The Diamond Report berisi wawasan tentang siapa yang membeli berlian dan alasannya, berdasarkan sebuah studi terhadap 18.500 perempuan di pasar konsumen terbesar dalam industri tersebut.
LONDON, UK – Media OutReach Newswire – 29 Juni 2026 – Berlian alami tetap menjadi produk perhiasan mewah yang paling diinginkan. Harga rata-rata pembelian meningkat sebesar 25%, Generasi Z kini menjadi kelompok generasi terbesar kedua yang membeli berlian, dan momen di luar pernikahan menyumbang tiga perempat dari total permintaan di Amerika Serikat. Temuan-temuan tersebut merupakan sebagian dari hasil utama US Diamond Acquisition Study terbaru yang dilakukan oleh De Beers Group, berdasarkan tanggapan dari 18.500 perempuan berusia 18–74 tahun di pasar konsumen terbesar industri berlian tersebut.

Studi yang diselesaikan pada tahun 2026 itu juga menemukan bahwa Generasi Z menghabiskan dana hampir dua kali lipat dibandingkan generasi Baby Boomers saat membeli berlian alami, yakni rata-rata US$4.080 per perhiasan dibandingkan US$2.250. Selain itu, meskipun alasan pembelian yang berkaitan dengan cinta masih menjadi pendorong utama permintaan, motivasi pribadi seperti merayakan pekerjaan baru, memperoleh promosi, mengapresiasi pencapaian, atau sekadar membeli “karena ingin” semakin mendorong pembelian perhiasan berlian.
Studi tersebut menunjukkan bahwa konsumen di Amerika Serikat menempatkan berlian alami sebagai pilihan utama untuk perhiasan mewah. Sebanyak 11% responden perempuan menyebut perhiasan berlian alami sebagai hadiah mewah yang paling mereka inginkan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan berlian sintetis hasil laboratorium (8%), batu permata lainnya (5%), maupun perhiasan emas polos (4%).
Harga rata-rata perhiasan berlian alami juga meningkat secara signifikan pada tahun 2025, menjadi US$4.063 per perhiasan dibandingkan US$3.242 pada tahun 2023. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pembelian berlian dengan ukuran karat yang lebih besar, di mana rata-rata total berat karat naik menjadi 1,86 karat dari sebelumnya 1,65 karat pada tahun 2023.
Untuk generasi termuda dalam industri ini, studi menemukan bahwa Generasi Z menunjukkan kontribusi yang melampaui proporsi jumlah penduduknya. Kelompok ini kini menyumbang hampir seperempat atau 23% dari nilai permintaan berlian alami, meskipun hanya mewakili 18% populasi. Konsumen Generasi Z juga membeli atau menerima berlian untuk lebih banyak kesempatan dibandingkan generasi lainnya, yakni rata-rata 1,83 kali per tahun, lebih tinggi daripada rata-rata keseluruhan sebesar 1,7 kali. Meskipun momen pernikahan masih mendominasi dengan porsi 45% dari total pembelian, hadiah dari anggota keluarga juga memegang peranan penting. Ulang tahun menjadi salah satu momen yang paling signifikan, mewakili 17% dari seluruh pembelian berlian oleh Generasi Z dibandingkan rata-rata 13% di seluruh generasi. Generasi Z juga sangat menghargai ekspresi diri dan lebih banyak menganggap berlian sebagai simbol identitas dibandingkan generasi lainnya. Selain itu, mereka merupakan kelompok yang paling mengandalkan media sosial untuk mencari informasi sebelum melakukan pembelian.
Diana Mitkov, peneliti utama di Diamond Demand Insights & Analytics, De Beers Group, mengatakan, “Hasil studi ini menunjukkan bahwa konsumen saat ini memiliki keinginan untuk memiliki berlian alami yang sama besarnya dengan generasi-generasi sebelumnya, bahkan lebih tinggi dibandingkan produk perhiasan lainnya. Mereka juga mengeluarkan biaya lebih besar untuk setiap pembelian dibandingkan sebelumnya. Namun, cara dan alasan konsumen membeli berlian terus berkembang. Tonggak kehidupan tradisional seperti pertunangan tidak lagi menjadi satu-satunya pendorong nilai bagi industri ini. Konsumen kini semakin sering memilih berlian alami untuk menandai berbagai momen penting dalam hidup dan mencari perhiasan yang terasa lebih personal.”
Ia menambahkan, “Sebagai keajaiban alam yang unik, karakteristik berlian alami sangat selaras dengan perubahan tren konsumen tersebut. Peluang bagi industri berlian adalah memastikan berlian alami tetap mampu memenuhi keinginan pasar yang kuat di tengah persaingan yang semakin ketat, dengan menghadirkan desain yang menarik dalam berbagai ukuran, warna, dan kisaran harga, serta sesuai untuk berbagai kesempatan yang jauh melampaui perhiasan pertunangan atau pernikahan.”
