Proyek mengintegrasikan hutan mangrove Can Gio yang diakui UNESCO sebagai infrastruktur utama untuk ketahanan iklim, sekaligus memperluas konsep ESG dengan memasukkan Regenerasi dan Adaptasi Iklim.
HANOI, VIETNAM – Media OutReach Newswire – 26 Agustus 2026 – Vinhomes Green Paradise, kawasan perkotaan pesisir seluas 2.870 hektare di Can Gio, menjadi proyek greenfield pertama di dunia yang memperoleh Interim Custom ISO 37122 Smart City Certification dari World Council on City Data (WCCD), bahkan sebelum penghuni pertamanya menempati kawasan tersebut.

Pencapaian ini semakin memperkuat model perintis “ESG++” yang diterapkan Vinhomes pada proyek tersebut, yaitu sebuah kerangka kerja yang melampaui pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG) tradisional dengan secara eksplisit memasukkan Regenerasi dan Adaptasi Iklim sebagai prinsip utama dalam perancangan.
Dengan menempatkan Cagar Biosfer Mangrove Cần Giờ yang diakui UNESCO sebagai bagian inti dari strategi perkotaan, bukan sekadar lanskap di kawasan sekitar, Vinhomes menunjukkan bahwa pembangunan pesisir berskala besar dapat secara bersamaan mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati, penyerapan karbon, serta ketahanan terhadap perubahan iklim dalam jangka panjang.
Respons Terukur terhadap Krisis Kesehatan Perkotaan Global
Urgensi untuk memikirkan kembali model perkotaan semakin diperkuat oleh data kesehatan global. Menurut laporan State of Global Air 2025 dari Health Effects Institute, polusi udara berkaitan dengan 8,1 juta kematian di seluruh dunia pada 2021, melampaui tembakau dan menjadi faktor risiko kematian terbesar kedua di dunia, serta penyebab utama kematian pada anak-anak di bawah usia lima tahun setelah malnutrisi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 89% dari 4,2 juta kematian dini setiap tahun yang disebabkan oleh polusi udara luar ruangan terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, tepatnya di wilayah yang mengalami pertumbuhan perkotaan paling pesat.
Kondisi ini telah mengalihkan arus modal global. Grand View Research memproyeksikan pasar smart city global akan mencapai USD3,76 triliun pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan hampir 30%, salah satu tingkat ekspansi tercepat di antara berbagai sektor industri. Dalam konteks ini, pertanyaannya bukan lagi apakah kota pintar layak dibangun, melainkan proyek mana yang mampu menunjukkan kinerja yang dapat diverifikasi secara independen.
Vinhomes Green Paradise menjawab tolok ukur global tersebut melalui Interim Custom ISO 37122 Smart City Certification yang diberikan oleh World Council on City Data (WCCD). Sertifikasi ini memvalidasi infrastruktur pintarnya serta tata kelola perkotaan berbasis data yang diterapkan proyek tersebut berdasarkan standar internasional.
Melampaui standar konvensional, proyek ini beroperasi dengan filosofi yang lebih maju yang dikenal sebagai ESG++, dengan mengintegrasikan dua komitmen yang jauh melampaui pelaporan perusahaan standar, yaitu Regenerasi dan Adaptasi Iklim. Di bawah pilar Regenerasi, pembangunan ini melampaui konservasi tradisional dengan secara aktif memulihkan ekosistem pesisir setempat melalui penghijauan kembali hutan mangrove secara terarah, pelestarian keanekaragaman hayati, serta edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Secara bersamaan, strategi Adaptasi Iklim merekayasa ulang infrastruktur perkotaan agar secara proaktif mampu menghadapi berbagai ancaman lingkungan jangka panjang, seperti kenaikan permukaan laut, gelombang badai, dan erosi pesisir. Dengan demikian, kota ini dirancang untuk memiliki ketahanan menghadapi masa depan, bukan sekadar bereaksi terhadap kondisi yang ada saat ini.
Perspektif masyarakat mencerminkan daya tarik yang lebih luas dari pendekatan tersebut. Kreator konten yang berbasis di Ho Chi Minh City, FABO Nguyen, saat berbicara kepada CNBC, menggambarkan kecintaannya terhadap dinamika kota tersebut, sekaligus meningkatnya kekhawatiran mengenai kualitas udara dan kemacetan. Bagi dirinya, serta banyak penduduk perkotaan yang menghadapi pertimbangan serupa, model Vinhomes Green Paradise menawarkan alternatif berorientasi masa depan yang tidak mengharuskan masyarakat meninggalkan kawasan tersebut, tetapi justru mendefinisikan kembali seperti apa lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan layak huni.
