Pedagang kaki lima (hawker), kafe, dan restoran dapat mengklaim halaman bisnis mereka serta membuat program loyalitas dan referensi dengan identitas merek sendiri tanpa biaya awal.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 30 Juli 2026 – Seiring komitmen Singapura mengalokasikan lebih dari S$1 miliar untuk riset kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan talenta selama periode 2025–2030, platform loyalitas lokal STAMPEDE membantu pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) skala kecil memanfaatkan AI tanpa harus mempelajari teknologi yang rumit atau merekrut tim pemasaran khusus.

STAMPEDE telah membuat lebih dari 11.000 halaman bisnis gratis yang dapat diklaim oleh pelaku usaha F&B di seluruh Singapura. Halaman tersebut memberikan titik awal kehadiran digital bagi pedagang kaki lima (hawker), kafe, restoran, dan jaringan usaha kecil, sehingga pelanggan dapat menemukan informasi penting seperti lokasi, penilaian (rating), dan detail gerai.

Pemilik usaha dapat mengklaim halaman tersebut secara gratis, menyiapkan program loyalitas digital dengan identitas merek mereka sendiri secara penuh, serta meninjau sistemnya sebelum memutuskan untuk mengaktifkan paket berbayar.

Inisiatif ini hadir di tengah tekanan yang masih dihadapi sektor F&B di Singapura. Dalam periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2025, sebanyak 2.431 usaha ritel makanan menghentikan operasinya. Dari jumlah tersebut, 63% merupakan usaha yang telah terdaftar selama lima tahun atau kurang, sementara 82% di antaranya tidak pernah mencatatkan laba dalam laporan pajak tahunan mereka.

Dalam situasi tersebut, STAMPEDE memusatkan perhatian pada aspek yang dapat dikendalikan langsung oleh para pelaku usaha, yaitu mendorong pelanggan untuk kembali berkunjung, memperoleh manfaat dari program loyalitas, dan merekomendasikan bisnis kepada orang lain.

“Singapura berinvestasi besar-besaran dalam AI, dan itu merupakan peluang yang sangat baik. Namun, pemilik usaha hawker atau kafe seharusnya tidak perlu menjadi ahli AI untuk bisa merasakan manfaatnya,” ujar Wilson Komala, Pendiri STAMPEDE.

“Pada akhirnya, yang diinginkan para pelaku usaha F&B hanyalah pelanggan yang terus kembali dan mengajak teman-teman mereka. Teknologi seharusnya bekerja secara otomatis di balik layar, mengubah aktivitas pelanggan sehari-hari menjadi tindakan yang sederhana, bukan menambah dashboard baru yang harus dipantau atau keterampilan baru yang harus dipelajari pemilik usaha,” tambah Wilson.

Pelanggan dapat bergabung dengan program loyalitas di gerai yang berpartisipasi hanya dengan memindai kode QR melalui peramban (browser) di ponsel mereka. Proses pendaftaran dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 detik tanpa perlu mengunduh aplikasi, sementara staf cukup menggunakan kamera ponsel biasa untuk memberikan stempel digital tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.

Platform ini menggabungkan kartu stempel digital, program hadiah referensi, kupon, data pelanggan, serta sistem retensi berbasis AI berupa kampanye otomatis yang mempelajari perilaku pelanggan agar dapat mengirimkan penawaran yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat, mulai dari pesan untuk mengajak pelanggan kembali hingga hadiah ulang tahun. Selain itu, laporan AI mingguan menjelaskan apa yang telah terjadi dan langkah yang sebaiknya dilakukan berikutnya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Hasil awal dari empat merek F&B di Singapura menunjukkan dampak nyata dari platform tersebut terhadap aktivitas pelanggan. Dalam waktu kurang dari empat bulan, OMMA Chicken Soup, CHA MULAN, LICKERS, dan Shang Cha secara kolektif berhasil memperoleh lebih dari 16.000 anggota program loyalitas, menghasilkan lebih dari 1.500 referensi yang berhasil, serta mencatat lebih dari 4.600 penukaran kupon di 21 gerai.

OMMA Chicken Soup dan CHA MULAN, yang memiliki pendiri yang sama dan mengoperasikan total 16 gerai, bersama-sama berhasil memperoleh lebih dari 14.000 anggota loyalitas dan menghasilkan lebih dari 1.200 referensi pelanggan.

“Sebelumnya, anggota kami tidak dapat memperoleh hadiah ketika mereka merekomendasikan teman. Kini saya dapat memberikan penghargaan kepada mereka karena berhasil membawa pelanggan baru yang benar-benar bertransaksi di toko kami,” ujar Josiah Tan, salah satu pendiri OMMA Chicken Soup dan CHA MULAN.

Merek es krim lokal LICKERS berhasil memperoleh lebih dari 2.000 anggota loyalitas dan lebih dari 260 referensi pelanggan di seluruh gerainya.

“Beralih dari kartu loyalitas berbahan kertas ke STAMPEDE merupakan peningkatan yang sangat besar. Fitur yang paling menonjol adalah flash vouchers karena memberikan keuntungan instan kepada pelanggan sehingga mereka terdorong untuk kembali, sekaligus menjadi cara yang praktis bagi kami untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Ini adalah sistem loyalitas paling mudah digunakan yang pernah kami pakai,” ujar Alicia, pemilik LICKERS.

Shang Cha, merek minuman teh yang menemukan STAMPEDE melalui direktori daring perusahaan dan melakukan proses pendaftaran sendiri tanpa berbicara dengan tim STAMPEDE, menguji langsung kemampuan sistem retensi berbasis AI tersebut.

“Kami sempat mematikan pesan otomatis STAMPEDE selama satu minggu sebagai percobaan, dan jumlah pelanggan yang kembali turun sekitar 30%. Kami langsung mengaktifkannya kembali dan sejak saat itu tidak pernah mematikannya lagi. Sistem ini telah menjadi bagian penting dalam cara kami menjaga pelanggan agar terus kembali,” kata Dillon, salah satu pendiri Shang Cha.

Pelaku usaha dapat mengklaim halaman STAMPEDE mereka dan membuat program loyalitas dengan identitas merek sendiri, termasuk nama bisnis, logo, dan warna perusahaan, secara gratis. Pembayaran baru mulai dikenakan ketika program diaktifkan, dengan biaya mulai dari S$50 per gerai per bulan untuk paket Growth.

Tentang STAMPEDE

STAMPEDE adalah platform loyalitas dan pemasaran yang dikembangkan di Singapura untuk mendukung bisnis lokal, khususnya pelaku usaha F&B, dalam meningkatkan kunjungan pelanggan melalui kartu stempel digital, program referensi, kupon, kampanye retensi berbasis AI, serta laporan AI mingguan. Dirancang untuk pemilik usaha yang sibuk dan staf operasional di lapangan, platform ini dapat digunakan langsung melalui browser tanpa memerlukan aplikasi khusus bagi pelanggan maupun perangkat kasir tambahan. Pelaku usaha dapat membuat program loyalitas dengan identitas merek mereka sendiri secara gratis dan hanya membayar ketika program tersebut mulai dijalankan.