- Diluncurkan pada semester pertama (H1) 2026, layanan Heavy Weight Express mencatat pertumbuhan Weight per Day sebesar 16% di kawasan Asia Pasifik (di luar China).
- Kargo bernilai tinggi yang terkait dengan teknologi, sektor rekayasa dan manufaktur, serta industri otomotif menjadi pendorong utama pertumbuhan, dengan menyumbang sekitar dua pertiga dari total bobot pengiriman pada segmen kargo berat.
SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 16 September 2026 – Setelah DHL Express meluncurkan layanan Heavy Weight Express (HWX) pada tahun ini, DHL Express mencatat pertumbuhan 16% pada Time Definite International Weight per Day di kawasan Asia Pasifik (di luar China) selama periode Januari hingga Juli 2026. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Smart Industrial Growth Strategy milik DHL mulai memberikan hasil positif, seiring semakin banyak perusahaan mengirim komponen penting berukuran besar, mesin, dan peralatan industri melintasi batas negara.
Pasar pengiriman kargo berat terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan riset industri, diperkirakan sekitar 10,2 juta ton pengiriman kargo berat dipindahkan setiap tahun di kawasan Asia Pasifik (di luar China). Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan berupaya mengurangi persediaan dan meningkatkan efisiensi rantai pasok mereka. Namun, saat ini perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang jauh lebih tidak menentu akibat gangguan perdagangan, hambatan manufaktur, dan fluktuasi permintaan. Meningkatnya volume pengiriman kargo berat mencerminkan perubahan cara perusahaan mengelola risiko rantai pasok, di mana mereka semakin mengandalkan layanan logistik ekspres tidak hanya untuk menghadapi lonjakan permintaan secara tiba-tiba, tetapi juga untuk memperoleh kelincahan, kepastian, dan kendali yang lebih besar terhadap jadwal pengiriman.
“Di balik angka-angka tersebut terdapat kenyataan sederhana: perusahaan mengirimkan barang-barang berat ketika waktu menjadi faktor yang sangat penting dan pengiriman tersebut bersifat kritis,” kata Ken Lee, CEO Asia Pacific DHL Express.
“Ketika perusahaan terus menghadapi lanskap bisnis yang kompleks, di mana ketidakpastian telah menjadi hal yang biasa, kecepatan dan keandalan kini juga menjadi bagian dari pengambilan keputusan bisnis. Pelanggan secara sengaja menentukan jenis barang yang mereka kirim melalui jaringan kami. Solusi Heavy Weight Express membantu perusahaan menghindari waktu henti operasional, melindungi modal kerja, dan menjaga operasional tetap berjalan ketika rantai pasok tidak berjalan sesuai rencana.”
Teknologi, Rekayasa & Manufaktur, serta Otomotif Menjadi Kontributor Utama Pengiriman Kargo Berat di Asia Pasifik
Di seluruh kawasan Asia Pasifik, kargo bernilai tinggi yang terkait dengan teknologi, seperti chip komputer dan semikonduktor, menyumbang porsi terbesar dari segmen kargo berat DHL Express, yakni lebih dari 34%. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi yang pesat dalam pembangunan pusat data untuk memenuhi meningkatnya permintaan kapasitas komputasi, penyimpanan data, layanan cloud, serta kecerdasan buatan (AI).
Perkembangan tersebut meningkatkan permintaan pengiriman berbagai komponen teknologi, mulai dari semikonduktor dan server hingga sistem pendingin dan infrastruktur kelistrikan. Namun, lonjakan pembangunan pusat data juga memicu hambatan dalam rantai pasok karena permintaan terhadap manufaktur semikonduktor melampaui ketersediaan infrastruktur pendukung. Akibatnya, layanan logistik ekspres semakin sering digunakan untuk mengirim komponen-komponen penting secara cepat dan efisien agar proyek tetap berjalan sesuai jadwal.
Selain sektor teknologi, penyumbang utama lainnya dalam segmen kargo berat berasal dari industri rekayasa dan manufaktur serta otomotif.
Otomotif Menjadi Sektor dengan Pertumbuhan Tercepat
Layanan Heavy Weight Express (HWX) juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat di sektor otomotif, dengan bobot pengiriman meningkat hampir 20%.
