Perusahaan kemasan Singapura yang telah berusia 50 tahun meracik warna khusus yang menyerupai rona kulit manusia asli—ditambah warna hitam khas bergaya couture—untuk sebuah maison kecantikan mewah terkemuka asal Prancis, menghadirkan warna yang tidak dapat direproduksi oleh referensi Pantone standar mana pun.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 17 September 2026 –  Firstpack, produsen kemasan yang berbasis di Singapura dan Johor dengan pengalaman lebih dari 50 tahun serta dikelola oleh tiga generasi keluarga, berhasil mengembangkan warna tinta kustom untuk salah satu maison kecantikan mewah terkemuka asal Prancis yang melampaui sistem pencocokan warna Pantone standar. Warna tersebut meliputi rona kulit yang tampak nyata untuk salah satu lini produk unggulan maison tersebut, serta warna hitam khas yang lebih pekat dan mendalam.

Ada warna-warna tertentu yang memang tidak dapat ditemukan dalam katalog standar. Sistem Pantone merupakan bahasa global untuk warna cetak, namun rona kulit manusia yang tampak alami dan warna hitam yang benar-benar pekat serta memiliki dimensi berada di batas kemampuan yang dapat ditentukan oleh swatch standar mana pun. Bagi sebuah rumah mode dan kecantikan dengan standar setinggi ini, di mana kemasan menjadi bagian dari janji kualitas produknya, menghasilkan warna yang sekadar “mendekati” referensi jelas bukan pilihan yang memadai.

Alih-alih menggunakan warna terdekat dari pustaka Pantone, tim warna Firstpack meracik setiap warna dari awal sebagai tinta kustom khusus. Rona kulit dirancang agar terlihat seperti kulit manusia yang sesungguhnya—hangat dan alami, bukan tampak datar atau seperti hasil cetakan biasa. Sementara itu, warna hitam direkayasa untuk menghasilkan kedalaman dan kekayaan warna yang melampaui tinta hitam proses maupun spot black standar. Setiap warna diprofilkan dan diuji menggunakan spektrofotometri X-Rite, serta dijaga dalam toleransi Delta-E yang sangat ketat sepanjang proses produksi, sehingga setiap karton yang keluar dari lini produksi memiliki warna yang konsisten sesuai target, lembar demi lembar dan batch demi batch.

“Ada warna-warna yang memang tidak ada di buku mana pun—Anda harus menciptakannya sendiri,” ujar Joseph Tan, Director Firstpack. “Rona kulit harus terlihat seperti kulit sungguhan, dan warna hitam khas harus memiliki kedalaman yang bisa dirasakan. Kami terus memformulasikan warna hingga benar-benar tepat, lalu memastikan warna itu dapat direproduksi secara konsisten dalam skala produksi besar. Itulah perbedaan antara sekadar mencetak warna dan merekayasa sebuah warna.”

Kemampuan tersebut merupakan hasil investasi Firstpack selama puluhan tahun dalam teknologi pengelolaan warna yang berbasis pengukuran, bukan perkiraan. Perusahaan mengoperasikan mesin cetak offset Mitsubishi enam warna, sistem kontrol spektrofotometri in-line, teknologi hot-foil finishing, serta die-cutting dalam satu fasilitas produksi. Kombinasi teknologi ini memungkinkan Firstpack melayani berbagai merek di sektor kemewahan, kecantikan, serta makanan dan minuman (F&B) di Singapura dan kawasan regional, di mana kemasan menjadi kesan pertama sebuah merek bahkan sebelum konsumen membaca satu kata pun.

https://www.firstpack.com.sg

Tentang Firstpack Enterprise Pte Ltd

Firstpack adalah produsen dan pemasok kemasan yang berkantor pusat di Singapura dan memproduksi berbagai jenis paper bag, paper box, dan carton box untuk berbagai merek di Singapura dan Malaysia. Dikelola oleh tiga generasi keluarga selama lebih dari lima dekade, Firstpack mengoperasikan dua mesin cetak offset Mitsubishi enam warna yang didukung sistem manajemen warna X-Rite, teknologi hot-foil finishing, dan die-cutting dalam satu atap untuk menghadirkan solusi kemasan berkualitas tinggi.