HANGZHOU, CHINA – Media OutReach Newswire – 17 Juli 2026 – Beberapa produsen alas kaki di Vietnam telah menjalin kemitraan strategis dengan Hangzhou Yingshen Intelligent Technology Co., Ltd. (Yingshen Intelligence), sebuah perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok yang berspesialisasi dalam model dunia 4D dan kecerdasan terwujud (embodied intelligence).
Berdasarkan perjanjian tersebut, Yingshen Intelligence akan mengekspor ratusan robot terwujud yang fleksibel ke pabrik-pabrik alas kaki di Vietnam, dengan total nilai pesanan mencapai puluhan juta yuan. Didukung oleh teknologi model dunia 4D, algoritma kecerdasan terwujud, dan sistem robotik milik perusahaan tersebut, produk-produk ini akan digunakan untuk mendukung peningkatan lini produksi alas kaki yang fleksibel dan cerdas.
Secara khusus, ekspor robot terwujud oleh Yingshen Intelligence ke Vietnam ini juga menunjukkan adanya pergeseran baru dalam komersialisasi teknologi canggih Tiongkok.
Berbeda dengan perusahaan robotika konvensional yang mengandalkan penjualan perangkat keras sekali putus, Yingshen Intelligence menganggap robot itu sendiri sebagai platform fisik tempat model dunianya beroperasi di lingkungan produksi yang nyata. Oleh karena itu, nilai inti dari produk ini tidak hanya terletak pada perangkat kerasnya, tetapi juga pada kemampuan model tersebut untuk memahami lingkungan sekitar, memahami proses manufaktur, mengambil keputusan secara waktu nyata (real-time), dan terus berkembang melalui data operasional.
Di bawah model bisnis ini, pelanggan mendapatkan lebih dari sekadar peralatan robotik. Mereka juga memperoleh akses ke inferensi model yang berkelanjutan, pembaruan algoritma, dan layanan optimalisasi khusus untuk skenario tertentu. Pada praktiknya, model bisnis ini berevolusi dari sekadar menjual robot menjadi penyediaan kemampuan model serta layanan berbasis penggunaan yang didukung oleh token (token-powered services).
Para pengamat industri mengatakan bahwa pendekatan berbasis model ini—di mana robot berfungsi sebagai pembawa fisik dari algoritma dan kemampuan komputasi—dapat menciptakan nilai layanan jangka panjang yang lebih besar untuk produk kecerdasan terwujud, sekaligus menawarkan jalur baru bagi solusi teknologi Tiongkok untuk berekspansi ke pasar luar negeri.
Para produsen yang berpartisipasi meliputi Power Loong (Công Ty Tnhh Giày Bảo Long), Thuan Phi (Công Ty Tnhh Giày Thuận Phi), dan Vietnam Garment (CÔNG TY TNHH MAY VIỆT NAM). Mereka berencana untuk menerapkan produk robotik dan kemampuan algoritma dari Yingshen Intelligence di pabrik-pabrik alas kaki mereka di Hai Phong.
Wu Xuewei, Wakil Presiden Yingshen Intelligence; Mao Zhenwu, Manajer Umum Thuan Phi; Lin Yonghui, Manajer Umum Power Loong; dan Chen Zhixian, Manajer Umum Vietnam Garment, menandatangani perjanjian tersebut atas nama keempat perusahaan.

Robot terwujud yang fleksibel yang diekspor ke Vietnam ini didukung oleh model dunia 4D terbaru dari Yingshen Intelligence.
Model dunia secara luas dianggap sebagai jalur teknologi penting menuju kecerdasan fisik umum (general-purpose physical intelligence). Model ini dirancang untuk membantu kecerdasan buatan memahami hubungan spasial, status objek, dan perubahan dinamis di dunia nyata, sekaligus memprediksi hasil yang mungkin terjadi dari berbagai tindakan. Dengan cara ini, sistem AI dapat secara bertahap mempelajari bagaimana dunia fisik beroperasi.
