BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 11 September 2026 – Thailand mempercepat persetujuan regulasi untuk investasi industri strategis senilai 3,66 miliar dolar AS (121 miliar baht). Langkah ini merupakan bagian dari perombakan menyeluruh terhadap rezim investasi nasional, yang bertujuan untuk memperkuat posisi Thailand dalam rantai pasok global bernilai tinggi serta meningkatkan pencatatan saham di pasar modal.

Dewan Investasi Thailand (Thailand Board of Investment atau BOI) menyetujui perubahan arah kebijakan tersebut dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan, Ekniti Nitithanprapas. BOI memfokuskan sumber daya pada manufaktur tingkat lanjut, transfer teknologi, dan integrasi pemasok domestik, seraya secara bertahap menghapus insentif pajak bagi operasi bisnis berkategori marjin rendah.
BOI juga mengubah cara mengukur keberhasilan, bergeser dari volume pengajuan menjadi hasil nyata yang terealisasi. Indikator strategis baru akan memantau nilai tambah domestik, integrasi UMKM ke dalam rantai pasok, penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi, penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, keterkaitan dengan pasar modal, serta realisasi investasi. Indikator operasional akan memantau berapa banyak proyek yang disetujui terealisasi menjadi investasi nyata dan seberapa cepat persetujuan tersebut diberikan. Pada saat yang sama, BOI akan mengintegrasikan instrumen promosi investasinya dengan langkah-langkah dan mekanisme instansi terkait guna memastikan dukungan investasi secara komprehensif dan memberikan hasil yang nyata.
“Fokus kami telah bergeser secara tegas menuju kualitas terealisasi dan nilai domestik nyata dari setiap komitmen investasi,” ujar Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal Dewan Investasi Thailand. “Kami menerapkan langkah-langkah yang proaktif dan terarah untuk sektor-sektor strategis. Hal ini akan meningkatkan investasi nasional hingga 30% dari PDB, mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan di atas 3%, serta mendukung upaya Thailand untuk menembus peringkat 20 besar daya saing global dan menjadi negara berpenghasilan tinggi dalam kurun waktu 12 tahun.”
BOI juga meloloskan gelombang ketiga proyek Thailand FastPass, yaitu 17 investasi dari 15 perusahaan senilai 3,66 miliar dolar AS (121 miliar baht), yang diperkirakan akan menciptakan lebih dari 14.000 lapangan kerja. Produsen komponen elektronik dan listrik mendominasi gelombang ini dengan mengamankan 10 proyek senilai 2,54 miliar dolar AS (83,92 miliar baht)—hampir 70% dari total gelombang. Tujuh proyek sisanya mencakup makanan olahan tingkat tinggi senilai 735,4 juta dolar AS (24,34 miliar baht), nutrisi hewan peliharaan senilai 265,9 juta dolar AS (8,80 miliar baht), serta mesin presisi dan suku cadang otomotif senilai 131,8 juta dolar AS (4,36 miliar baht).
Tambahan ini membuat portofolio kumulatif FastPass Thailand dalam tiga gelombang mencapai 42 proyek strategis senilai 10,39 miliar dolar AS (344 miliar baht) dan menciptakan 27.000 posisi tenaga kerja terampil. Mekanisme ini menerapkan Perjanjian Tingkat Layanan (Service Level Agreement) secara ketat di seluruh instansi pemerintah untuk mengatasi hambatan perizinan dan mempercepat transisi dari pengajuan aplikasi hingga pengoperasian pabrik.
Dua gelombang pertama telah meloloskan 25 proyek dari 23 perusahaan senilai lebih dari 6,74 miliar dolar AS (223 miliar baht), yang diperkirakan menciptakan lebih dari 13.000 lapangan kerja berkualitas. Seluruh 25 proyek tersebut telah menerima persetujuan insentif investasi, dan 19 di antaranya telah diterbitkan sertifikat investasinya. Dari jumlah tersebut, 11 proyek telah menyelesaikan setiap izin yang diperlukan dalam batas waktu Perjanjian Tingkat Layanan. Proyek-proyek yang sudah berada dalam skema FastPass telah merealisasikan investasi lebih dari 634,4 juta dolar AS (21 miliar baht) hingga saat ini.
Beriringan dengan mekanisme percepatan tersebut, BOI meluncurkan program “BOI to IPO” bersama Komisi Pengawas Pasar Modal (Securities and Exchange Commission atau SEC) dan Bursa Efek Thailand (Stock Exchange of Thailand atau SET). Program ini menyasar perusahaan-perusahaan berpotensi tinggi yang didukung BOI—terutama di sektor Ekonomi Baru—untuk menggalang modal dan berekspansi di dalam negeri. SEC telah mempercepat garis waktu persetujuan IPO, sementara SET melonggarkan persyaratan kapitalisasi pasar dan rekam jejak untuk pencatatan sektor Ekonomi Baru, serta menambahkan jalur khusus bagi perusahaan yang didukung BOI dan Kawasan Ekonomi Khusus Pesisir Timur (EEC).
