Kolaborasi ini dapat memperluas pelatihan AI yang dikembangkan di Singapura kepada anggota dan mahasiswa ICAI, sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap pembelajaran profesional yang relevan.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 21 Agustus 2026 – Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) dan Institute of Chartered Accountants of India (ICAI) memperdalam kerja sama yang telah terjalin selama ini melalui dua inisiatif yang berfokus pada penguatan kemampuan kecerdasan buatan (AI) di kalangan profesional akuntansi serta peningkatan pengakuan terhadap kualifikasi profesional.

ISCA hari ini menandatangani Letter of Cooperation yang menetapkan kerangka kerja untuk Global AI Fluency Initiative yang diusulkan dan berpusat pada AI Fluency Programme milik ISCA. Kerja sama yang diusulkan tersebut akan mengeksplorasi bagaimana ISCA dan ICAI dapat bekerja sama untuk memperluas pembelajaran AI yang praktis dan bertanggung jawab kepada anggota dan mahasiswa ICAI, dengan tetap tunduk pada persetujuan yang relevan serta pengaturan pelaksanaan yang disepakati bersama.

ISCA juga mengumumkan persetujuannya terhadap Module Exemption Agreement (MEA) yang diusulkan bersama ICAI terkait jalur kualifikasi profesional kedua lembaga.

Memperluas Kompetensi AI yang Dikembangkan di Singapura ke Tingkat Internasional

Kolaborasi AI yang diusulkan ini dibangun berdasarkan momentum awal dari AI Fluency Programme milik ISCA. Melalui kerja sama yang diusulkan tersebut, ISCA dan ICAI akan mengeksplorasi peluang untuk memperluas akses terhadap program ini kepada komunitas profesional ICAI yang terdiri atas lebih dari 1,5 juta anggota dan mahasiswa, sehingga memperluas jangkauan internasional pengembangan kompetensi AI yang dikembangkan di Singapura bagi profesi akuntansi.

Program berdurasi sekitar 30 jam ini mencakup 180 kasus praktik langsung yang didasarkan pada penerapan di tempat kerja dan disusun dalam tiga bidang:

  • Dasar-Dasar Literasi AI (AI Fluency Foundations): Membangun kepercayaan diri dan kemampuan dasar dalam menggunakan AI untuk pekerjaan profesional sehari-hari.
  • AI untuk Spesialisasi Akuntansi (AI for Accounting Specialisations): Menerapkan AI dalam bidang akuntansi, audit, keuangan, perpajakan, dan fungsi profesional terkait.
  • Kepemimpinan & Tata Kelola AI (AI Leadership & Governance): Mengembangkan kemampuan untuk memimpin penerapan AI secara bertanggung jawab, dengan tata kelola dan pengawasan yang tepat.

Pendekatan praktis ini dirancang untuk membantu peserta mengidentifikasi bidang-bidang di mana AI dapat memberikan nilai tambah, sembari tetap menerapkan pertimbangan profesional, pengawasan yang sesuai, dan tanggung jawab atas pekerjaan mereka.

Kerja sama yang diusulkan akan mengeksplorasi beberapa hal berikut:

  • Promosi Program: Mendukung promosi program AI masing-masing kepada anggota kedua lembaga melalui pengaturan yang disepakati bersama.
  • Penjangkauan dan Promosi kepada Anggota: Mempromosikan AI Fluency Programme kepada anggota ICAI di India dan, jika sesuai, di seluruh jaringan global ICAI melalui komunikasi yang disepakati bersama.
  • Penerapan Profesional: Bertukar pandangan dan studi kasus mengenai penerapan AI dalam pekerjaan profesional di bidang akuntansi, audit, keuangan, perpajakan, dan bidang terkait.
  • Kepemimpinan AI dan Penerapan yang Bertanggung Jawab: Berbagi perspektif mengenai tata kelola, pengawasan, dan penerapan AI yang tepat serta bertanggung jawab dalam profesi akuntansi.
  • Pertukaran Pengetahuan: Mengeksplorasi peluang lebih lanjut dalam kepemimpinan pemikiran (thought leadership), pembelajaran profesional, serta pengembangan kompetensi terkait AI.

