SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 16 September 2026 – Layanan pesan-antar makanan kini telah menjadi bagian yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari bagi hampir dua dari tiga rumah tangga di Singapura (64%), namun faktor kenyamanan saja tidak lagi cukup. Mulai dari memilih restoran hingga melakukan pembayaran dan menerima pesanan, konsumen Singapura mengharapkan pilihan yang bermakna, nilai yang jelas, serta pengalaman yang unggul – dan mereka mengandalkan persaingan pasar yang sehat untuk menjaga ketiga hal tersebut.

Namun, menyusul keluarnya Deliveroo dari pasar pada bulan Maret 2026, studi konsumen terbaru oleh Blackbox Research mengungkapkan kekhawatiran yang meluas bahwa ekspektasi tiga aspek tersebut mulai terganggu. Dengan sektor yang secara efektif terkonsolidasi menjadi pasar dua pemain, konsumen semakin memandang biaya tambahan platform, markup harga, dan kesepakatan eksklusivitas sebagai beban langsung terhadap biaya hidup.

Temuan utama dari studi terhadap 1.001 konsumen pesan-antar aktif meliputi:

  • Kekhawatiran Lonjakan Biaya: 85% konsumen khawatir akan biaya pengiriman yang lebih tinggi, sementara 84% memperkirakan harga menu dan biaya platform yang lebih mahal sebagai dampak langsung dari berkurangnya persaingan.
  • Pembatalan Pesanan di Keranjang Belanja: Lebih dari dua pertiga konsumen (69%) telah meninggalkan atau membatalkan pesanan di tahap pembayaran (checkout) dalam tiga bulan terakhir akibat biaya tambahan mendadak di akhir.
  • Menyempitnya Duopoli: Lebih dari sembilan dari sepuluh pengguna aktif (92%) kini beralih ke GrabFood (jangkauan 85%) atau foodpanda (jangkauan 66%). Akibatnya, 57% konsumen merasa pilihan nyata mereka telah menyusut.
  • Kebutuhan akan Menu Terbuka: 83% konsumen berpendapat bahwa restoran seharusnya terdaftar di berbagai platform pengiriman, bukannya terikat dalam kesepakatan aplikasi tunggal.
  • Tekanan pada Pelaku Usaha: 72% percaya bahwa semakin sedikitnya platform menyebabkan restoran lokal terbeban biaya komisi yang lebih tinggi atau persyaratan komersial yang lebih lemah, yang pada akhirnya dibebankan kembali ke tagihan konsumen.

David Black, Pendiri & CEO Blackbox Research, mengatakan: “Pesan-antar makanan telah menjadi rutinitas mingguan yang penting bagi sebagian besar rumah tangga, dan warga Singapura memiliki ekspektasi yang sangat jelas tentang apa yang membuatnya sepadan: pilihan yang bermakna, nilai yang adil, dan layanan yang andal. Namun, ada kecemasan nyata di seluruh pasar. Pengguna pesan-antar harian khawatir bahwa tanpa persaingan yang ketat, merekalah yang harus menanggung risikonya – baik dalam finansial maupun melalui penurunan kualitas pengalaman. Ketika aplikasi pengiriman memberi makan mayoritas rumah tangga, praktik penetapan harga platform menjadi isu biaya hidup sehari-hari yang berdampak langsung.”

Hasil Akhir: Apa Arti Semua Ini

Pilihan, nilai, dan layanan bukanlah ekspektasi yang terpisah. Ketiganya bergantung pada platform yang terus bersaing secara aktif untuk setiap pesanan. Jika tekanan persaingan tersebut melemah, konsumen mengantisipasi opsi yang lebih sedikit, biaya yang lebih tinggi, dan layanan yang lebih buruk – sementara bisnis kuliner lokal menghadapi himpitan yang lebih berat.

Laporan lengkap berjudul Hungry for Choice: Are Singapore’s consumers and food businesses paying the price of reduced competition in food delivery?, tersedia untuk diunduh di sini.

Tentang Studi & Metodologi

Studi ini menggabungkan pemungutan suara konsumen secara kuantitatif dengan wawancara bersama para ahli industri:

  • Survei Kuantitatif: Dilakukan secara daring pada bulan Juli 2026 di antara 1.001 konsumen pesan-antar makanan aktif berusia 18 tahun ke atas di Singapura yang memesan melalui aplikasi dalam tiga bulan sebelumnya. Sampel ini secara cermat mencerminkan demografi nasional berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, dan etnis.
  • Wawancara Ahli: Dilakukan pada bulan Agustus 2026 dengan lima spesialis independen di bidang ekonomi persaingan, operasi platform, perdagangan UMKM, dan kebijakan publik.

Metodologi lengkap dan indeks pertanyaan dapat diakses secara publik di sini.

https://www.blackbox.com.sg/
https://www.linkedin.com/company/blackbox-research/
https://blackboxresearch.substack.com/

Blackbox Research

Berpusat di Singapura, Blackbox adalah penyedia intelijen keputusan (decision intelligence) terkemuka di Asia Tenggara, yang menyediakan solusi sains keputusan dan perspektif tingkat komunitas mengenai berbagai tantangan kontemporer. Sebagai penyedia wawasan data, kami bekerja sama secara erat dengan pelaku bisnis, pemerintah, regulator, dan organisasi nirlaba di seluruh kawasan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi blackbox.com.sg.