Perusahaan yang tercatat di SET, Pasar untuk Investasi Alternatif (mai), atau papan LiVEx yang berfokus pada pertumbuhan dapat mengklaim manfaat pajak tambahan melalui dua jalur: perusahaan “Ekonomi Baru” bersertifikasi SET mendapatkan tambahan bebas pajak hingga tiga tahun, atau pemotongan tarif 50% selama lima tahun; sedangkan perusahaan binaan lainnya mendapatkan tambahan bebas pajak hingga dua tahun, atau pemotongan tarif 50% selama tiga tahun.
Kerangka kerja yang diusulkan ini bertujuan untuk mengulang jejak sukses raksasa pasar seperti Delta Electronics (Thailand) PCL dan Cal-Comp Electronics (Thailand) PCL. Kedua perusahaan tersebut masuk ke Thailand sebagai produsen asing, kemudian mencatatkan sahamnya di bursa efek Thailand untuk mendanai produksi skala besar dan pusat rekayasa lokal.
“Langkah BOI-to-IPO menghubungkan kebijakan promosi investasi kami dengan pasar modal,” kata Narit. “Hal ini memungkinkan perusahaan yang telah berinvestasi dan sukses di Thailand untuk menggalang modal guna memperluas pabrik dan lini produksi, berinvestasi dalam teknologi serta R&D, atau berkembang ke pasar luar negeri dengan menjadikan Thailand sebagai basis. Ini menjaga keberlanjutan investasi dan memungkinkan investor Thailand berpartisipasi dalam perusahaan-perusahaan berpertumbuhan tinggi, sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi perekonomian Thailand.”
Dalam keputusan proyek terpisah, dewan meloloskan pengajuan modal langsung senilai 291,2 juta dolar AS (9,64 miliar baht) yang tersebar di tiga proyek. Wind Mahasarakham 1 Co., Ltd. mengamankan persetujuan untuk investasi senilai 95,8 juta dolar AS (3,17 miliar baht) guna membangun pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 90 megawatt di provinsi Maha Sarakham, memasok energi bersih ke jaringan listrik negara di bawah Otoritas Pembangkit Listrik Thailand. Precision Plastic Co., Ltd. diberikan persetujuan untuk ekspansi senilai 61,4 juta dolar AS (2,03 miliar baht) ke dalam produksi pengemasan makanan dan minuman steril aseptik di provinsi Ayutthaya. ShuCan (Thailand) Co., Ltd., unit dari ShuCan Technology Group yang berbasis di Chengdu, Tiongkok, mengamankan persetujuan untuk ekspansi senilai 134,0 juta dolar AS (4,44 miliar baht) pada operasi perakitan papan sirkuit cetak (PCB), dengan menggunakan teknologi surface-mount lini penuh untuk mendukung pelanggan utama yang memindahkan produksinya ke Thailand. Proyek ini berlokasi di Kawasan Industri Nong Lalok di provinsi Rayong.
“Misi kami yang lebih luas adalah bertransisi dari fasilitasi investasi standar menjadi katalis aktif bagi transformasi struktur ekonomi,” kata Narit sebagai penutup. “Dengan mengikat insentif secara langsung pada berbagi teknologi, integrasi pemasok lokal, dan kapabilitas manufaktur tingkat lanjut, kami memastikan bahwa setiap proyek memperkuat ketahanan industri jangka panjang serta daya saing Thailand di kancah dunia.”
Catatan: Konversi mata uang didasarkan pada kurs jual rata-rata Bank of Thailand sebesar kurang lebih 1 USD = 33,1 THB.
https://www.boi.go.th/en/index

Thailand Board of Investment/BOI)
Didirikan pada 1966, Office of the Board of Investment (BOI) telah mempromosikan investasi bernilai tambah dari investor asing maupun investor Thailand selama lebih dari 60 tahun. Upaya tersebut bertujuan memperkuat daya saing nasional dan mendorong transformasi Thailand menuju perekonomian dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Pusat Layanan Investasi — Bagian Humas, Office of the Board of Investment (BOI)
555 Vibhavadi-Rangsit Road, Chatuchak, Bangkok 10900
Tel. +66 (0) 2553 8111
Faks: +66 (0) 2553 8222
Recent Comments