Memperkuat Pengakuan Profesional

ISCA telah menyetujui Module Exemption Agreement (MEA) yang diusulkan bersama ICAI. Pengaturan yang diusulkan ini akan memberikan pengecualian modul tertentu dalam jalur kualifikasi masing-masing bagi anggota ICAI dan ISCA yang memenuhi syarat, sehingga mendukung pengakuan yang lebih luas terhadap kualifikasi profesional.

Meskipun MEA tersebut belum secara resmi ditandatangani, ISCA akan menerapkan pengecualian yang ditetapkan dari Singapore Chartered Accountant Qualification (SCAQ) bagi anggota ICAI yang memenuhi syarat, terhitung mulai 21 Agustus 2026. Kandidat yang memenuhi syarat tetap harus memenuhi persyaratan masuk, penilaian, dan persyaratan kualifikasi lainnya yang berlaku.¹

Inisiatif AI dan kerja sama terkait pengaturan pengecualian modul yang diusulkan ini dibangun di atas hubungan jangka panjang antara ISCA dan ICAI serta komitmen bersama untuk mengembangkan profesi akuntansi yang siap menghadapi masa depan dan terhubung secara internasional.

Presiden ISCA, Lee Boon Teck, mengatakan: “AI sedang membentuk kembali profesi akuntansi, dan membangun literasi AI di samping keahlian profesional yang kuat akan menjadi hal yang sangat penting agar profesi ini mampu beradaptasi dan menciptakan nilai yang lebih besar. Melalui Global AI Fluency Initiative yang diusulkan, kami berharap dapat berbagi pengalaman Singapura dalam pengembangan kemampuan AI yang praktis dan bertanggung jawab dengan komunitas profesional yang lebih luas, serta berkontribusi pada penerapan AI yang bertanggung jawab di seluruh profesi akuntansi global. Hubungan jangka panjang kami dengan ICAI juga memberikan peluang untuk memperkuat pengakuan terhadap pembelajaran profesional yang relevan dan mengurangi tingkat duplikasi bagi para profesional yang telah memenuhi kualifikasi. Bersama-sama, berbagai inisiatif ini berkontribusi pada terciptanya profesi akuntansi yang siap menghadapi masa depan dan terhubung secara internasional.”

Presiden ICAI, Prasanna Kumar D, mengatakan: “Pertukaran surat antara ICAI dan ISCA pada 21 Agustus menjadi langkah penting dalam perjalanan bersama kami dan merupakan pernyataan yang jelas mengenai niat untuk bekerja sama dalam memperkuat pengakuan terhadap kualifikasi profesional masing-masing. Bagi anggota kami, hal ini membuka potensi peluang yang lebih besar dan pengakuan profesional yang lebih luas. Pada saat yang sama, pembahasan kami mengenai pengembangan kemampuan di bidang Kecerdasan Buatan mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kemampuan AI di seluruh profesi. Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan ISCA untuk mengeksplorasi berbagai peluang yang saling menguntungkan dalam berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta mempersiapkan profesi yang siap menghadapi masa depan.”

¹ Pelaksanaan resmi MEA masih bergantung pada persetujuan yang diperlukan di India dan penyelesaian formalitas lainnya.

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA)

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) merupakan badan akuntansi nasional Singapura. Didirikan pada 1963, ISCA mengelola program Singapore Chartered Accountant Qualification dan merupakan lembaga yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Singapura untuk memberikan gelar Chartered Accountant of Singapore [CA (Singapore)].

ISCA mendukung lebih dari 46.000 anggota di berbagai industri di Singapura dan di seluruh dunia, dengan anggota yang tersebar di lebih dari 40 negara. Seiring dengan semakin berkembangnya kehadiran internasional, ISCA memiliki 12 cabang di luar negeri, 7 kantor yang tersebar di 10 negara, serta jaringan lebih dari 150 mitra strategis, yang memperkuat hubungan profesional dan peluang lintas negara. ISCA juga merupakan anggota Chartered Accountants Worldwide, jaringan global yang mewakili lebih dari 1,8 juta Chartered Accountants dan mahasiswa di lebih dari 190 negara.

ISCA mendorong pengembangan profesional dan pembelajaran sepanjang hayat melalui ISCA Academy, unit pelatihannya, serta memberikan dampak bagi masyarakat melalui ISCA Cares, unit amal yang dimilikinya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.isca.org.sg.