Hampir 15.000 Profesional Bergabung dalam Upaya Nasional Pengembangan Kapabilitas AI dalam Dua Bulan, Seiring Perusahaan Membangun Kompetensi AI yang Praktis bagi Tenaga Kerja

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 28 Agustus 2026 – Ambisi Singapura untuk membangun profesi akuntansi yang mahir dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendapatkan momentum yang kuat, dengan lebih dari 15.000 akuntan dan profesional keuangan terdaftar dalam Program Keahlian AI ISCA (ISCA AI Fluency Programme) hanya dalam waktu dua bulan setelah diluncurkan. Partisipasi awal yang kuat ini menandai pencapaian penting dalam upaya nasional yang lebih luas untuk membangun kemampuan AI praktis di seluruh profesi akuntansi.

Program Keahlian AI ISCA adalah inisiatif pembelajaran AI nasional Singapura untuk profesi akuntansi, yang bertujuan untuk membangun kemampuan AI praktis di seluruh profesi tersebut. Inisiatif ini menargetkan pembekalan bagi 60.000 profesional akuntansi dan keuangan perusahaan dalam tiga tahun ke depan, yang mewakili sekitar setengah dari total profesi akuntansi di Singapura. Program ini juga mencetak para profesional yang mengombinasikan pertimbangan profesional dan keahlian teknis dengan kemampuan AI praktis yang dapat diterapkan secara efektif dan bertanggung jawab di tempat kerja.

Dari Kesadaran AI hingga Kemampuan di Tempat Kerja

Seiring berinvestasinya organisasi pada platform AI dan solusi perusahaan, keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada apakah sumber daya manusia memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menerapkan AI secara bertanggung jawab dan efektif dalam pekerjaan harian mereka.

Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan membantu para profesional menjadi mahir AI, karena disusun berpatokan pada lebih dari 180 contoh kasus penggunaan AI akuntansi dan keuangan praktis yang mencakup enam peran profesional, termasuk audit, keuangan, pajak, audit internal, tata kelola, dan pelaporan dewan direksi. Program ini juga berisi lebih dari 600 kegiatan pembelajaran praktis, yang memungkinkan para profesional untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat diterapkan secara langsung pada pekerjaan harian mereka.

Para peserta mempelajari bagaimana AI dapat diterapkan pada tugas-tugas praktis di tempat kerja, termasuk analisis dan pelaporan keuangan, penyiapan materi dewan dan manajemen, pendukung perencanaan dan pengujian audit, serta percepatan riset perpajakan dan perencanaan audit internal.

Momentum Awal yang Kuat di Seluruh Profesi

Peserta mencakup para profesional di berbagai tingkatan karier dan tingkatan lingkungan kerja: mulai dari mahasiswa yang bersiap memasuki dunia kerja dan praktisi firma kecil hingga pemimpin bisnis senior. Hingga saat ini, lebih dari 250 pembelajar telah mendapatkan lencana digital AI Fluency. Hampir 80 pembelajar telah menyelesaikan seluruh pembelajaran daring terstruktur selama 30 jam—yang setara dengan sekitar 10 hari lokakarya praktis yang dipimpin instruktur—dan diakui sebagai AI Champions. Umpan balik awal dari pembelajar juga sangat positif, di mana program ini menerima peringkat rata-rata 4,85 dari 5.

Tingginya minat awal ini mencerminkan besarnya perhatian untuk membangun kemampuan AI praktis dan pengakuan atas relevansinya yang semakin meningkat bagi para akuntan dan profesional keuangan.

Pemberi Kerja Berinvestasi pada Tenaga Kerja Berkemampuan AI

Program ini juga mendapat dukungan yang membesarkan hati dari para pemberi kerja, seiring organisasi mengeksplorasi bagaimana pembelajaran AI dapat ditransformasikan ke dalam aplikasi praktis di tempat kerja. Para profesional dari organisasi termasuk EY, Deloitte, DBS, SP Group, dan Department Accountant-General (AGD), antara lain, juga berpartisipasi dalam program ini, mencerminkan luasnya minat dan meningkatnya relevansi kemahiran AI di seluruh profesi saat tenaga kerja Singapura beradaptasi dengan ekonomi berbasis AI.

AGD telah mendaftarkan lebih dari 400 pegawainya dalam program AI Fluency, dengan rencana untuk memperluas program secara bertahap kepada sekitar 4.000 pegawai sektor publik di bidang keuangan dan audit internal di seluruh sektor pemerintahan (Whole-of-Government).

