Read to Lead: Building an AI-Ready Mind mendorong budaya membaca di tempat kerja serta membekali para PMET dan pemimpin bisnis dengan kemampuan menilai informasi secara profesional untuk menghadapi era ketika tidak semua informasi dapat diterima begitu saja.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 14 Juli 2026 – Sebuah jajak pendapat singkat (dipstick poll) terbaru terhadap 1.150 profesional, manajer, eksekutif, dan teknisi (PMET) yang dilakukan oleh KPMG di Singapura dan National Library Board (NLB) menemukan bahwa hanya 4 dari 10 responden yang menyatakan yakin terhadap kemampuan mereka dalam membedakan konten yang akurat dengan misinformasi yang dihasilkan oleh AI.

Namun, kurang dari separuh responden mengatakan bahwa mereka akan memeriksa sumber asli dari suatu statistik sebelum membentuk opini, bahkan ketika mereka membaca ringkasan yang dibuat oleh AI di mesin pencari. KPMG dan NLB melakukan jajak pendapat ini pada Juni hingga Juli 2026 untuk mengetahui sejauh mana para profesional di Singapura secara kritis mengevaluasi informasi dalam lingkungan di mana hasil keluaran AI semakin banyak digunakan. Hasil jajak pendapat menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan era AI dengan kebiasaan serta keterampilan yang telah dibangun oleh para profesional hingga saat ini.

Dalam kondisi tersebut, KPMG di Singapura dan NLB meluncurkan “Read to Lead: Building an AI-Ready Mind” hari ini. Ini merupakan inisiatif selama satu tahun yang bertujuan membawa budaya membaca ke lingkungan kerja. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Rahayu Mahzam, Menteri Negara pada Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi, dan menandai dimulainya upaya bersama untuk menjadikan kegiatan membaca secara mendalam dan terfokus sebagai kemampuan profesional utama di seluruh tenaga kerja Singapura, membangun kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis, serta membantu perusahaan mempercepat pengembangan pengetahuan di seluruh organisasi mereka.

Seiring teknologi AI generatif dan AI berbasis agen (agentic AI) mengubah cara individu dan organisasi mengakses informasi, kemampuan untuk mengevaluasi kredibilitas suatu konten secara kritis akan menjadi semakin penting. Para profesional perlu terlibat dalam aktivitas membaca yang berkelanjutan dan terfokus untuk membangun kemampuan tersebut.

Melissa Tam, Chief Executive Officer NLB, mengatakan,
“Membaca selalu menjadi inti dari apa yang dilakukan NLB. Peluncuran Read to Lead mencerminkan keyakinan kami bahwa membaca secara terfokus dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis. Dengan membaca secara konsisten dan memperluas cakupan bacaan, kita belajar mengajukan pertanyaan yang lebih baik dan cenderung menjadi pengguna hasil keluaran AI yang lebih mampu menilai secara kritis. Kemitraan kami dengan KPMG membawa keyakinan ini ke lingkungan kerja dan kami berharap ini menjadi langkah awal dari banyak kolaborasi lainnya. NLB menantikan kerja sama dengan lebih banyak organisasi di seluruh Singapura untuk membangun budaya membaca, serta melalui hal tersebut membekali para profesional Singapura dengan keterampilan yang mereka perlukan agar dapat memberikan kontribusi bermakna bagi organisasi mereka.”

Lee Sze Yeng, Managing Partner KPMG, mengatakan,
“Para profesional Singapura memiliki kemampuan tinggi dan pengetahuan mendalam dalam bidang masing-masing—namun dalam lingkungan saat ini, membaca dengan cepat dan hanya dalam lingkup bidang sendiri tidak lagi cukup. Para profesional yang membaca secara luas lintas disiplin akan jauh lebih mampu mengevaluasi informasi, termasuk konten yang dihasilkan AI, bahkan dalam bidang keahlian mereka sendiri. Kemampuan membaca secara lintas perspektif, menghubungkan berbagai gagasan antarbidang, serta mempertanyakan informasi yang diberikan AI dengan penilaian yang matang kini dengan cepat menjadi kemampuan yang membedakan para pemimpin. Read to Lead merupakan komitmen kami untuk membangun kemampuan tersebut dalam skala luas.”

