Remaja Filipina Berusia 15 Tahun, Crimson Arradaza, Cetak Sejarah dengan Penyelesaian Kubus Rubik Satu Tangan dalam 5,33 Detik di Ajang Perdana Philippine National Speed Cubing Open
KOTA TAGAYTAY, FILIPINA – Media OutReach Newswire – 29 Mei 2026 – Asia Tenggara berhasil menorehkan prestasi gemilang di panggung speed cubing dunia.
Dalam momen yang menggemparkan komunitas speed cubing internasional, talenta muda Filipina, Crimson Arradaza, memecahkan Rekor Dunia kategori 3x3x3 One-Handed dengan catatan waktu luar biasa, yakni 5,33 detik, pada ajang perdana Philippine National Speed Cubing Open yang diselenggarakan oleh Asian Mind Sports Association (AMSA) dan Philippine Olympic Committee (POC).
Turnamen yang berlangsung pada 27–28 Mei di Tagaytay City Combat Arena tersebut merupakan ajang speed cubing nasional besar pertama yang didukung secara resmi oleh gerakan Olimpiade Filipina. Sejak penyelenggaraan perdananya, kompetisi ini langsung mencatatkan sejarah.
Penampilan gemilang Arradaza berhasil memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 5,66 detik, yang dicetak oleh Dhruva Sai Meruva dari Swiss pada 2024. Lebih dari itu, pencapaian ini melampaui batas yang sebelumnya dianggap mungkin dalam penyelesaian kubus Rubik dengan satu tangan, sekaligus menempatkan Filipina dalam sorotan dunia olahraga pikiran. Prestasi tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi negara yang kini berkembang sebagai kekuatan baru dalam speed cubing.
“Saya telah menekuni speed cubing selama empat tahun terakhir, dan ini adalah hadiah ulang tahun terbaik untuk diri saya sendiri,” ujar Arradaza, yang genap berusia 15 tahun sehari sebelumnya.
Remaja asal Baguio City itu menempuh perjalanan selama delapan jam untuk bertanding di Tagaytay, didampingi kedua orang tuanya. Kisah tersebut menjadi pengingat kuat tentang pengorbanan dan dukungan yang berada di balik kesuksesan setiap atlet muda.
“Ini bukan hanya pencapaian Filipina. Ini adalah pencapaian Asia,” kata Direktur Jenderal AMSA, Jim Yu. “Masa depan olahraga pikiran berada di tangan generasi muda, dan hari ini Filipina menunjukkan kepada dunia kemampuan luar biasa yang dimiliki talenta Asia Tenggara.”
Presiden POC, Abraham ‘Bambol’ Tolentino, serta Wali Kota Tagaytay, Ross Tolentino, turut hadir menyaksikan pencapaian bersejarah tersebut.
“Olahraga bukan hanya tentang kekuatan fisik. Olahraga juga tentang ketajaman berpikir, disiplin, dan fokus,” ujar Presiden POC Tolentino. “Masyarakat Filipina memiliki bakat alami dalam olahraga pikiran, dan rekor dunia ini membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan yang terbaik di tingkat global.”
Selain kompetisi, acara yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menghadirkan program pelatihan wasit, lokakarya operasional, serta berbagai diskusi pengembangan yang bertujuan memperkuat ekosistem speed cubing.
AMSA kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan olahraga pikiran di seluruh Asia melalui kemitraan dengan komite olimpiade nasional, federasi olahraga, dan penyelenggara lokal.
Organisasi tersebut berencana terus memperluas kompetisi regional, jalur pembinaan talenta, infrastruktur siaran langsung, sistem perwasitan, program keterlibatan generasi muda, serta pertukaran internasional guna meningkatkan pengakuan olahraga pikiran ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Asia.

Recent Comments