Bagi robot terwujud, kemampuan ini memungkinkan persepsi lingkungan yang berkelanjutan dan pengambilan keputusan secara waktu nyata selama pengoperasian. Pada lini produksi alas kaki, misalnya, robot dapat mengidentifikasi perbedaan gaya sepatu, ukuran, kondisi bahan, serta status perekat, lalu menyesuaikan lintasan gerak dan strategi operasionalnya sebagai respons terhadap kondisi produksi yang sebenarnya.
Berbeda dengan sistem otomatisasi konvensional yang berulang kali mengeksekusi program yang telah ditentukan sebelumnya, robot yang didukung oleh model dunia dirancang untuk merespons lingkungan yang berubah secara lebih fleksibel. Proses operasional mereka lebih menyerupai pekerja terampil yang menilai kondisi di lokasi dan menyesuaikan tindakan mereka sebagaimana mestinya.
Yingshen Intelligence mengaitkan kemampuan adaptasi ini dengan pendekatan teknologi 4D asli (native 4D approach) mereka.
Perusahaan ini mengumpulkan dan menghasilkan data 4D dalam skala besar, yang merepresentasikan struktur tiga dimensi dari objek sekaligus perubahan berkelanjutannya dari waktu ke waktu dalam sebuah kerangka kerja yang terpadu. Data tersebut kemudian digunakan untuk melatih model dunia yang memiliki kemampuan pemahaman ruang-waktu (spasiotemporal), penalaran, dan prediksi.
Dibandingkan dengan pendekatan yang terutama mengandalkan gambar dua dimensi, video, atau data tiga dimensi statis, data 4D dapat menangkap posisi, bentuk, lintasan gerakan, dan proses interaksi objek di lingkungan nyata secara lebih komprehensif.
Gambar dan video dua dimensi dapat merekam perubahan visual, tetapi memberikan informasi yang relatif terbatas tentang struktur spasial. Data tiga dimensi statis dapat merekonstruksi hubungan spasial, tetapi tidak dapat sepenuhnya menggambarkan bagaimana objek dan lingkungan berevolusi dari waktu ke waktu. Dengan menggabungkan ruang tiga dimensi dengan perubahan waktu yang berkelanjutan, data 4D memberikan fondasi yang lebih kaya bagi model untuk mempelajari proses fisik.
“Bahasa adalah bahasa asli manusia, sedangkan bahasa asli mesin ada di dunia fisik tiga dimensi,” kata Min Wei, pendiri Yingshen Intelligence.
Menurut Min, bahasa, gambar, dan video semuanya merupakan representasi terkompresi dari dunia nyata. Ketika realitas fisik direduksi menjadi bentuk berdimensi lebih rendah, beberapa informasi pasti akan hilang, yang berpotensi membatasi kemampuan model untuk memahami dan memprediksi interaksi fisik yang kompleks.
Interaksi di dunia nyata tidak hanya melibatkan bentuk, posisi, dan gerakan objek, tetapi juga kontak, gaya, gesekan, dan deformasi material. Proses-proses ini dapat diamati dan dimodelkan secara lebih lengkap ketika informasi spasial tiga dimensi digabungkan dengan perubahan berkelanjutan dari waktu ke waktu.
Oleh karena itu, representasi spasiotemporal terpadu yang didasarkan pada data 4D dapat membantu model mempelajari hubungan antara tindakan, lingkungan, dan hasil, serta memprediksi bagaimana keadaan suatu objek dapat berubah pada momen berikutnya.
Didukung oleh pendekatan teknologi ini, robot-robot Yingshen Intelligence dapat menyesuaikan lintasan gerakan dan strategi operasional mereka ketika menghadapi deformasi material, penyimpangan pada komponen yang masuk, atau perubahan gaya sepatu, ukuran, dan proses produksi.
Kemampuan ini telah memungkinkan robot terwujud yang fleksibel milik perusahaan tersebut untuk melangkah keluar dari pengujian laboratorium dan masuk ke lini produksi alas kaki yang sebenarnya. Ekspor mereka ke Vietnam akan menguji lebih lanjut keandalan, kemampuan adaptasi, dan skalabilitas teknologi ini di lingkungan industri luar negeri.
