48% pencari kerja kini mengharapkan adanya keterbukaan kisaran gaji sejak awal sebelum melamar pekerjaan.

HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 27 Mei 2026 – Seiring Uni Eropa bersiap mengadopsi EU Pay Transparency Directive ke dalam hukum pada Juni 2026, para pemberi kerja nantinya tidak hanya diwajibkan mengungkapkan kisaran gaji, tetapi juga memberikan kejelasan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai bagaimana keputusan terkait gaji dibuat.

Pergerakan ini tidak hanya terjadi di Eropa. Di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Brasil, Australia, dan Jepang, kombinasi antara regulasi yang semakin ketat dan meningkatnya ekspektasi karyawan mendorong organisasi menuju standar keterbukaan yang baru.

Menurut Pay Transparency E-guide terbaru dari Robert Walters, perusahaan solusi talenta terpercaya dunia, sebanyak 48% pencari kerja mengatakan bahwa mereka hanya melamar pekerjaan yang mencantumkan kisaran gaji sejak awal. Hal ini menunjukkan bahwa transparansi gaji bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi prasyarat untuk terlibat dalam proses perekrutan.

Di Hong Kong, tempat pengungkapan gaji secara tradisional masih terbatas dan sangat bersifat individual, perkembangan global ini mulai memicu percakapan baru mengenai bagaimana gaji ditentukan dan dijadikan tolok ukur dalam proses perekrutan.

Perdebatan Publik Mengenai Praktik Penentuan Tawaran Gaji di Hong Kong

Praktik umum meminta kandidat mengungkapkan gaji saat ini atau sebelumnya mulai menarik lebih banyak perhatian di Hong Kong. Meskipun perusahaan secara tradisional menggunakan informasi tersebut untuk menentukan tawaran gaji, sebagian profesional mempertanyakan apakah pendekatan ini terlalu menitikberatkan pada penghasilan masa lalu dibandingkan nilai pekerjaan atau standar pasar saat ini.

“Kandidat kini semakin sering menanyakan bagaimana kompensasi ditentukan, bukan hanya berapa besar yang ditawarkan,” ujar John Mullally, Managing Director Robert Walters Hong Kong. “Ketika keputusan tampak didasarkan pada gaji sebelumnya, bukan pada ruang lingkup pekerjaan, hal itu dapat memengaruhi persepsi mengenai keadilan dalam proses perekrutan.”

Pada saat yang sama, kandidat juga semakin memperhatikan jumlah informasi pribadi yang diminta selama proses rekrutmen, mencerminkan ekspektasi yang lebih luas terhadap transparansi dan konsistensi.

Budaya Kerahasiaan Gaji Mulai Dipertanyakan oleh Generasi Z

Secara tradisional, gaji merupakan hal yang sangat pribadi di Hong Kong, sering dianggap sebagai “informasi pribadi yang tertutup” dan jarang dibagikan bahkan kepada anggota keluarga. Kondisi ini membuat karyawan sulit memahami bagaimana keputusan gaji dibuat atau bagaimana posisi mereka dibandingkan rekan kerja di peran serupa.

Namun, data dari Robert Walters Salary Survey menunjukkan bahwa Generasi Z mulai mengikis akar budaya lama tersebut.

Walaupun hanya 5,5% profesional di Hong Kong secara keseluruhan merasa nyaman membicarakan kompensasi mereka dengan rekan kerja, angka tersebut meningkat menjadi 24% di kalangan Generasi Z. Hal ini sangat berbeda dibandingkan hanya 4% dari generasi Milenial dan 2% dari Generasi X yang bersedia membagikan informasi tersebut. Perubahan ini menunjukkan bahwa seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja muda, resistensi budaya terhadap transparansi gaji mulai memudar.

“Bagi Generasi Z, transparansi merupakan simbol keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial,” kata John Mullally. “Kandidat saat ini memiliki akses lebih besar terhadap informasi pasar dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Transparansi yang lebih besar dapat membantu membangun kepercayaan lebih awal dalam proses perekrutan serta mendukung percakapan yang lebih konstruktif mengenai ekspektasi.”

Standar Global dan Implikasi Lokal

Dengan semakin ketatnya persyaratan di wilayah seperti Eropa, praktik di satu lokasi kini semakin memengaruhi ekspektasi di lokasi lainnya. Perusahaan yang beroperasi lintas negara mungkin akan mendapati bahwa konsistensi dalam cara mengomunikasikan kompensasi menjadi semakin penting untuk menarik dan mempertahankan talenta.

