan.

Pola ini disebut Dr. Puah sebagai hal yang konsisten ia temui dalam praktik sehari-hari: lemak lengan yang membandel terhadap diet serta olahraga, dan dilaporkan mulai disadari oleh banyak pasien saat mereka memasuki usia 40-an.

Hampir Separuh Permintaan Informasi Soal Lengan Berasal dari Wanita Usia 40-an

Di antara wanita yang secara khusus menyampaikan keluhan lengan, permintaan informasi sangat terkonsentrasi pada usia dewasa madya—rentang usia yang beririsan dengan masa perimenopause bagi banyak wanita:

Rincian Lengkap

Kelompok UsiaPersentase Permintaan Informasi Soal Lengan
21 – 29 tahun4%
30 – 39 tahun32%
40 – 49 tahun42%
50 – 59 tahun11%
60 – 69 tahun3%
70 tahun ke atas1%

Hampir separuh dari seluruh permintaan informasi terkait lengan berasal dari wanita berusia 40 hingga 49 tahun, rentang usia yang beririsan dengan masa perimenopause bagi banyak wanita.

Mengapa Lemak Lengan Sulit Dihilangkan

Secara alami, wanita memiliki kadar lemak tubuh 6 hingga 11 persentase poin lebih tinggi daripada pria, sebuah perbedaan yang terikat dengan fisiologi reproduksi. Faktor genetik juga memengaruhi lokasi penyimpanan lemak, dan beberapa wanita memiliki kecenderungan bawaan untuk menyimpannya di lengan atas—pola distribusi yang kurang responsif terhadap olahraga saja.

Pasien menggambarkan keluhan ini dengan berbagai cara, termasuk lemak lengan atas, “bingo wings” atau “bat wings” (kombinasi kulit kendur dan lemak yang bergelambir saat lengan bergerak), serta gesekan (chafing) pada area lengan yang bersentuhan dengan tubuh.

Dr. Puah menunjuk pada dua tahap kehidupan yang saling beririsan sebagai pemicu fisiologis utama:

“Perimenopause dan menopause adalah dua tahap kehidupan yang paling konsisten kami lihat terhubung dengan lemak lengan di klinik. Saat wanita mendekati fase ini, metabolisme melambat, dan perubahan tersebut cenderung terlihat lebih dulu di area seperti lengan dan ketiak. Hal ini paling terlihat pada wanita dengan distribusi bentuk tubuh menyerupai buah apel,” ujar Dr. Puah.

Perubahan hormon yang berkaitan dengan penuaan, yang sering diperparah oleh stres atau kualitas tidur yang buruk, dapat membuat tubuh lebih rentan menyimpan lemak dan kehilangan massa otot tanpa lemak (lean muscle mass). Kulit juga kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia, yang menurut Dr. Puah berkontribusi pada kontur lengan yang lebih kendur dan lunak seperti yang digambarkan oleh beberapa pasien.

Iklim, Tren Busana, dan Budaya Kerja Menambah Visibilitas

Iklim Singapura membuat pakaian tanpa lengan dan berlengan pendek dikenakan sepanjang tahun, sehingga area lengan terus terlihat sepanjang waktu. Dr. Puah menyebutkan bahwa hal ini, dipadukan dengan tuntutan penampilan dalam peran korporat dan pekerjaan yang berhadapan langsung dengan klien, menjadi alasan mengapa keluhan lengan menghasilkan lebih banyak permintaan informasi di Singapura dibandingkan di negara beriklim lebih dingin.

“Dalam iklim Singapura, wanita lebih sadar akan penampilan lengan mereka saat mengenakan pakaian sehari-hari, dan pembentukan lengan secara konsisten menjadi salah satu permintaan paling umum yang kami terima untuk keluhan ini,” kata Dr. Puah, yang menjabat sebagai ketua Singapore’s Lipo Peer Review Committee.