Temuan tersebut dipublikasikan dalam laporan terbaru De Beers berjudul The Diamond Report. Laporan ini juga memuat ulasan mengenai faktor-faktor utama yang membentuk masa depan positif bagi berlian alami oleh Executive Vice President Corporate Affairs & Strategy sekaligus Chief Economist, Eirik Wærness; analisis tren ritel perhiasan di Amerika Serikat; pandangan dari para desainer dan peritel terkemuka mengenai perubahan pengalaman membeli berlian; serta refleksi mengenai peran berlian alami dalam mendukung kemajuan sosial ekonomi masyarakat dan wilayah tempat berlian tersebut ditemukan.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa penjualan berlian alami terus meningkat di toko perhiasan independen di Amerika Serikat. Berdasarkan data Point of Sale dari 950 peritel, penjualan tumbuh masing-masing sebesar 4% dan 9% secara tahunan pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026. Berlian berwarna serta berlian dengan warna rendah (kategori warna K–Z) yang dipromosikan melalui kampanye “Desert Diamonds” dari De Beers Group mencatatkan kinerja yang lebih baik, dengan pertumbuhan penjualan masing-masing sebesar 15% dan 19%.
Data yang sama juga menunjukkan bahwa meskipun volume penjualan perhiasan berlian sintetis hasil laboratorium terus meningkat, penurunan harga di tingkat ritel membuat pangsa nilainya terhadap total permintaan tetap relatif rendah, yakni hanya 15% dari total penjualan berlian di toko perhiasan independen, dibandingkan 85% untuk berlian alami pada tahun 2025. Selain itu, terlihat adanya penurunan penjualan yang cukup signifikan ketika ukuran berlian sintetis mencapai 3 karat atau lebih besar, yang mengindikasikan bahwa konsumen mungkin menganggap berlian sintetis dengan ukuran tersebut terlihat terlalu besar. Laporan ini juga menyebutkan bahwa apabila harga berlian sintetis terus menurun mengikuti tren beberapa tahun terakhir, peritel akan semakin sulit mendorong konsumen membeli ukuran yang lebih besar. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan total penjualan sekaligus memengaruhi laba kotor dalam jangka panjang.
Eirik Wærness mengatakan, “Industri berlian terus berkembang dengan cepat, dipengaruhi oleh dinamika dari sisi pasokan maupun permintaan. Dari sisi pasokan, penurunan produksi berlian alami secara global diperkirakan akan mendukung keseimbangan yang lebih baik antara pasokan dan permintaan dalam beberapa tahun mendatang. Dari sisi permintaan, ketahanan ekonomi Amerika Serikat dan mulai stabilnya permintaan di China telah mendorong permintaan global terhadap berlian alami kembali tumbuh pada tahun 2025. Di saat yang sama, berbagai upaya pemasaran industri mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dengan prospek keuntungan dari penjualan berlian sintetis yang kemungkinan akan semakin tertekan di masa depan, kami memperkirakan para peritel akan semakin membedakan strategi penjualan antara berlian sintetis dan berlian alami. Seiring semakin stabilnya faktor-faktor fundamental tersebut, industri memiliki peluang besar untuk memperkuat nilai berlian alami sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.”
https://www.debeersgroup.com/
https://www.linkedin.com/company/debeersgroup/
http://www.twitter.com/DeBeersGroup
https://www.facebook.com/DeBeersGroupOfCompanies
https://www.instagram.com/debeersgroup?igsh=ZWE5azY0bHF0Mm1u

Tentang De Beers Group
Didirikan pada tahun 1888, De Beers Group adalah perusahaan berlian terkemuka di dunia yang memiliki keahlian dalam eksplorasi, pertambangan, pemasaran, dan penjualan ritel berlian. Bersama dengan mitra usaha patungannya, De Beers Group mempekerjakan lebih dari 20.000 orang di seluruh rantai nilai industri berlian dan merupakan produsen berlian terbesar di dunia berdasarkan nilai, dengan operasi pertambangan di Botswana, Kanada, Namibia, dan Afrika Selatan.
Inovasi menjadi inti dari strategi De Beers Group dalam mengembangkan portofolio yang mencakup seluruh rantai nilai berlian, termasuk rumah perhiasannya seperti De Beers London dan Forevermark, serta berbagai solusi inovatif seperti inisiatif sumber pasokan dan ketertelusuran berlian Tracr dan GemFair.
De Beers Group juga menyediakan layanan dan teknologi terdepan bagi industri berlian, termasuk layanan pendidikan dan laboratorium, serta berbagai teknologi penyortiran, pendeteksian, dan klasifikasi berlian.
De Beers Group berkomitmen pada inisiatif “Building Forever”, yaitu pendekatan keberlanjutan yang menyeluruh dan terintegrasi untuk menciptakan dampak yang bermakna bagi masyarakat dan wilayah tempat berlian ditemukan. Building Forever berfokus pada tiga area utama, yaitu mata pencaharian (Livelihoods), iklim (Climate), dan alam (Nature), di mana melalui kolaborasi dan kemitraan global, perusahaan berupaya memberikan dampak positif yang lebih besar.
De Beers Group merupakan bagian dari grup Anglo American plc. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.debeersgroup.com.
Recent Comments