SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 11 September 2026 – Lulusan baru yang memasuki dunia kerja di Singapura masih memiliki peluang di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan dan asuransi, jasa profesional, informasi dan komunikasi, serta layanan kesehatan dan sosial. Hal ini terjadi meskipun perusahaan menjadi semakin selektif dalam perekrutan dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola pekerjaan pada jenjang awal karier.

Menurut Kementerian Tenaga Kerja Singapura (Ministry of Manpower/MOM), lowongan untuk tenaga profesional, manajerial, eksekutif, dan teknisi (PMET) pada jenjang awal karier meningkat dari 32.500 pada Desember 2025 menjadi 32.800 pada Maret 2026, meskipun secara keseluruhan jumlah lowongan pekerjaan mengalami penurunan. MOM juga melaporkan bahwa sekitar sembilan dari 10 lulusan universitas dari angkatan 2025 berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu 12 bulan setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja lulusan baru relatif tetap kuat.

Jasa Keuangan, Jasa Profesional, dan Teknologi Tetap Aktif Merekrut

Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa Profesional, serta Informasi dan Komunikasi merupakan beberapa sektor yang diidentifikasi MOM mengalami aktivitas perekrutan PMET yang tinggi sekaligus pertumbuhan upah. Secara keseluruhan, ketiga sektor tersebut mencatat sekitar 14.200 lowongan PMET per September 2025, meningkat dibandingkan 12.600 lowongan pada tahun sebelumnya, termasuk posisi yang sesuai bagi lulusan baru.

Peluang kerja mencakup bidang keuangan, risiko, kepatuhan, akuntansi, konsultasi, perangkat lunak, sistem, dan data. Meningkatnya digitalisasi juga membuat batas antarbidang tersebut semakin tidak tegas, karena bank dan perusahaan jasa profesional semakin banyak merekrut tenaga ahli di bidang teknologi dan data.

Sektor Informasi dan Komunikasi Terus Membutuhkan Kemampuan Digital

Menurut Singapore Digital Economy Report 2025 yang diterbitkan Infocomm Media Development Authority (IMDA), jumlah tenaga kerja teknologi di Singapura mencapai 214.000 orang pada 2024, dengan AI dan Data serta Keamanan Siber menjadi beberapa bidang pekerjaan teknologi yang tumbuh paling cepat. Data terbaru MOM juga menunjukkan adanya permintaan konkret terhadap tenaga kerja pada jenjang awal karier. Per Maret 2026, sektor Informasi dan Komunikasi mencatat 200 lowongan untuk pengembang perangkat lunak, 130 lowongan untuk teknisi dukungan TI, dan 80 lowongan untuk insinyur komputer di antara posisi pekerjaan tingkat awal dengan jumlah lowongan yang relatif tinggi.

Karena itu, lulusan bidang teknologi tidak hanya menemukan peluang di perusahaan teknologi, tetapi juga di sektor keuangan, manufaktur, jasa profesional, dan berbagai industri lainnya.

Jasa Keuangan dan Profesional Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Sektor keuangan Singapura terus menyediakan peluang kerja di bidang perbankan, asuransi, investasi, manajemen risiko, dan kepatuhan. Per Maret 2026, MOM mengidentifikasi posisi petugas kepatuhan keuangan atau analis risiko, agen atau broker penjualan asuransi, serta penasihat keuangan atau investasi sebagai beberapa posisi tingkat awal di sektor Jasa Keuangan dan Asuransi dengan jumlah lowongan yang relatif tinggi, masing-masing sebanyak 30 lowongan. Teknologi juga mengubah karakter layanan keuangan, dengan berbagai institusi menerapkan analitik, otomatisasi, dan AI dalam bidang seperti deteksi penipuan, layanan nasabah, dan manajemen risiko.

Jasa Profesional menawarkan peluang baik dalam fungsi korporasi maupun teknis. Data MOM per Maret 2026 menunjukkan terdapat 100 lowongan untuk petugas teknis yang merupakan penduduk setempat, 60 lowongan untuk auditor, dan 50 lowongan untuk teknisi dukungan TI di antara posisi tingkat awal dengan jumlah lowongan yang relatif tinggi di sektor tersebut. Seiring AI semakin banyak membantu kegiatan riset, analisis, dan proses rutin, lulusan yang mampu menggabungkan pengetahuan profesional dengan kemampuan digital, komunikasi, dan penilaian yang baik kemungkinan akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan jenis pekerjaan.