Tidak Semua Tampilan Lengan Berisi Itu Sama, Kata Klinik

Dr. Puah mengingatkan bahwa kondisi lengan atas yang berisi tidaklah sama pada setiap pasien. Bagi sebagian wanita, penyebab utamanya adalah lemak. Bagi yang lain, ini merupakan kombinasi dari lemak dan kulit yang kendur, di mana faktor genetik, perubahan hormon, serta usia memengaruhi kondisi jaringan tersebut.

“Banyak wanita terkejut saat mengetahui bahwa lemak lengan sering kali ditentukan secara genetik dan resisten terhadap olahraga. Evaluasi yang tepat membantu memperjelas pemicu utamanya dan menetapkan ekspektasi yang realistis tentang apa yang dapat dicapai. Peningkatan permintaan informasi ini mencerminkan tingginya kesadaran bahwa lemak lengan yang membandel adalah masalah fisiologis, bukan karena kurangnya kemauan atau kurang berolahraga,” ujar Dr. Puah.

Data klinik ini menunjukkan pergeseran yang lebih luas: keluhan lengan tidak lagi menjadi pertimbangan sekunder bagi pasien, melainkan pendorong utama konsultasi pembentukan tubuh di kalangan wanita di Singapura, khususnya selama masa transisi perimenopause.

Catatan metodologi: Angka-angka ini diambil dari catatan permintaan informasi mandiri yang dicatat oleh Amaris B. Clinic antara 1 Januari hingga 30 June 2026 dan hanya mencerminkan permintaan di klinik ini saja; data ini bukan merupakan survei representatif dari seluruh populasi wanita Singapura.

https://www.amaris-b.com/
https://www.linkedin.com/company/amaris-b.-clinic/
https://www.facebook.com/AmarisBClinic/
https://www.instagram.com/amarisbclinic/
https://www.youtube.com/amarisbclinic
https://www.tiktok.com/@amarisbclinic

TENTANG AMARIS B. CLINIC

Didirikan pada 2004 dan dipimpin oleh Dr. Ivan Puah, Amaris B. Clinic merupakan klinik medis estetika dan bedah kosmetik yang berbasis di Singapura. Layanan yang ditawarkan mencakup pembentukan dan pemodelan kontur wajah serta tubuh, termasuk sedot lemak (liposuction), operasi ginekomastia, dan pencangkokan lemak (fat grafting), serta berbagai perawatan nonbedah seperti Ultherapy Prime, injeksi biostimulator, dan terapi rambut rontok.

Perawatan Unggulan Amaris B. Clinic

·  Liposuction

·  Lipedema Surgery

·  Vaser Liposuction

·  Gynecomastia Surgery

·  Accessory Breast Removal

·  Corrective Surgery

·  Fat Grafting

·  Sports Aesthetics

TENTANG DR. IVAN PUAH

Dr. Puah merupakan dokter sedot lemak (liposuction) yang terakreditasi Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dan telah menjalani pelatihan ekstensif dalam berbagai prosedur kosmetik. Ia berkomitmen memberikan perawatan yang dipersonalisasi dengan memperhatikan aspek estetika serta menerapkan teknik medis yang telah terbukti.

  • Menjalani pelatihan bedah khusus dalam operasi ginekomastia di San Francisco.
  • Menjabat sebagai Ketua Lipo Peer Review Committee di Singapura.
  • Mendapatkan pelatihan Vaser liposuction, baik teknik dasar maupun high-definition, di Colorado dan Argentina.
  • Mendapatkan pelatihan syringe liposculpture, fat grafting, dan thread lift dari ahli bedah plastik ternama asal Prancis, Dr. Pierre Francois Fournier.
  • Ditunjuk sebagai pelatih oleh Allergan dan Merz untuk memberikan pelatihan kepada sesama dokter mengenai penggunaan injeksi kosmetik.
  • Ditunjuk sebagai pelatih untuk prosedur PDO thread lift dan Picolaser oleh Venusys Medical.
  • Meraih Graduate Diploma in Family Dermatology dari National University of Singapore (NUS).
  • Meraih Graduate Diploma in Acupuncture dari TCMB.
  • Meraih Graduate Diploma in Sports Medicine dari Lee Kong Chian School of Medicine (LKCMedicine), Nanyang Technological University (NTU).