Penerapan Bertahap di Seluruh Proses Utama Alas Kaki
Kerja sama ini akan dilaksanakan secara bertahap. Yingshen Intelligence awalnya akan memasok dua robot manufaktur alas kaki andalannya, ShadowGlue dan ShadowPress, untuk diterapkan di beberapa lini produksi.
Robot-robot tersebut pertama-tama akan digunakan dalam proses pengeleman (gluing) dan pengepresan sol (sole pressing), dua proses kritis yang secara tradisional sangat bergantung pada tenaga kerja manual yang terampil. Pengenalan robot ini diharapkan dapat membantu pabrik-pabrik yang berpartisipasi meningkatkan fleksibilitas produksi, konsistensi operasi, dan tingkat otomatisasi.
Para mitra juga berencana untuk memperluas teknologi kecerdasan terwujud ke proses tambahan lainnya, termasuk penjahitan, pengemasan produk jadi, dan pemasangan tali sepatu otomatis. Tujuannya adalah untuk bergerak secara bertahap dari stasiun kerja robotik yang terisolasi menuju produksi multi-proses yang terkoordinasi.
Dalam jangka panjang, para mitra bermaksud membangun pabrik percontohan (benchmark) untuk manufaktur alas kaki berbasis kecerdasan terwujud di Vietnam, guna mendorong transisi seluruh lini produksi menuju operasi yang lebih otonom dan cerdas.
Mengapa Manufaktur Alas Kaki di Vietnam?
Mengapa robot terwujud masuk ke pabrik dan manufaktur fleksibel terbentuk pertama kali di industri alas kaki Vietnam?
Para pakar industri menunjuk pada dua faktor yang saling berkaitan erat. Manufaktur alas kaki bersifat sangat padat karya sekaligus menjadi salah satu sektor yang paling menantang secara teknis untuk otomatisasi yang fleksibel. Oleh karena itu, pengenalan kecerdasan terwujud ke dalam industri ini menjawab kebutuhan praktis para produsen Vietnam, sekaligus menyediakan lingkungan dunia nyata yang menuntut bagi perusahaan robotika Tiongkok untuk menguji keandalan teknologi, kemampuan adaptasi, dan kemampuan pengiriman skala besar.
Bagi para produsen di Vietnam, teknologi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi, menstabilkan kualitas produk, dan meredakan kekurangan tenaga kerja. Bagi perusahaan kecerdasan terwujud, produksi alas kaki menawarkan peluang untuk melangkah melampaui demonstrasi laboratorium dan memvalidasi sistem mereka di bawah kondisi industri yang kompleks dan terus berubah.
Kemitraan ini mencerminkan adanya permintaan akan kemampuan manufaktur yang lebih maju di Vietnam sekaligus upaya yang lebih luas untuk membawa teknologi kecerdasan terwujud ke dalam aplikasi industri skala besar internasional.
Produksi alas kaki menghadirkan hambatan teknis yang sangat tinggi untuk otomatisasi.
Bahan sepatu bersifat fleksibel dan mudah berubah bentuk, sementara terdapat perbedaan signifikan di antara gaya, ukuran, dan kombinasi bahan. Proses seperti pengeleman dan pengepresan sol mengharuskan pekerja untuk merespons variasi halus dalam bentuk, pemosisian, dan kondisi bahan, sehingga sektor ini telah lama mengandalkan pengalaman dan kecekatan operator yang terampil.
Pada saat yang sama, permintaan konsumen akan produk alas kaki yang lebih personal dan terdiversifikasi mengharuskan pabrik untuk memproses jumlah gaya dan unit penyimpanan stok (stock-keeping unit / SKU) yang terus bertambah, sering kali dalam batch yang lebih kecil dan dengan siklus produksi yang lebih pendek. Akibatnya, lini produksi harus lebih sering berganti produk dan melakukan penyesuaian secara lebih cepat.
