HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 4 Juni 2026 –  AECOM, pemimpin global terpercaya di bidang infrastruktur, bersama Urban Land Institute (ULI), hari ini mengumumkan peluncuran Asia Pacific Infrastructure Innovation Index 2026, sebuah laporan kepemimpinan pemikiran (thought leadership) baru yang mengkaji bagaimana industri infrastruktur di seluruh kawasan memprioritaskan inovasi sebagai respons terhadap kebutuhan para pemangku kepentingan, meningkatnya kompleksitas sistem, tekanan operasional, serta tantangan pelaksanaan proyek yang terus berkembang.

Keterangan Foto: AECOM dan Urban Land Institute Luncurkan Edisi Perdana Asia Pacific Infrastructure Innovation Index, Menyoroti Prioritas Inovasi Infrastruktur yang Terus Berkembang di Kawasan

Disusun melalui kolaborasi antara AECOM dan ULI, laporan ini menggabungkan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan di sektor infrastruktur, pemerintah, utilitas, investasi, perencanaan, dan pengembangan. Laporan ini juga didasarkan pada survei terhadap lebih dari 100 profesional senior infrastruktur di kawasan Asia Pasifik, serta wawancara mendalam dengan para pemimpin industri. Sebagai edisi pertama dari indeks ini, laporan tersebut menetapkan baseline untuk memahami bagaimana inovasi infrastruktur saat ini diprioritaskan dan diterapkan di seluruh kawasan.

“Laporan ini menyoroti bagaimana organisasi kini bergerak melampaui sekadar ide dan mulai menerapkan inovasi secara praktis untuk meningkatkan pelaksanaan proyek, ketahanan, dan kinerja sistem,” ujar Ian Chung, Chief Executive AECOM untuk wilayah Asia. “Para pemimpin infrastruktur di Asia Pasifik merespons kompleksitas yang semakin meningkat dengan memperkuat kapabilitas digital, meningkatkan koordinasi antar sistem yang saling terhubung, serta berfokus pada kinerja operasional jangka panjang.”

“Kolaborasi kami dengan AECOM mencerminkan semakin kuatnya kesadaran bahwa infrastruktur dan real estat kini semakin saling bergantung,” ujar Alan Beebe, CEO Asia Pasifik ULI. “Seiring perkembangan kota-kota di Asia Pasifik, infrastruktur tidak lagi hanya menjadi pertimbangan teknis, tetapi memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana suatu kawasan berfungsi, berkembang, dan berkinerja. Memahami bagaimana inovasi diterapkan dalam konteks ini menjadi hal yang sangat penting bagi para pelaku di lingkungan binaan (built environment).”

Di antara sepuluh temuan utama dalam laporan tersebut, muncul tiga tema yang secara konsisten menonjol dari hasil survei dan wawancara, yaitu peran kecerdasan buatan (AI) dalam sistem infrastruktur, integrasi serta meningkatnya tuntutan terhadap sistem energi, dan kebutuhan untuk merancang serta mengoperasikan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim. Ketiga tema ini bersama-sama menunjukkan pergeseran yang lebih luas menuju peningkatan cara sistem infrastruktur dikembangkan dan berfungsi dalam kondisi dunia nyata yang semakin kompleks.

Baca laporan lengkapnya di sini: Asia Pacific Infrastructure Innovation Index | AECOM Insights

Tentang AECOM

AECOM adalah pemimpin global di bidang infrastruktur yang berkomitmen untuk menghadirkan dunia yang lebih baik. Sebagai perusahaan layanan profesional terpercaya yang didukung oleh kemampuan teknis yang mendalam, kami membantu memecahkan tantangan kompleks klien di bidang air, lingkungan, energi, transportasi, dan bangunan.

Tim kami bermitra dengan klien dari sektor publik dan swasta untuk menciptakan solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan tangguh di seluruh siklus proyek — mulai dari layanan konsultasi, perencanaan, desain, dan rekayasa, hingga manajemen program dan konstruksi. AECOM adalah perusahaan Fortune 500 yang mencatat pendapatan sebesar $16,1 miliar pada tahun fiskal 2025. Pelajari lebih lanjut di aecom.com.

Tentang Urban Land Institute

Urban Land Institute (ULI) adalah lembaga pendidikan dan penelitian nirlaba yang didukung oleh para anggotanya. Misinya adalah membentuk masa depan lingkungan binaan (built environment) untuk memberikan dampak transformatif bagi komunitas di seluruh dunia.

Didirikan pada tahun 1936, lembaga ini memiliki lebih dari 48.000 anggota di seluruh dunia dan lebih dari 3.000 anggota di kawasan Asia Pasifik yang mewakili seluruh aspek disiplin penggunaan lahan dan pengembangan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ULI Asia Pasifik, silakan kunjungi asia.uli.org, atau ikuti kami di LinkedIn, Facebook, Instagram, X, dan YouTube.