NANNING, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – 18 September 2026 –Pada 16 September, upacara peluncuran navigasi untuk Terusan Pinglu digelar di Qinzhou, Guangxi.

Pada pukul 10.25 pagi hari itu di Hub Madao, kapal perdana membunyikan klakson bergema yang membahana di udara diiringi tepuk tangan meriah dari kerumunan yang menyaksikan momen bersejarah ini. Terusan Pinglu, “naga abad ini” yang menghubungkan sungai ke laut, secara resmi dibuka untuk navigasi. Di Pelabuhan Qinzhou, tempat cakrawala menyatu sempurna dengan hamparan laut dan langit yang luas, Hub Madao berdiri tegak sebagai simbol ambisi dan kemajuan. Pintu air raksasa berbentuk V terbalik setinggi 39,08 meter, bagaikan raksasa baja yang merentangkan tangannya lebar-lebar, membuka gerbang menuju era kekuatan dan kemakmuran maritim.
Terusan Pinglu berawal dari Muara Sungai Pingtang di Hengzhou, Nanning, Guangxi. Terusan ini melintasi Kota Luwu di Kabupaten Lingshan, Qinzhou, dan mengalir ke Teluk Beibu melalui Sungai Qinjiang. Membentang sepanjang 134,2 kilometer, terusan ini dibangun untuk memenuhi standar jalur pelayaran pedalaman Kelas I, yang mampu menampung kapal hingga bobot 5.000 ton.
Sejak pembangunannya dimulai pada 28 Agustus 2022, ratusan unit yang terlibat dan puluhan ribu pekerja telah bekerja tanpa lelah siang dan malam untuk menciptakan proyek bermutu dan berstandar tinggi, dengan fokus pada keunggulan, keberlanjutan, dan integritas. Proyek ini mencakup pembangunan hub bertingkat Madao, Qishi, dan Qingnian, bersama dengan saluran navigasi dan fasilitas pendukung. Terusan Pinglu telah mencetak empat rekor dunia, yaitu kapasitas navigasi tertinggi di antara terusan sejenis di dunia, kecepatan operasi pintu air tercepat untuk jenis pintu air kapal sekelasnya, beda tinggi muka air (water head) tertinggi pada pintu air hemat air secara global, dan skala pintu air hemat air terbesar di sungai pedalaman secara global.
Pada hari peluncurannya, rute perdagangan internasional “Nanning-Can Tho (Vietnam)” dan rute perdagangan domestik “Nanning-Yangpu (Hainan)” secara resmi dibuka untuk dua arah. Empat belas kapal kargo, yang sarat dengan gula, bahan bangunan, mineral, baja, dan barang-barang lainnya, berhasil melewati pintu air dan memulai pelayaran perdana mereka. Sementara itu, enam belas kapal yang mengangkut batu bara, bijih besi, bauksit, pupuk, batu kapur kalsium tinggi, dan barang-barang lainnya memasuki Wilayah Aliran Sungai Xijiang secara teratur. Tiga hub utama, yaitu Madao, Qishi, dan Qingnian, bekerja sama secara harmonis untuk memastikan penjadwalan pintu air kapal berjalan terstandar, teratur, aman, dan efisien.
Pada saat yang sama, empat rute transportasi air penumpang juga diluncurkan, yaitu Jalur Lingkar Kawasan Layanan Terpadu Air Xinfu ke Hub Madao, Jalur Lingkar Kawasan Layanan Terpadu Air Xinfu ke Muara Sungai Pingtang, Jalur Lingkar Kawasan Layanan Terpadu Air Qinzhou ke Hub Qingnian, dan Jalur Lingkar Kawasan Layanan Terpadu Air Qinzhou ke Jembatan Longmen.
Terusan Pinglu terhubung ke sistem Sungai Xijiang di utara dan membentang hingga Teluk Beibu di selatan, membuka jalur maritim kedua menuju laut bagi sistem Sungai Mutiara-Sungai Xijiang. Jalur air baru ini memberi Tiongkok barat daya akses langsung ke Teluk Beibu, melengkapi jalur laut ke arah timur yang sudah ada dan memangkas jarak perjalanan ke laut lebih dari 560 kilometer. Proyek ini diperkirakan dapat menghemat biaya pengiriman barang tahunan lebih dari 5 miliar yuan bagi wilayah-wilayah di sepanjang rute tersebut.
Pada upacara peresmian, para ahli menyoroti makna sejarah yang mendalam dari peristiwa ini. Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, Terusan Lingqu dibangun di Guangxi, menghubungkan sistem perairan Sungai Yangtze dan Sungai Mutiara. Kini, terusan baru telah selesai dibangun di wilayah yang sama, menyediakan akses langsung ke sungai dan laut. Selesainya dan dibukanya Terusan Pinglu tidak hanya akan membentuk kembali lanskap pembangunan Guangxi, tetapi juga memainkan peran krusial dalam mendorong keterbukaan dan pertumbuhan Tiongkok bagian barat daya dan selatan-tengah, serta seluruh negeri. Selain itu, proyek ini akan menyuntikkan momentum baru bagi transportasi, logistik, serta kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN.
Recent Comments