Program Read to Lead diperkirakan akan memberikan manfaat kepada lebih dari 2.000 PMET dan pemimpin bisnis melalui berbagai sesi berbasis keahlian, kegiatan interaktif, serta sumber daya pembelajaran yang bertujuan membangun kemampuan menilai informasi secara kritis sebagai bagian dari disiplin profesional.

Tahap 1 — Knowledge Week: 14–16 Juli 2026

Program ini dimulai dengan Knowledge Week, yang berlangsung pada 14 hingga 16 Juli 2026 di Asia Square, KPMG Clubhouse, dan National Library Building. Berbagai kegiatan dirancang untuk membantu PMET dan perusahaan mengambil keputusan yang tepat ketika mengevaluasi sumber informasi, memperluas perspektif di luar bidang profesional mereka, serta berinteraksi dengan konten secara bermakna, bukan hanya pada tingkat permukaan.

Knowledge Week menghadirkan perpustakaan digital, kuis interaktif, serta diskusi panel dengan tiga tema utama: membaca kritis sebagai disiplin profesional; menghadapi misinformasi dan risiko AI; serta bagaimana pembangunan pengetahuan memperkuat ketahanan bisnis.

Tahap 2 — Membangun Kemampuan Siap Menghadapi AI

Setelah Knowledge Week, KPMG dan NLB akan bersama-sama mengembangkan perangkat praktis (toolkit) untuk meningkatkan pemahaman PMET dan dunia usaha mengenai teknologi AI serta strategi menghadapi misinformasi dan risiko siber.

Sesi berbasis keahlian mengenai literasi AI dan praktik penggunaan AI yang tepercaya akan diselenggarakan di berbagai perpustakaan NLB, sehingga individu dan perusahaan dapat berinteraksi dengan informasi secara kritis sekaligus bertanggung jawab.

Tahap 3 — Journey Paper (2027)

Pada 2027, KPMG dan NLB akan menerbitkan Journey Paper secara bersama-sama yang disusun berdasarkan wawasan yang diperoleh sepanjang program selama satu tahun serta didukung oleh penelitian global KPMG.

Publikasi ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan diskusi nasional mengenai pentingnya membaca kritis setelah program berakhir.

Tentang NLB

NLB membina pembaca sepanjang hayat (Readers for Life), komunitas pembelajaran, dan masyarakat yang berpengetahuan melalui promosi budaya membaca, pembelajaran, dan sejarah melalui jaringan 28 perpustakaan, National Library, serta National Archives of Singapore.

NLB juga membangun kemitraan strategis yang mendorong kesadaran, apresiasi, dan eksplorasi lebih luas terhadap sejarah Singapura melalui koleksi berharga yang dimilikinya di Singapura dan kawasan regional.

NLB mencapai keunggulan melalui inovasi dengan berfokus pada keterlibatan masyarakat dan penciptaan bersama (co-creation), inovasi sumber daya dan digital. Hal ini menciptakan peluang pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber daya perpustakaan, layanan, serta koleksi arsip, sekaligus mendukung pengembangan ruang perpustakaan inovatif secara berkelanjutan.

Didirikan pada 1 September 1995 sebagai badan hukum pemerintah (statutory board), NLB berada di bawah Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi (MDDI).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web NLB serta kanal Facebook, Instagram, LinkedIn, dan YouTube miliknya.

Tentang KPMG di Singapura

KPMG di Singapura merupakan bagian dari organisasi global yang terdiri atas perusahaan jasa profesional independen yang menyediakan layanan Audit, Pajak, dan Konsultasi (Advisory).

KPMG beroperasi di 138 negara dan wilayah dengan lebih dari 276.000 mitra dan karyawan yang bekerja di perusahaan anggota KPMG di seluruh dunia. Setiap perusahaan KPMG merupakan entitas hukum yang berbeda dan berdiri secara terpisah, serta menjelaskan statusnya masing-masing.

KPMG International Limited merupakan perusahaan swasta berbadan hukum di Inggris yang memiliki tanggung jawab terbatas melalui jaminan (private English company limited by guarantee). KPMG International Limited dan entitas terkaitnya tidak memberikan layanan langsung kepada klien.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai struktur organisasi KPMG, silakan kunjungi kpmg.com/governance.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi kpmg.com/sg.
LinkedIn: linkedin.com/company/kpmg-singapore.