Snow Suen, 6 Wing, Tracy Chu, dan Karen Cheng bergabung untuk mendukung para siswa.

HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 10 September 2026 – Saat tahun ajaran baru dimulai, anak-anak bertemu guru baru, mencari teman baru, dan menghadapi tantangan baru. Mereka mungkin merasa bersemangat menyambut apa yang ada di depan, tetapi bisa juga merasa gugup dan tidak yakin. Save the Children Hong Kong meluncurkan Every Moment Matters, sebuah kampanye kesadaran publik tentang kesehatan mental anak. Kampanye ini menghadirkan Duta Kesehatan Mental Anak Snow Suen, selebritas 6 Wing, Tracy Chu, Karen Cheng, serta sejumlah bintang cilik dalam serangkaian video penyemangat kembali ke sekolah. Para orang tua selebritas tersebut juga berbagi pengalaman parenting mereka untuk mendorong masyarakat lebih memperhatikan kebutuhan emosional anak pada masa perubahan, penyesuaian, dan pertumbuhan.

Keterangan Foto: Every Moment Matters menghadirkan Duta Kesehatan Mental Anak Snow Suen, selebritas 6 Wing, Tracy Chu, dan Karen Cheng untuk mendukung para siswa dan berbagi kiat menghadapi kembali ke sekolah.

Every Moment Matters mengingatkan publik bahwa tekanan emosional tidak selalu memiliki satu bentuk yang tetap, dan anak-anak tidak selalu mampu mengungkapkan kesulitan mereka dengan kata-kata. Respons yang diam, menghindari kontak mata, atau pintu yang tertutup bisa menjadi tanda tekanan dan kesusahan yang belum diketahui cara anak untuk mengomunikasikannya. Dengan pesan kampanye “Before the moment is gone, start with a knock”, kampanye ini mengajak orang tua, pengasuh, dan masyarakat luas untuk lebih memperhatikan kebutuhan emosional anak. Ketukan sederhana melambangkan rasa hormat, kebersamaan, dan kesiapan untuk mendengarkan. Ketukan itu juga dapat menciptakan momen ketika anak merasa cukup aman untuk mengekspresikan diri.

Selebritas bergabung untuk membantu anak-anak menjalani tahun ajaran baru

Every Moment Matters menghadirkan Snow Suen, 6 Wing, Tracy Chu, Karen Cheng, dan sejumlah bintang cilik dalam seri video Starting the School Year Together. Selain memberikan semangat kepada para siswa, para orang tua selebritas tersebut berbagi cara praktis untuk mendukung anak saat kembali ke sekolah.

Persiapan sekolah dimulai dengan membangun rasa aman

Tahun ajaran baru dapat membawa guru baru, teman sekelas baru, lingkungan sekolah baru, dan pekerjaan sekolah yang lebih menantang. Anak-anak mungkin merasa bersemangat menghadapi perubahan ini, tetapi rasa gugup dan ketidakpastian juga bisa muncul. Daripada terus-menerus mengingatkan anak tentang tantangan yang akan dihadapi, orang tua dapat membantu mereka memahami apa yang akan terjadi, memberi waktu untuk menyesuaikan diri, serta memberikan dukungan yang positif namun praktis.

Duta Kesehatan Mental Anak Snow Suen berbagi bahwa ketika anak bungsunya mulai masuk taman kanak-kanak, ia menjelaskan terlebih dahulu bahwa akan ada guru dan teman sekelas di sekolah. Ia juga meyakinkan anaknya bahwa ia akan menjemputnya setiap akhir hari sekolah, sehingga membantu anaknya mengembangkan rasa aman yang lebih besar.

Putra aktris Tracy Chu juga mulai masuk pre-nursery di sekolah baru. Sebelum masa sekolah dimulai, ia mengajaknya ke area sekitar sekolah agar anaknya bisa mengenal lingkungan baru dan merasa tidak terlalu asing atau takut pada hari pertama.