Layanan Kesehatan dan Sosial Terus Menawarkan Jalur Karier bagi Lulusan

Sektor Kesehatan dan Sosial terus menyediakan peluang kerja tingkat awal bagi para lulusan. Per Maret 2026, MOM mengidentifikasi 210 lowongan untuk pekerja sosial, 190 lowongan untuk perawat terdaftar dan tenaga profesional keperawatan lainnya, serta 80 lowongan untuk asisten pekerja sosial di antara posisi tingkat awal dengan jumlah lowongan yang relatif tinggi di sektor tersebut. Posisi-posisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap lulusan tidak hanya berasal dari karier di bidang digital. Pengetahuan profesional yang terspesialisasi serta keterampilan interpersonal tetap penting di sektor-sektor yang mengandalkan interaksi manusia dan penyediaan layanan.

AI Mengubah Pekerjaan Tingkat Awal, Bukan Sekadar Menghilangkannya

AI generatif telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan orang tua mengenai dampaknya terhadap lapangan kerja bagi lulusan. Namun, data MOM menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Di antara perusahaan yang telah mengadopsi AI, sebanyak 6 persen melaporkan pengurangan jumlah tenaga kerja dan 8 persen mengurangi aktivitas perekrutan, sementara 19 persen mendesain ulang posisi pekerjaan dan 14 persen menciptakan pekerjaan yang berkaitan dengan AI. Dengan demikian, dampak AI lebih terlihat dalam perubahan desain pekerjaan dibandingkan pengurangan perekrutan secara luas. Lulusan baru kemungkinan akan semakin dituntut untuk menggunakan perangkat AI, menafsirkan data, mengevaluasi informasi yang dihasilkan AI, serta berfokus pada aspek pekerjaan yang membutuhkan penilaian, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah.

Perekrutan Berbasis Keterampilan Mengubah Cara Lulusan Bersaing

Perusahaan juga semakin melihat lebih dari sekadar kualifikasi pendidikan. Laporan Job Vacancies 2025 dari MOM menemukan bahwa kualifikasi akademik bukan merupakan pertimbangan utama dalam 79,6 persen lowongan pekerjaan.

Hal ini semakin menekankan pentingnya hal-hal yang dapat ditunjukkan oleh lulusan di samping kualifikasi pendidikan mereka, termasuk pengalaman magang, kemampuan teknis, komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan berpikir analitis. Bagi mahasiswa yang memilih program studi, daya saing di dunia kerja karena itu bukan hanya mengenai memasuki industri yang sedang berkembang, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan pengalaman yang dihargai oleh perusahaan.

Lulusan SIM Memasuki Beragam Sektor Industri

Data ketenagakerjaan lulusan memberikan cara lain bagi mahasiswa dan orang tua untuk menilai hasil karier. Menurut Private Education Institution Graduate Employment Survey 2024/2025, sebanyak 81,0 persen lulusan baru SIM yang disurvei berhasil memperoleh pekerjaan, sementara 47,0 persen bekerja dalam posisi penuh waktu dan permanen. Gaji bulanan bruto median mencapai S$3.565. Di seluruh institusi pendidikan swasta yang disurvei, sebanyak 78,9 persen lulusan baru berhasil memperoleh pekerjaan, dengan gaji bulanan bruto median sebesar S$3.500.

Graduate Employment Survey SIM juga menunjukkan bahwa para lulusannya memasuki berbagai sektor, termasuk perbankan dan jasa keuangan, teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta keamanan siber, konsultasi dan jasa profesional, penerbangan dan teknik, layanan kesehatan dan sosial, logistik dan transportasi, ritel, serta manufaktur. Hasil ketenagakerjaan tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk pilihan program studi, keterampilan individu, pengalaman kerja, dan kondisi pasar tenaga kerja.

Orang Tua Dapat Mempertimbangkan Prospek Kerja Bersama Kesesuaian Program Studi

Bagi orang tua yang mendampingi anak dalam menentukan pendidikan tinggi, tren perekrutan saat ini dapat menjadi konteks yang bermanfaat. Namun, industri yang saat ini memiliki prospek terkuat belum tentu menawarkan peluang terbesar beberapa tahun mendatang. Penilaian yang lebih menyeluruh dapat mencakup minat dan keunggulan mahasiswa, kurikulum program studi, universitas pemberi gelar, pengakuan atau akreditasi, biaya, dukungan karier, serta hasil ketenagakerjaan lulusan.

SIM Parent Resource Hub menggabungkan berbagai pertimbangan tersebut, mencakup jalur gelar, pengakuan program studi, biaya dan dukungan keuangan, pendampingan mahasiswa, serta daya saing lulusan di dunia kerja. Sumber Graduate Outcomes & Employability menyediakan informasi mengenai hasil PEI Graduate Employment Survey SIM, industri dan organisasi tempat para lulusan SIM bekerja, serta dukungan karier dan magang yang tersedia bagi mahasiswa.

