SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 21 Agustus 2026 – Yanran Chen, seniman yang menciptakan IP orisinal KeyA, kembali hadir di POP TOY SHOW Singapore (PTS) pada 21–23 Agustus 2026. Ia menghadirkan pilihan koleksi terbaru dan karya-karya ikonik kepada para penggemar serta pencinta art toy di Singapura.

Ajang art toy terkemuka di Asia, POP TOY SHOW (PTS) Singapore, resmi dibuka pada 21 hingga 23 Agustus di Sands Expo & Convention Centre, Singapura. Sejak pertama kali hadir di Singapura, PTS Singapore telah berkembang menjadi salah satu acara paling berpengaruh di Asia yang didedikasikan untuk industri art toy. Para pencinta art toy dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Singapura untuk menikmati perayaan tahunan seni mainan kontemporer dan budaya pop ini.
PTS Singapore tahun ini mempertemukan lebih dari 100 seniman art toy terkemuka dari seluruh dunia, menciptakan platform dinamis tempat beragam gaya kreatif dan gagasan mutakhir bertemu.
Salah satu seniman yang berpartisipasi adalah Yanran Chen, yang kembali ke PTS Singapore dengan IP orisinalnya, KeyA. Pameran ini menandai debut global sejumlah koleksi KeyA terbaru, termasuk figur KeyA 《Voyage Log》 dan figur Q-Style 《Daydream Buddy》. Karya-karya ikonik sebelumnya, termasuk figur BlinkBot dan BuddyGlow, juga turut dipamerkan.
Presentasi tersebut menawarkan beragam koleksi yang ditujukan bagi berbagai tingkatan kolektor—mulai dari figur yang lebih terjangkau namun memiliki nilai tinggi dan dirancang untuk menjangkau khalayak luas pencinta art toy, hingga patung seni berskala besar yang memiliki nilai koleksi dan artistik yang kuat.
Selama bertahun-tahun, praktik seni Yanran Chen mencakup seni lukis, patung, gambar bergerak, dan desain karakter IP, yang memungkinkannya mengembangkan bahasa visual yang khas dan sangat mudah dikenali. Dengan “gadis” sebagai salah satu gagasan yang terus hadir dalam karyanya, Chen memadukan nuansa mekanis yang futuristis, tekstur organik, dan elemen yang terinspirasi dunia siber secara mulus untuk menciptakan dunia artistik yang unik, tempat realitas virtual dan fisik terus beririsan.
Melalui kembalinya ke PTS Singapore, Chen memperkenalkan bahasa visual yang matang sekaligus berjiwa muda dan inovatif kepada audiens art toy dan seni kontemporer di seluruh dunia. Karyanya menawarkan perspektif khas mengenai energi kreatif dan suara artistik independen dari generasi seniman muda Tiongkok yang sedang berkembang.
Tentang Seniman
Yanran Chen, yang lahir di Beijing pada 2005, merupakan salah satu seniman paling berpengaruh dari generasinya. Praktik seninya yang bersifat multidisipliner, mencakup seni lukis, patung, dan video, berpusat pada citra ikonik “gadis.” Melalui karya lukis, patung, video, dan desain karakter, Chen memadukan elemen mekanis, organik, serta yang terinspirasi dunia siber untuk mengeksplorasi batas antara mimpi dan kenyataan, identitas dan transformasi.
Karyanya telah dipamerkan di berbagai pameran seni dan platform budaya internasional terkemuka, termasuk Art Basel Hong Kong dan ComplexCon, serta berbagai pameran di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Di luar dunia seni, Chen telah berkolaborasi dengan berbagai merek yang dikenal secara internasional, termasuk GUCCI, CASETiFY, dan LEUCHTTURM1917, dengan memperluas bahasa artistiknya ke bidang fesyen, desain, dan budaya populer. Ia juga pernah bekerja sama dengan merek seperti Balenciaga, Givenchy, dan R13 sebagai kolaborator kreatif dan model, serta tampil dalam berbagai publikasi seperti Numéro, Wonderland, V China, dan L’Officiel.
Pada 2026, Chen masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia, yang semakin menegaskan pengaruhnya yang terus berkembang sebagai salah satu talenta kreatif muda Asia yang sedang naik daun.
Recent Comments