Sebagai kawasan eksportir utama untuk industri otomotif, Asia Pasifik juga mengalami lonjakan pertumbuhan merek otomotif Asia, khususnya produsen kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dari China dan Asia Tenggara. Ketika merek-merek ini memperluas pasar ke berbagai negara baru, mereka juga semakin banyak mengirim komponen kendaraan yang dipasok dari berbagai pemasok dan produsen lintas negara.
Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan yang semakin besar terhadap layanan pengiriman ekspres agar proses produksi tetap berjalan tanpa hambatan. Dalam industri otomotif, satu pengiriman yang terlambat atau gagal dapat langsung menyebabkan kerugian hingga jutaan dolar bagi produsen kendaraan.
Asia Perkuat Perannya sebagai Pusat Perdagangan Strategis
Di kawasan Asia Pasifik (di luar China), pertumbuhan tercepat pengiriman kargo berat selama tujuh bulan pertama tahun ini berasal dari India, Filipina, Vietnam, Jepang, dan Hong Kong.
Pasar-pasar tersebut mencerminkan dua koridor perdagangan terkuat di kawasan, yaitu peran Asia Tenggara sebagai basis manufaktur dan pengadaan, serta posisi strategis Asia Utara sebagai pusat rantai pasok teknologi bernilai tinggi, industri, dan otomotif. Selain itu, India, Filipina, dan Vietnam juga diakui sebagai pasar utama dalam inisiatif geographic tailwinds.
“Ketika perusahaan terus memproduksi barang dari Asia, menjaga keseimbangan jadwal proyek serta membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan lincah menjadi prioritas utama. Untuk mempertahankan kesinambungan produksi dan memastikan kepastian pengiriman, mereka mengonsolidasikan barang menjadi pengiriman dengan muatan yang lebih berat. Kondisi-kondisi yang tidak bisa ditawar ini juga menjadi pendorong urgensi yang memberikan kami keunggulan dalam membantu mengirimkan barang pelanggan tepat pada waktu yang telah ditentukan,” ujar Ken Lee, CEO Asia Pacific DHL Express.
Dalam beberapa tahun terakhir, DHL Express terus memperluas infrastruktur di kawasan Asia Pasifik, termasuk hub global yang diperluas di Hong Kong, fasilitas baru di dekat bandara Cebu dan Manila, gateway di Bandara Christchurch, gateway Hanoi di dekat Bandara Noi Bai, serta gateway Delhi. Secara keseluruhan, DHL kini memiliki sekitar 1.000 fasilitas di kawasan Asia Pasifik.
Jaringan tersebut didukung oleh jaringan penerbangan yang kuat dengan sekitar 810 penerbangan setiap hari, sehingga memperkuat kemampuan DHL dalam menangani pengiriman internasional yang sensitif terhadap waktu di seluruh kawasan.
¹McKinsey/IHS Markit (2024)

DHL – Perusahaan Logistik untuk Dunia
DHL merupakan merek global terkemuka di industri logistik. Berbagai divisi DHL menawarkan portofolio layanan logistik yang tak tertandingi, mulai dari pengiriman paket domestik dan internasional, solusi pengiriman dan pemenuhan e-commerce, layanan ekspres internasional, transportasi darat, udara, dan laut, hingga manajemen rantai pasok industri.
Dengan sekitar 389.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 220 negara dan wilayah di seluruh dunia, DHL menghubungkan masyarakat dan pelaku bisnis secara aman dan andal, sekaligus memungkinkan arus perdagangan global yang berkelanjutan. Melalui solusi khusus untuk pasar dan sektor industri yang berkembang, termasuk teknologi, ilmu hayati dan layanan kesehatan, rekayasa, manufaktur dan energi, otomotif dan mobilitas, serta ritel, DHL memantapkan posisinya sebagai “Perusahaan Logistik untuk Dunia.”
DHL merupakan bagian dari DHL Group. Pada tahun 2025, DHL Group membukukan pendapatan sekitar 82,9 miliar euro. Melalui praktik bisnis yang berkelanjutan serta komitmennya terhadap masyarakat dan lingkungan, grup ini memberikan kontribusi positif bagi dunia. DHL Group menargetkan tercapainya logistik dengan emisi nol bersih (net-zero emissions) pada tahun 2050.
Recent Comments