Penyanyi 6 Wing menilai bahwa memesan buku pelajaran dan menyelesaikan pekerjaan rumah musim panas adalah persiapan penting untuk kembali ke sekolah, tetapi membantu anak menghadapi tantangan baru dengan pola pikir positif jauh lebih penting. Ia mengatakan, “Bagi seorang anak, kembali ke sekolah bisa berarti memasuki lingkungan yang sepenuhnya baru. Orang tua dapat terlebih dahulu memberi anak waktu untuk mengalami lingkungan baru dan menyesuaikan diri dengan ritme mereka sendiri. Daripada hanya berfokus pada betapa sulitnya tahun ajaran baru atau betapa kerasnya mereka harus berusaha, kita bisa membiarkan mereka menjalaninya selangkah demi selangkah.”

Mulailah dari hal yang penting bagi anak

Ketika anak pulang sekolah, orang tua mungkin ingin sekali bertanya apa yang telah mereka pelajari atau apakah mereka mampu mengikuti pelajaran. Namun, para orang tua selebritas yang tampil dalam video percaya bahwa percakapan dapat dimulai dari pengalaman sekolah dan perasaan yang paling penting bagi anak.

Snow Suen berbagi bahwa ia biasanya memulai dengan bertanya kepada anak-anaknya: “Bagaimana harimu?”, “Apakah kamu bersenang-senang?” atau “Apakah ada hal baru atau menarik yang terjadi hari ini?” Ia mencatat bahwa orang dewasa juga ingin ada yang peduli tentang bagaimana perasaan mereka setelah seharian bekerja, dan anak-anak membutuhkan perhatian yang sama. Ia juga mendorong orang tua untuk berbagi pengalaman dan perasaan mereka sendiri hari itu, sehingga komunikasi menjadi pertukaran dua arah, bukan serangkaian pertanyaan yang diarahkan kepada anak. Ketika berbagi setiap hari menjadi kebiasaan, anak-anak mungkin menjadi lebih mau bercerita bukan hanya tentang hal menarik yang terjadi di sekolah, tetapi juga tentang pengalaman yang membuat mereka tidak senang. Snow Suen mengatakan, “Anak kecil mungkin belum memiliki cukup pengalaman untuk mengelola emosi mereka, jadi mereka membutuhkan orang tua untuk berbicara dengan mereka dan menunjukkan bahwa mereka peduli. Yang paling penting, anak-anak harus tahu bahwa apa pun yang terjadi, akan ada seseorang yang mendukung mereka dan orang tua mereka akan ada untuk mereka.”

6 Wing berbagi bahwa ketika anak-anaknya pulang setelah hari pertama sekolah, ia bertanya apakah mereka bahagia, apakah sekolah menyenangkan, dan apakah mereka mendapat teman baru. Ia percaya orang tua dapat terlebih dahulu bertanya bagaimana anak menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah baru dan hubungan sosial, alih-alih langsung bertanya apakah mereka mampu mengikuti kurikulum. Presenter radio Karen Cheng juga percaya bahwa orang tua dapat memulai dari hal-hal yang paling dipedulikan anak. Hal-hal itu bisa mencakup siapa guru kelas mereka, teman sekelas mana yang duduk di samping mereka, dan apa yang mereka lakukan bersama teman-teman saat istirahat. Pertanyaan yang spesifik dapat membantu anak mengingat dan berbagi pengalaman mereka, sehingga percakapan lebih mudah berlanjut.

Karen Cheng percaya orang tua dapat mendekati percakapan dari sudut pandang anak dengan bertanya lebih dulu tentang orang-orang dan pengalaman yang paling penting bagi mereka.

Orang dewasa mungkin tidak dapat segera menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi anak, tetapi mereka dapat berhenti sejenak, memahami, dan merespons kebutuhan emosional anak pada momen itu. Kehadiran yang berkelanjutan dan mendengarkan dengan penuh perhatian dapat membantu anak merasa bahwa mereka tidak menghadapi tantangan sendirian dan mendukung mereka mengembangkan rasa aman yang lebih kuat.