Sistem otomatisasi industri konvensional umumnya mengikuti program yang telah ditentukan sebelumnya dan jalur gerakan yang tetap. Ketika gaya, bahan, atau persyaratan produksi berubah, peralatan tersebut mungkin perlu diprogram ulang, dikalibrasi ulang, atau dikonfigurasi ulang secara fisik. Hal ini dapat menyebabkan siklus penerapan yang panjang dan biaya modifikasi lini produksi yang lebih tinggi, membuat sistem tradisional kurang cocok untuk manufaktur multi-produk, batch kecil, dan frekuensi tinggi.
Robot terwujud Yingshen Intelligence menggabungkan persepsi visual, model dunia, dan algoritma kontrol gerak untuk mengidentifikasi lingkungan produksi, kondisi bahan, dan persyaratan proses secara waktu nyata. Sistem ini kemudian dapat menyesuaikan strategi operasional mereka sesuai dengan perbedaan gaya sepatu, ukuran, posisi bahan yang masuk, dan variabel produksi lainnya.
Alih-alih sekadar mengulangi gerakan yang telah diatur sebelumnya, robot-robot ini dirancang untuk menginterpretasikan hubungan antara bahan, ruang, tindakan, dan proses manufaktur, sehingga memungkinkan mereka beradaptasi secara lebih efektif terhadap lingkungan produksi yang kompleks dan fleksibel.
ShadowPress dirancang terutama untuk proses pengepresan sol. Menggunakan pengenalan visual dan kompensasi algoritmik, robot ini dapat menyesuaikan postur pencengkeram (gripper) dan jalur gerakannya secara dinamis sebagai respons terhadap perbedaan posisi bahan, sudut penempatan, dan bentuk sepatu.
Desainnya yang ringkas memungkinkan robot ini diintegrasikan ke dalam lini produksi semi-otomatis yang sudah ada. Hal ini memungkinkan produsen untuk memperkenalkan sistem cerdas secara bertahap, tanpa melakukan rekonstruksi besar-besaran pada pabrik mereka yang ada saat ini.
ShadowGlue dirancang untuk pengeleman alas kaki. Menurut Yingshen Intelligence, sistem ini menggunakan model dunia 4D dan teknologi koordinasi visi-tindakan (vision-action coordination) untuk mempelajari proses manufaktur dengan mengamati video para pekerja terampil.
Robot ini dapat merespons secara dinamis perubahan pada deformasi bahan sepatu, jalur tepi, dan kondisi perekat, membantu meningkatkan stabilitas dan konsistensi operasi pengeleman. Teknologi ini ditujukan agar robot tidak hanya meniru tindakan pekerja, tetapi juga mempelajari logika proses yang mendasarinya dan menyesuaikan operasi mereka ketika kondisi produksi berubah.
Kemampuan adaptasi ini sangat penting dalam manufaktur alas kaki, di mana perubahan gaya, ukuran, dan bahan yang sering terjadi membuat peralatan dengan jalur tetap sulit untuk mempertahankan kinerja yang konsisten.
Sektor Manufaktur Vietnam Mencari Fleksibilitas yang Lebih Besar
Vietnam telah menjadi salah satu pusat produksi dan ekspor alas kaki terkemuka di dunia seiring dengan terus berkembangnya rantai pasok alas kaki dan pakaian global di Asia Tenggara.
Namun, prioritas kompetitif industri ini sedang berubah. Merek-merek internasional memberikan penekanan yang lebih besar pada siklus pengiriman yang lebih pendek, kualitas yang stabil, dan kemampuan untuk merespons pesanan multi-produk dalam batch kecil secara cepat.
Akibatnya, sektor manufaktur Vietnam secara bertahap bergerak melampaui model pengembangan yang terutama didasarkan pada tenaga kerja, lahan, dan skala produksi. Produsen semakin berusaha meningkatkan efisiensi, kualitas produk, kemampuan teknologi, dan fleksibilitas produksi.