“Bagi perusahaan multinasional, ini bukan sekadar tugas kepatuhan regulasi. Bersikap transparan di satu pasar tetapi tetap tertutup di pasar lain menciptakan ‘asimetri informasi’ yang dapat mengikis kepercayaan internal. Kami melihat perusahaan-perusahaan yang berpikiran maju mulai meningkatkan standar dengan mengadopsi transparansi global yang konsisten, bahkan sebelum diwajibkan oleh regulasi lokal,” komentar John Mullally.

Walaupun standarisasi cukup sulit diterapkan di industri seperti penjualan atau jasa profesional, di mana penghasilan sering kali terkait komisi dan portofolio individu, perusahaan mungkin perlu menyeimbangkan fleksibilitas dengan komunikasi yang lebih jelas. Seiring berkembangnya ekspektasi, keterbukaan yang lebih besar dapat menjadi faktor penting dalam mendapatkan dan mempertahankan talenta.

Menghadapi Kompleksitas: Bagaimana Organisasi Dapat Bersiap

Untuk mempersiapkan perubahan ini, Robert Walters menyarankan organisasi di Hong Kong agar melampaui sekadar pengungkapan gaji dan mulai membangun struktur jabatan yang kuat. Kerangka ini harus mampu menjelaskan logika di balik keputusan penggajian secara jelas, sehingga transparansi memberikan kejelasan, bukan kebingungan, ketika karyawan membandingkan kompensasi.

Perusahaan juga perlu memprioritaskan audit kesetaraan internal guna menyelesaikan kesenjangan gaji yang tidak dapat dibenarkan sebelum menimbulkan gesekan. Pada akhirnya, keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada komunikasi; para manajer harus dilatih untuk memimpin percakapan mengenai gaji secara jujur dan berbasis data agar transparansi dapat menjadi fondasi kepercayaan dan memperkuat citra perusahaan sebagai pemberi kerja.

“Walaupun transparansi penuh terkait gaji masih belum sepenuhnya diterapkan di Hong Kong, ekspektasi jelas terus berkembang,” ujar Mullally. “Organisasi tidak perlu langsung meniru pasar lain dalam semalam, tetapi mengambil langkah menuju komunikasi mengenai gaji yang lebih jelas dan konsisten akan menjadi semakin penting untuk tetap kompetitif.”

https://www.robertwalters.com.hk/

http://www.linkedin.com/company/robert-walters

Tentang Robert Walters

Robert Walters adalah perusahaan solusi talenta terpercaya dunia. Di seluruh dunia, kami menyediakan layanan rekrutmen, recruitment process outsourcing (RPO), dan layanan konsultasi bagi berbagai jenis bisnis dalam beragam skala. Kami membuka peluang bagi individu dengan keterampilan, ambisi, dan latar belakang yang beragam. Kami membantu organisasi menemukan talenta dan solusi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mereka, sekaligus mendukung para profesional berbakat untuk memaksimalkan potensi unik mereka.

Kantor Robert Walters di Hong Kong mengkhususkan diri dalam penempatan profesional berkualitas tinggi untuk posisi permanen maupun kontrak di bidang berikut: akuntansi dan keuangan, konstruksi, properti dan teknik, layanan keuangan, HR dan dukungan bisnis, hukum dan kepatuhan, penjualan dan pemasaran, rantai pasok, logistik dan pengadaan, serta teknologi dan transformasi.

Tentang Robert Walters Pay Transparency E-guide

Dengan diberlakukannya regulasi penting di Eropa mulai Juni ini dan semakin menguatnya diskusi mengenai keterbukaan gaji di seluruh dunia, era kompensasi yang bersifat “rahasia” dengan cepat mulai berakhir. Sebagai gantinya, muncul lanskap korporasi baru yang ditandai oleh transparansi, kejelasan, dan dialog terbuka mengenai gaji.

E-guide komprehensif ini membahas realitas praktis dari perubahan global tersebut, menjelaskan seperti apa transparansi gaji dalam praktik nyata, serta mengulas mengapa struktur kompensasi yang terbuka kini menjadi semakin penting di lingkungan kerja modern.

Panduan ini juga memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana ekspektasi karyawan dan pelamar kerja berubah dalam skala global, termasuk menyoroti hubungan langsung antara transparansi gaji dan Employee Value Proposition (EVP) sebuah perusahaan. Pada akhirnya, panduan ini menawarkan saran strategis yang praktis bagi perusahaan dan manajer perekrutan tentang cara menghadapi transisi budaya dan struktural di dalam organisasi mereka secara sukses.

Untuk mengunduh Robert Walters Pay Transparency E-guide lengkap, silakan hubungi kami atau kunjungi:
https://www.robertwalters.com.hk/insights/hiring-advice/e-guide/global-pay-transparency.html