SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 14 Juli 2026 – Aon plc (NYSE: AON), perusahaan jasa profesional global terkemuka, merilis temuan kawasan Asia Pasifik (APAC) dari Global Transaction Solutions Claims Study 2026. Laporan ini menyoroti perkembangan berkelanjutan pasar risiko transaksi di kawasan tersebut serta tren baru yang muncul dalam klaim.

Laporan tersebut menemukan bahwa produk risiko transaksi, termasuk asuransi Warranty & Indemnity (W&I) dan asuransi kewajiban pajak mandiri (standalone tax liability insurance), terus menjadi pertimbangan penting dalam aktivitas transaksi di Asia. Meningkatnya kapasitas penjaminan (underwriting) serta semakin luasnya adopsi di pasar seperti India, Singapura, dan Korea telah mendukung integrasi produk-produk tersebut ke dalam struktur transaksi dan strategi pengelolaan risiko.

“Seiring terus berkembangnya pasar risiko transaksi di kawasan Asia Pasifik, hasil penyelesaian klaim tidak hanya ditentukan oleh cakupan polis, tetapi juga oleh kualitas uji tuntas (due diligence), analisis keuangan, dan integrasi pasca-penyelesaian transaksi,” ujar Martijn de Lange, Managing Director Transaction Solutions APAC di Aon. “Kami melihat frekuensi klaim yang semakin tinggi serta nilai klaim yang semakin besar, khususnya pada transaksi berskala besar dan lintas negara. Hal ini semakin menegaskan pentingnya asuransi Warranty & Indemnity serta asuransi pajak dalam melindungi nilai transaksi. Kawasan ini juga memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk tren risiko transaksi global, dengan pengalaman klaim yang memperkuat nilai solusi asuransi terstruktur dalam mengelola risiko transaksi yang terus berkembang.”

Perusahaan-perusahaan mulai merasakan manfaat nyata dari produk-produk tersebut ketika klaim terjadi, sehingga semakin memperkuat kepercayaan terhadap kemampuannya dalam melindungi nilai transaksi. Tren klaim di Asia Pasifik kini secara umum telah sejalan dengan pengalaman global, di mana masalah terkait pengungkapan informasi, ketidakakuratan laporan keuangan, pelanggaran kepatuhan, dan eksposur perpajakan menjadi sumber kerugian yang paling umum.

Aktivitas Klaim Meningkat Seiring Matangnya Pasar

Seiring meningkatnya adopsi selama satu dekade terakhir, kawasan Asia Pasifik mengalami peningkatan aktivitas klaim secara konsisten, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai frekuensi klaim, tingkat keparahan, serta faktor penyebab kerugian. Di Amerika Utara, berdasarkan data klaim internal Aon hingga Juli 2026, klien berhasil memperoleh pemulihan klaim solusi transaksi lebih dari US$1 miliar sepanjang 2025, dengan rata-rata pembayaran klaim melampaui US$10 juta dan nilai median pembayaran melebihi US$8,2 juta—keduanya merupakan rekor tertinggi. Sementara itu, di Asia Pasifik, Aon berhasil memperoleh pembayaran klaim lebih dari US$26 juta dalam tiga tahun terakhir, termasuk beberapa klaim dengan nilai kerugian yang sangat besar.

Jika pada tahap awal aktivitas klaim lebih banyak terkonsentrasi di Australia dan Selandia Baru—wilayah pertama yang mengadopsi asuransi W&I—kini gelombang pertumbuhan kedua mulai muncul di India, Korea Selatan, dan Asia Tenggara.

Asuransi kewajiban pajak mandiri kini telah menjadi bagian yang umum dalam transaksi di India dan semakin banyak digunakan di Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, serta Australia. Polis ini semakin sering dimanfaatkan untuk mengelola eksposur pajak yang telah teridentifikasi, termasuk pembebasan pajak keuntungan modal (capital gains tax), pajak pemotongan (withholding tax), dan kerugian operasional yang dapat dikompensasikan (net operating losses). Berdasarkan tren saat ini serta semakin matangnya usia polis, aktivitas klaim diperkirakan akan terus meningkat.

Klaim Bernilai Tinggi dan Risiko Jangka Panjang Membentuk Profil Kawasan

Studi ini menunjukkan bahwa klaim di Asia Pasifik semakin didominasi oleh kerugian bernilai besar, khususnya pada transaksi perusahaan besar (large-cap) dan transaksi lintas negara, dengan beberapa klaim melampaui US$10 juta.

Pada saat yang sama, eksposur perpajakan dan regulasi terus menjadi penyebab beberapa klaim terbesar dan paling kompleks di kawasan ini. Klaim-klaim tersebut sering kali baru muncul beberapa tahun setelah transaksi selesai dan berkontribusi terhadap profil risiko jangka panjang (long-tail risk) yang cukup signifikan.

