NANNING, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – 19 September 2026 – Pada 17 September, China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) resmi dibuka di Nanning, Guangxi. Mengusung tema “Peluang CAFTA 3.0, Kehidupan yang Lebih Baik”, acara pembukaan CAEXPO dan CABIS ke-23 ini dihadiri oleh para pemimpin serta tamu penting dari dalam dan luar negeri.

Tahun ini menandai peringatan 5 tahun pembentukan kemitraan strategis komprehensif China-ASEAN, tahun pertama pelaksanaan “Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-China (2026-2030)”, sekaligus tahun krusial untuk mempercepat penerapan Protokol Pembaruan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (CAFTA) 3.0 setelah penandatanganannya.

CAEXPO ke-23 memiliki total luas area pameran sekitar 170.000 meter persegi yang menampilkan berbagai pencapaian kerja sama terbaru antara China dan negara-negara ASEAN, serta peluang bisnis baru di bawah CAFTA Versi 3.0. Lebih dari 3.400 perusahaan dari 70 lebih negara dan wilayah turut berpartisipasi, dengan peningkatan jumlah peserta pameran sebesar 5,3% dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Timor-Leste melakukan debutnya sebagai anggota resmi ASEAN sekaligus penyelenggara pendamping CAEXPO. Hal ini menandai momen bersejarah bagi jangkauan kemitraan CAEXPO, karena untuk pertama kalinya seluruh 11 negara ASEAN berkumpul di Nanning, Guangxi, sejak perluasan keanggotaan ASEAN. Selain area pameran utama di Nanning International Convention and Exhibition Center, dua area pameran lainnya juga disiapkan di CAAIC Community dan Guilin International Conference & Exhibition Center.

Untuk pertama kalinya, pameran kebutuhan negara-negara ASEAN dihadirkan selama acara berlangsung, disertai peluncuran daftar kebutuhan ASEAN. Pameran ini berfokus menampilkan proyek dan kebutuhan aplikasi negara-negara ASEAN di bidang-bidang seperti transportasi, logistik pintar, aplikasi kecerdasan buatan, pengelolaan perkotaan, dan pembangunan kawasan industri, sehingga menciptakan platform penyesuaian tepat sasaran yang baru dan terpadu bagi China dan ASEAN.

Selain itu, lebih dari 50 kegiatan promosi ekonomi dan perdagangan akan diselenggarakan selama acara, dengan fokus pada fasilitasi perdagangan dan investasi, integrasi ekonomi regional, kerja sama rantai industri dan pasokan lintas batas, serta topik lainnya seperti “Shop in China”, “Export to China”, dan “Invest in China”.