Para pemimpin dan praktisi industri berkumpul di Hong Kong untuk mendorong adaptasi terhadap perubahan iklim, transformasi bangunan, serta solusi berbasis AI guna mewujudkan lingkungan binaan yang lebih tangguh di seluruh Asia.
HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 28 Agustus 2026 –Arup dan Saint-Gobain menggelar peluncuran laporan global mereka di Asia, yang berlangsung di Hong Kong, bertajuk Adapting Buildings to Climate Change, yang dilanjutkan dengan seminar teknis mengenai desain dan pengoperasian bangunan berbasis kecerdasan buatan (AI). Didukung oleh Hong Kong Green Building Council, BEAM Society Limited, Business Environment Council, Hong Kong Institute of Architects, Royal Institute of British Architects, serta American Institute of Architects Hong Kong, acara tersebut mempertemukan lebih dari 100 pemimpin industri, pengembang, arsitek, insinyur, dan praktisi keberlanjutan untuk membahas bagaimana lingkungan binaan dapat merespons tantangan perubahan iklim yang semakin besar. Edisi Hong Kong ini merupakan kelanjutan dari peluncuran laporan di Eropa yang berlangsung di Brussels pada awal tahun ini dan menjadi awal dari diskusi yang lebih luas di kawasan Asia-Pasifik.

Mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri, Sammy Yeung, JP, Commissioner for Climate Change, Environment and Ecology Bureau, Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, serta Benjamin Hubin, Deputy Consul General of France in Hong Kong and Macau, hadir sebagai tamu kehormatan dalam upacara peluncuran. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan iklim dan memperkuat ketahanan lingkungan binaan di Hong Kong.
Urgensi agenda bersama tersebut menjadi landasan diskusi sepanjang acara. Skala tantangannya sangat besar. Lebih dari 7.000 bencana besar terkait iklim menyebabkan kerugian hampir US$3 triliun di seluruh dunia pada periode 2000 hingga 2019, sementara frekuensi dan intensitas gelombang panas, banjir, badai, serta hujan ekstrem terus meningkat. Sebagai salah satu kota dengan tingkat pembangunan terpadat di dunia, Hong Kong menghadapi tekanan yang khas, dengan meningkatnya suhu, curah hujan yang semakin intens, serta besarnya jumlah bangunan yang telah ada sehingga semakin menegaskan kebutuhan akan upaya adaptasi yang berjalan beriringan dengan dekarbonisasi. Tekanan tersebut sangat terasa di kawasan perkotaan yang padat, di mana penelitian Arup menemukan bahwa efek pulau panas perkotaan dapat meningkatkan suhu kota hingga 8,5°C dibandingkan dengan wilayah pedesaan di sekitarnya. Kondisi ini dapat membahayakan kehidupan dan meningkatkan kebutuhan pendinginan. Dalam konteks tersebut, laporan ini mengkaji bagaimana bangunan dapat lebih tahan terhadap panas ekstrem, banjir, dan badai, sekaligus mendukung transisi menuju masa depan rendah karbon.

Melanjutkan pembahasan tersebut, para pembicara dan panelis terkemuka dari berbagai sektor lingkungan binaan membagikan perspektif mereka sepanjang acara. Melalui serangkaian presentasi dan diskusi panel, mereka membahas bagaimana pemilik bangunan, investor, dan para profesional industri dapat memperpanjang usia aset, memperkuat ketahanan, serta menciptakan nilai sosial dan ekonomi jangka panjang melalui desain yang responsif terhadap iklim, retrofit, dan teknologi canggih. Mereka juga membahas semakin pentingnya inovasi digital dan kecerdasan buatan dalam memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berkelanjutan di seluruh siklus hidup bangunan.
Ir. Dr. Vincent Cheng, Arup Fellow dan APAC Environment, Climate and Sustainability Services Leader, mengatakan, “Adaptasi terhadap perubahan iklim bukan lagi sesuatu yang perlu dipertimbangkan untuk masa depan. Hal ini telah menjadi kebutuhan mendesak bagi kota, masyarakat, dan perekonomian kita saat ini. Bangunan mencakup porsi yang signifikan dari aset perkotaan kita, dan meningkatkan ketahanannya sangat penting untuk melindungi masyarakat, mata pencaharian, serta kemakmuran jangka panjang. Melalui laporan ini, Arup dan Saint-Gobain bertujuan memberikan wawasan praktis yang membantu industri bergerak melampaui sekadar mengidentifikasi risiko iklim menuju penerapan solusi nyata. Dengan menggabungkan adaptasi, dekarbonisasi, dan inovasi digital, kita dapat menciptakan bangunan yang tidak hanya lebih tangguh, tetapi juga lebih sehat, efisien, dan lebih mampu mendukung masyarakat yang berkembang.”
Ludovic Weber, CEO Asia, Saint-Gobain, mengatakan, “Adaptasi bangunan terhadap perubahan iklim tidak dapat ditangani hanya melalui satu disiplin ilmu, satu pemangku kepentingan, atau satu produk. Laporan ini memperkuat dan mempercepat pendekatan Saint-Gobain yang telah diterapkan selama bertahun-tahun, yaitu menggabungkan keahlian dalam material, sistem, dan ilmu bangunan untuk menghadirkan solusi terintegrasi berbasis kinerja yang disesuaikan dengan risiko iklim dan kebutuhan lokal tertentu. Bersama Arup, kami bertujuan mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata dan membantu menciptakan bangunan yang lebih tangguh, berkelanjutan, serta bernilai dalam jangka panjang.”
Tentang Laporan
Adapting Buildings to Climate Change mengkaji dampak perubahan iklim terhadap bangunan serta memaparkan berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan di sepanjang siklus hidup aset. Laporan ini mengidentifikasi tiga pendekatan desain yang saling melengkapi, yaitu ketangguhan (robustness), kemampuan beradaptasi (adaptiveness), dan fleksibilitas (flexibility), serta menyajikan berbagai kelompok solusi konstruksi praktis, mulai dari selubung termal bangunan dan sistem perlindungan terhadap sinar matahari hingga infrastruktur hijau dan langkah-langkah peningkatan ketahanan. Laporan tersebut menyoroti nilai bisnis dan sosial dari investasi dalam upaya adaptasi, serta menunjukkan bagaimana langkah-langkah proaktif dapat melindungi aset, meningkatkan kesejahteraan penghuni, dan mendukung terciptanya kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Tentang Arup
Arup merupakan konsultan lingkungan binaan global yang menyediakan layanan konsultasi serta keahlian teknis bagi para klien di lebih dari 150 bidang. Arup menciptakan ruang dan tempat yang aman, tangguh, serta regeneratif.
Tentang Saint-Gobain
Saint-Gobain merupakan pemimpin global dalam bidang konstruksi ringan dan berkelanjutan yang merancang, memproduksi, dan mendistribusikan material serta layanan untuk sektor konstruksi dan industri. Solusi terintegrasi Saint-Gobain untuk renovasi bangunan publik dan swasta, konstruksi ringan, serta dekarbonisasi sektor konstruksi dan industri dikembangkan melalui proses inovasi yang berkelanjutan dan menghadirkan keberlanjutan sekaligus kinerja yang optimal.
Memasuki usia ke-360 tahun pada 2025, Grup Saint-Gobain tetap semakin berkomitmen terhadap tujuan utamanya, yaitu “MAKING THE WORLD A BETTER HOME” atau “Menjadikan Dunia sebagai Rumah yang Lebih Baik.”
Recent Comments