Oleh karena itu, pengenalan teknologi kecerdasan terwujud Tiongkok oleh beberapa produsen alas kaki di Vietnam mewakili lebih dari sekadar peningkatan peralatan. Ini mencerminkan meningkatnya permintaan produsen lokal akan generasi baru dari kemampuan produksi cerdas.
Dengan menerapkan robot dalam proses fleksibel yang menuntut secara teknis, pabrik mungkin dapat mengurangi ketergantungan mereka pada tenaga kerja terampil yang langka, meningkatkan konsistensi produksi, dan merespons secara lebih efektif perubahan produk yang sering terjadi serta pesanan yang terdiversifikasi.
Para pengamat industri mengatakan langkah ini dapat memberikan contoh praktis tentang bagaimana kecerdasan terwujud dapat diperkenalkan ke dalam manufaktur tradisional. Hal ini juga dapat membantu produsen alas kaki Vietnam bertransisi dari yang awalnya terutama melakukan produksi skala besar menuju pembangunan kemampuan manufaktur yang lebih efisien, padat teknologi, dan responsif.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Yingshen Intelligence akan menyediakan layanan terintegrasi yang mencakup pengiriman peralatan, instalasi dan uji coba di lokasi (commissioning), pelatihan personel, jaminan kualitas, dan dukungan purna jual.
Perusahaan juga akan menyesuaikan produk-produknya dengan lingkungan produksi aktual dan persyaratan proses dari pabrik-pabrik yang berpartisipasi di Vietnam, dengan tujuan memastikan bahwa sistem tersebut dapat beroperasi secara andal di bawah kondisi manufaktur yang nyata.
ShadowGlue dan ShadowPress telah menyelesaikan pengembangan produk dan validasi lini produksi. Kedua produk tersebut sebelumnya telah dipresentasikan di Jinjiang International Footwear and Sports Industry Expo di Tiongkok.
Perjanjian yang melibatkan ratusan robot dan pesanan senilai puluhan juta yuan ini menandai masuknya secara resmi solusi robotika alas kaki dari Yingshen Intelligence ke pasar manufaktur Asia Tenggara.
Hubungan Baru Antara Teknologi Tiongkok dan Manufaktur Asia Tenggara
Kemitraan ini menyoroti hubungan yang berkembang antara teknologi manufaktur cerdas Tiongkok dan transformasi industri Asia Tenggara.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok sedang mempercepat penerapan industri untuk model dunia, kecerdasan terwujud, dan sistem robotik. Pada saat yang sama, para produsen di Vietnam dan ekonomi Asia Tenggara lainnya sedang mencari pendekatan yang lebih efisien, fleksibel, dan cerdas untuk peningkatan industri.
Titik temu dari tren ini terletak pada kebutuhan praktis industri manufaktur tradisional. Pabrik alas kaki menyediakan lingkungan aplikasi yang sangat berharga karena mereka menggabungkan permintaan produksi skala besar dengan bahan yang kompleks, proses yang bervariasi, dan perubahan produk yang sering terjadi.
Dimulai dari lini produksi alas kaki di Hai Phong, kerja sama antara Yingshen Intelligence dan para produsen di Vietnam akan menguji bagaimana kecerdasan terwujud dapat diterapkan di seluruh proses industri yang nyata dan diskalakan ke banyak pabrik.
Alih-alih menggantikan pekerja hanya dalam satu tugas yang repetitif, tujuan yang lebih luas adalah membangun kemampuan produksi fleksibel yang dapat memahami kondisi yang berubah, mempelajari proses manufaktur, dan menyesuaikan operasi sebagaimana mestinya.
Kerja sama ini menawarkan contoh baru dari teknologi manufaktur cerdas Tiongkok yang berpartisipasi dalam peningkatan industri Asia Tenggara, sekaligus menandai transisi bertahap industri alas kaki dari produksi yang digerakkan oleh skala menuju tahap baru manufaktur yang fleksibel dan cerdas.
Recent Comments