Program ini juga mulai menunjukkan dampak yang terukur di tempat kerja. Di Accredify, alur kerja AI telah dikembangkan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan pada aktivitas pemrosesan keuangan dan kontrak tertentu yang diperkirakan sebesar 50 hingga 80 persen, membuktikan bagaimana kemampuan AI praktis dapat menghasilkan keluaran bisnis yang nyata.

Profesi yang Disatukan oleh Pembelajaran Sepanjang Hayat

AI Fluency menyatukan para profesional lintas generasi. Di antara AI Champions paling awal dalam program ini adalah Anggota Kehormatan Seumur Hidup ISCA, Bapak Boon Swan Foo, yang telah menyelesaikan seluruh program 30 jam tersebut. Keberhasilannya menyelesaikan program ini menunjukkan komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat.

Bapak Boon mengatakan: “Sepanjang karier saya, saya telah melihat profesi kita berkembang seiring dengan setiap perubahan teknologi besar. AI hanyalah babak berikutnya. Yang membuat saya terkesan dari program ini adalah bahwa program ini bukan tentang menggantikan pertimbangan profesional. Ini adalah tentang memperkuatnya. Pembelajaran berkelanjutan selalu menjadi ciri khas seorang profesional yang terpercaya, dan Kemahiran AI menjadi bagian penting dari perjalanan itu.”

Memperluas Kemampuan AI di Seluruh Kawasan

Berlandaskan pada respons yang membesarkan hati di Singapura, ISCA sedang menyiapkan program AI Fluency versi bahasa Mandarin, Thai, dan Vietnam untuk mendukung adopsi regional yang lebih luas. Diskusi juga sedang berlangsung dengan organisasi profesi akuntansi, firma akuntansi, dan korporasi di seluruh ASEAN, dengan ambisi untuk membagikan model kemampuan AI Singapura secara lebih luas di seluruh kawasan.

Di Singapura sendiri, ISCA bekerja menuju tujuannya untuk meningkatkan keterampilan 60.000 profesional akuntansi dan keuangan perusahaan dalam tiga tahun, sekaligus memperdalam adopsi di seluruh organisasi dan mendukung lebih banyak pembelajar dalam menyelesaikan perjalanan AI Fluency mereka.

Program ini juga akan terus berkembang dengan alat-alat AI baru, kasus penggunaan akuntansi yang terus bermunculan, dan perkembangan industri untuk memastikan para profesional tetap relevan di tempat kerja yang semakin berbasis AI.

Bapak Lee Boon Teck, Presiden ISCA, mengatakan: “AI tidak akan menggantikan pertimbangan profesional. Nilai terbesarnya akan datang dari para profesional yang dapat menggabungkan kemampuan AI dengan keahlian dan pertimbangan mereka untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi klien, pemberi kerja, dan masyarakat. Respons yang kuat terhadap program AI Fluency menunjukkan bahwa profesi kita siap untuk menyambut babak baru ini seiring upaya kita mencapai ambisi membangun profesi akuntansi yang mahir AI di Singapura.”

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA)

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) merupakan lembaga profesi akuntansi nasional Singapura. Didirikan pada 1963, ISCA menyelenggarakan program kualifikasi Singapore Chartered Accountant dan merupakan lembaga yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Singapura untuk memberikan gelar Chartered Accountant of Singapore [CA (Singapore)].

ISCA mendukung lebih dari 46.000 anggota dari berbagai sektor industri di Singapura dan di seluruh dunia, dengan anggota yang tersebar di lebih dari 40 negara. Seiring dengan semakin luasnya kehadiran ISCA di tingkat internasional, organisasi ini memiliki 12 cabang di luar negeri, 7 kantor di 10 negara, serta jaringan lebih dari 150 mitra strategis, yang memperkuat hubungan profesional dan membuka peluang lintas negara. ISCA juga merupakan anggota Chartered Accountants Worldwide, sebuah jaringan global yang mewakili lebih dari 1,8 juta Chartered Accountants dan mahasiswa di lebih dari 190 negara.

ISCA mendorong pengembangan profesional dan pembelajaran sepanjang hayat melalui ISCA Academy, unit pelatihannya, serta memberikan dampak bagi masyarakat melalui ISCA Cares, unit amal ISCA.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.isca.org.sg.