Sumber-sumber tersebut dapat membantu orang tua mempertimbangkan bukan hanya di mana lapangan kerja tersedia saat ini, tetapi juga bagaimana jalur pendidikan tinggi dapat membantu anak mereka mengembangkan pengetahuan yang relevan, pengalaman, serta kemampuan yang dapat diterapkan di berbagai bidang.

Ketahanan Karier Semakin Bergantung pada Keterampilan yang Dapat Diterapkan di Berbagai Bidang

Data pasar tenaga kerja Singapura menunjukkan bahwa peluang bagi lulusan baru masih tersebar di berbagai industri. Jasa Keuangan, Jasa Profesional, serta Informasi dan Komunikasi terus menawarkan peluang profesional, sementara sektor Kesehatan dan Sosial juga menunjukkan permintaan yang berarti terhadap tenaga kerja pada jenjang awal karier.

Bagi mahasiswa yang memasuki pendidikan tinggi, persiapan karier karena itu mungkin bukan semata-mata tentang menentukan satu industri yang dianggap paling “tahan terhadap perubahan di masa depan”, melainkan mengembangkan pengetahuan disipliner, pengalaman praktis, serta keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai bidang dan tetap bernilai ketika kebutuhan tenaga kerja berubah. Orang tua dan mahasiswa dapat merujuk pada SIM Parent Resource Hub, termasuk sumber Graduate Outcomes & Employability, ketika mengevaluasi jalur gelar, prospek kerja, pengakuan program studi, biaya, dan dukungan mahasiswa.

Referensi

  1. Ministry of Manpower, Singapore. Fresh Graduate Employment – https://www.mom.gov.sg/newsroom/parliament-questions-and-replies/2026/0804-written-answer-to-pq-on-fresh-graduate-employment
  2. Ministry of Manpower, Singapore. Trends in Job Vacancies – https://www.mom.gov.sg/newsroom/parliament-questions-and-replies/2026/0805-written-answer-to-pq-on-trends-in-job-vacancies
  3. Ministry of Manpower, Singapore. Sectors with Active Hiring and Wage Growth – https://www.mom.gov.sg/newsroom/parliament-questions-and-replies/2026/0113-written-answer-to-pq-on-sectors-with-active-hiring-and-wage-growth
  4. Ministry of Manpower, Singapore. Job Vacancies 2025 – https://www.mom.gov.sg/newsroom/press-releases/2026/0320-job-vacancies-report-2025
  5. Manpower Research and Statistics Department, Ministry of Manpower. List of Entry-Level PMET Job Opportunities for Fresh Graduates – https://stats.mom.gov.sg/iMAS_PdfLibrary/List-of-top-entry-level-PMET-job-opportunities-for-fresh-graduates-Q1-2026.pdf
  6. Infocomm Media Development Authority. Singapore Digital Economy Report 2025 – https://www.imda.gov.sg/resources/press-releases-factsheets-and-speeches/factsheets/2025/ar-sgde-2025
  7. Singapore Institute of Management. Parent Resource Hub: Helping Your Child Choose the Right Degree Pathway – https://www.sim.edu.sg/degrees-diplomas/parent-resource-hub
  8. Singapore Institute of Management. Graduate Outcomes & Employability – https://www.sim.edu.sg/degrees-diplomas/parent-resource-hub/graduate-outcome-employability

https://www.sim.edu.sg

Tentang SIM Global Education

SIM Global Education (SIM GE) merupakan salah satu institusi pendidikan swasta terkemuka di Singapura dan kawasan regional. SIM GE menawarkan lebih dari 140 program akademik, mulai dari program diploma dan diploma pascasarjana hingga program gelar sarjana dan magister, yang diselenggarakan bekerja sama dengan sejumlah universitas paling bereputasi di dunia dari Australia, Kanada, Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat. Komunitas mahasiswa SIM GE terdiri dari 17.000 mahasiswa penuh waktu dan paruh waktu serta peserta pendidikan dewasa, dengan sekitar 41% di antaranya merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari lebih dari 50 negara.

Pendekatan pembelajaran holistik SIM GE serta lingkungan belajar yang beragam secara budaya bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan industri, dan kompetensi untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja, sekaligus wawasan global agar mereka mampu berkembang sebagai pemimpin masa depan di tengah dunia yang berubah dengan cepat dan didorong oleh perkembangan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai SIM Global Education, kunjungi www.sim.edu.sg.