Hutan Mangrove sebagai Infrastruktur Iklim
Hal yang membedakan Vinhomes Green Paradise dari sebagian besar proyek megaproyek pesisir di dunia bukan hanya ukurannya, tetapi juga kedekatan ekologisnya. Kawasan ini berbatasan dengan Cagar Biosfer Mangrove Can Gio, situs yang diakui UNESCO dengan luas lebih dari 75.000 hektare dan merupakan salah satu aset alam paling berharga di Vietnam bagian selatan.
Penelitian ilmiah terbaru telah meningkatkan pemahaman mengenai peran mangrove dalam mengatur iklim. Sebuah studi yang diterbitkan di Nature Communications menunjukkan bahwa meskipun mangrove hanya mencakup 0,36% dari total area hutan dunia, kemampuannya menyerap karbon per hektare hampir empat kali lipat dibandingkan hutan daratan dewasa. Hal ini menjadikan mangrove sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efisien di Bumi. Menurut Blue Carbon Initiative, satu hektare hutan mangrove dapat menyimpan karbon yang setara dengan sekitar 1.500 ton CO₂, angka yang tidak dapat ditandingi oleh struktur beton mana pun.
Di tengah kondisi ketika tutupan mangrove global diperkirakan telah berkurang hingga 67% menurut sejumlah estimasi, Vinhomes menerapkan strategi yang mengutamakan pelestarian. Masterplan Vinhomes Green Paradise membatasi kepadatan bangunan hanya 16% dari total area dan membentuk Forest Regeneration and Climate Adaptation Fund. Langkah-langkah tersebut memperlakukan ekosistem mangrove di sekitarnya bukan sebagai pemandangan pasif, melainkan sebagai infrastruktur pertahanan alami yang aktif terhadap erosi pesisir dan gelombang badai—tepat seperti pendekatan yang didorong oleh para ilmuwan iklim untuk diterapkan kota-kota pesisir di seluruh dunia.
Komitmen ekologis ini sejalan dengan nilai ekonomi yang dapat diukur. Penelitian JLL di kawasan Asia Pasifik, berdasarkan analisis terhadap hampir 3.100 gedung perkantoran Grade A di 14 kota, menunjukkan bahwa bangunan yang memiliki sertifikasi hijau dapat memperoleh premi sewa hingga 28% dibandingkan bangunan sejenis yang tidak bersertifikat di pasar-pasar dengan kondisi pasokan paling ketat di kawasan tersebut, sementara pasokan masih tertinggal dibandingkan permintaan dari para pengguna. Dengan kata lain, keberlanjutan tidak lagi sekadar menjadi sebuah nilai ideal, tetapi telah menjadi kelas aset yang dapat diukur.
Demikian pula, transisi energi global semakin memperkuat kelayakan target energi terbarukan Vinhomes Green Paradise. Global Wind Energy Council memperkirakan kapasitas energi angin lepas pantai hampir tiga kali lipat, dari 83 GW pada 2024 menjadi sekitar 238 GW pada 2030. Sementara itu, International Energy Agency memproyeksikan kapasitas energi terbarukan global bertambah sebesar 4.600 GW dalam periode yang sama, setara dengan penambahan kapasitas pembangkitan listrik gabungan China, Uni Eropa, dan Jepang saat ini. Dalam konteks tersebut, ambisi Vinhomes Green Paradise untuk beroperasi menggunakan energi angin lepas pantai, tenaga surya, dan penyimpanan baterai mencerminkan arah perkembangan global yang lebih luas, bukan sekadar komitmen yang berdiri sendiri.
Cetak Biru Urbanisasi Abad ke-21
Secara keseluruhan, sertifikasi ISO 37122, kerangka kerja ESG++, integrasi strategis ekosistem mangrove Can Gio, serta meningkatnya nilai ekonomi aset hijau menjadikan Vinhomes Green Paradise sebagai respons yang terpadu terhadap salah satu pertanyaan penting dalam sektor properti modern: bagaimana membangun kota yang layak dihuni sekaligus dirancang untuk bertahan dalam jangka panjang.
Pengakuan terhadap proyek ini sebagai Official Participant pertama dalam kampanye global “7 Wonders of Future Cities” dari New7Wonders semakin menegaskan relevansinya di tingkat internasional. Vinhomes Green Paradise menjadi salah satu referensi penting bagi pembangunan perkotaan pesisir, dengan menunjukkan bagaimana pertumbuhan ekonomi dan pelestarian ekologi dapat diintegrasikan dalam konteks kawasan.

Tentang Vinhomes
Vinhomes merupakan pengembang properti residensial dan kawasan terpadu (integrated township) terbesar di Vietnam. Perusahaan ini menjadi pelopor dalam pengembangan kawasan terpadu berskala besar yang modern dan terintegrasi, dengan menghadirkan standar kehidupan premium serta membuka peluang investasi berkelanjutan bagi klien domestik maupun internasional.
Recent Comments