Wawasan ahli dan video tematik membantu pengasuh merespons kebutuhan kesehatan mental anak

Save the Children Hong Kong meluncurkan serangkaian konten edukasi publik dan sumber daya dukungan di situs web kampanye. Ini mencakup berbagi dari selebritas, wawasan ahli, video edukasi publik, dan film pendek tematik No Regrets. Bersama-sama, sumber daya ini membantu orang tua, pengasuh, dan publik lebih memahami tekanan emosional yang mungkin dialami anak, serta bagaimana orang dewasa dapat meresponsnya.

Every Moment Matters meluncurkan serangkaian konten edukasi publik dan sumber daya dukungan melalui situs web kampanye.

Film pendek tematik No Regrets, yang dibintangi aktor cilik Ariel So dari Warriors of Future, mengajak orang tua dan pengasuh memanfaatkan setiap kesempatan untuk peduli terhadap kebutuhan emosional anak.

Kalina Tsang, CEO Save the Children Hong Kong, mengatakan, “Setiap anak berhak didengar, dan setiap orang dewasa memiliki peran penting. Orang dewasa mungkin tidak dapat segera menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi anak, tetapi setiap momen yang tampak biasa dapat menjadi kesempatan untuk membuat perbedaan.” Ia menambahkan, “Orang tua dan pengasuh dapat memulai dari pengamatan sehari-hari, kehadiran yang sabar, dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Ketika seorang anak belum siap mengekspresikan diri, orang dewasa dapat terlebih dahulu memberikan rasa hormat dan ruang. Dengan lebih memperhatikan dan tidak melewatkan lebih sedikit momen, kita memiliki peluang lebih besar untuk merespons kebutuhan anak lebih awal.”

Save the Children Hong Kong mengajak orang tua, pengasuh, sekolah, organisasi yang berhadapan dengan anak, dan masyarakat luas untuk memulai dari momen ini dan terus memperhatikan kebutuhan emosional anak. Every Moment Matters akan meningkatkan kesadaran publik tentang kesehatan mental anak secara bertahap. Fase pertama berfokus pada mengenali tanda-tanda, mengingatkan orang dewasa bahwa kesulitan anak tidak selalu terlihat. Kampanye ini kemudian akan memperkenalkan serangkaian kegiatan yang mendorong orang dewasa menciptakan kesempatan dan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan diri, serta menjadikan rasa hormat dan mendengarkan bagian dari kehidupan keluarga dan komunitas sehari-hari: smallest knock, biggest talk.

Catatan untuk Editor
Sumber daya edukasi publik dan dukungan, termasuk:


https://savethechildren.org.hk/en/
https://www.linkedin.com/company/save-the-children-hong-kong
https://www.facebook.com/savethechildrenhk
https://www.instagram.com/savethechildrenhk/
YouTube: https://www.youtube.com/user/savehk

Save the Children Hong Kong

Save the Children percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Hong Kong dan di seluruh dunia, kami melakukan apa pun yang diperlukan – setiap hari dan di masa-masa krisis – agar anak-anak dapat memenuhi hak-hak mereka atas awal kehidupan yang sehat, kesempatan untuk belajar, serta perlindungan dari bahaya. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah organisasi independen untuk anak-anak yang pertama dan terkemuka di dunia – mengubah kehidupan dan masa depan.

Didirikan pada tahun 2009, Save the Children Hong Kong merupakan bagian dari gerakan global yang beroperasi di sekitar 100 negara. Kami bekerja sama dengan anak-anak, keluarga, sekolah, komunitas, dan para pendukung kami untuk menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi anak-anak di Hong Kong dan di seluruh dunia.

Kunjungi: website, or follow us on Facebook, Instagram, LinkedIn, and YouTube.