Sementara persoalan operasional dan pengungkapan informasi umumnya muncul dalam satu tahun pertama setelah transaksi selesai, klaim terkait perpajakan dapat diajukan lebih dari lima tahun setelah polis mulai berlaku. Kondisi ini mencerminkan siklus audit dan jadwal penegakan hukum di berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Risiko Pengungkapan, Keuangan, dan Kepatuhan Menjadi Pemicu Klaim di Berbagai Sektor

Di seluruh kawasan Asia Pasifik, masalah pengungkapan informasi, ketidakakuratan laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta eksposur perpajakan terus menjadi penyebab utama klaim, sejalan dengan tren global. Contoh kasus klaim yang umum meliputi:

  • Kontrak material dan kewajiban yang tidak diungkapkan atau disajikan secara keliru.
  • Perbedaan antara laporan keuangan yang disampaikan dengan kinerja perusahaan yang sebenarnya.
  • Ketidakpatuhan terhadap regulasi dan perizinan, terutama pada sektor yang memiliki tingkat regulasi tinggi.
  • Sengketa perpajakan yang melibatkan transfer pricing, bea masuk, serta kewajiban pemotongan pajak.

Risiko Khusus Tiap Sektor Terus Berkembang

Studi ini juga mengidentifikasi pola kerugian yang berbeda di berbagai industri utama, antara lain:

  • Properti dan infrastruktur: klaim terkait kondisi aset, kewajiban lingkungan, dan kewajiban sewa.
  • Barang konsumsi dan ritel: pengawasan regulasi, kewajiban kepada pelanggan, serta kekurangan dalam pengungkapan informasi.
  • Teknologi dan sistem pembayaran: risiko terkait perizinan, sertifikasi, dan konsentrasi kontrak.
  • Struktur transaksi lintas negara: eksposur perpajakan dan regulasi pada perusahaan multinasional serta skema pembiayaan yang kompleks.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa asuransi W&I dan asuransi pajak kini semakin terintegrasi dalam strategi perencanaan transaksi dan pengelolaan risiko, terutama untuk transaksi berskala besar dan lintas negara, ketika upaya pemulihan melalui penjual (seller recourse) memiliki keterbatasan.

“Seiring semakin banyaknya pengalaman klaim di Asia Pasifik, para klien menjadi semakin percaya diri untuk mengajukan pemulihan kerugian dan memanfaatkan solusi ini sebagai bagian dari strategi transaksi mereka,” ujar Anita Vivekananda, Managing Director Transaction Solutions APAC di Aon. “Di saat yang sama, semakin meningkatnya eksposur perpajakan dan regulasi yang bersifat jangka panjang menciptakan lanskap risiko yang lebih kompleks, sehingga asuransi transaksi menjadi pertimbangan yang semakin penting bagi organisasi yang ingin mengejar pertumbuhan dan peluang investasi.”

Tentang Laporan

Global Transaction Solutions Claims Study 2026 memberikan wawasan bagi pembeli, penjual, dan penasihat transaksi di Asia agar lebih memahami pola klaim yang terus berkembang serta peran asuransi dalam mendukung keberhasilan transaksi dalam jangka panjang. Studi edisi 2026 ini mencerminkan keterlibatan Aon yang berkelanjutan dalam penanganan klaim solusi transaksi, dengan perusahaan telah mendampingi klien pada lebih dari 2.000 klaim dan berhasil memperoleh lebih dari US$3 miliar pembayaran klaim bagi klien di seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan merujuk pada laporan lengkap 2026 Global Transaction Solutions Claims Study.

Tentang Aon

Aon plc (NYSE: AON) hadir untuk membantu menghasilkan keputusan yang lebih baik demi melindungi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia. Melalui wawasan analitik yang dapat ditindaklanjuti, keahlian global yang terintegrasi di bidang Risk Capital dan Human Capital, serta solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal, para profesional Aon memberikan layanan kepada klien di lebih dari 120 negara. Dengan demikian, klien memperoleh kejelasan dan keyakinan untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait risiko dan sumber daya manusia guna melindungi sekaligus mengembangkan bisnis mereka.

Ikuti Aon di LinkedIn, X, Facebook, dan Instagram. Untuk memperoleh informasi terbaru, kunjungi newsroom Aon dan daftarkan diri untuk menerima pemberitahuan berita terbaru.

Penafian

Informasi yang terdapat dalam dokumen ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan sebagai panduan umum, serta tidak dimaksudkan untuk mengakomodasi keadaan atau kebutuhan spesifik individu maupun entitas tertentu. Meskipun Aon berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu serta menggunakan sumber-sumber yang dianggap tepercaya, perusahaan tidak memberikan jaminan, pernyataan, ataupun garansi atas keakuratan, kecukupan, kelengkapan, maupun kesesuaian informasi dalam dokumen ini untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, Aon tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang mungkin timbul akibat penggunaan atau ketergantungan terhadap informasi tersebut.

Tidak ada jaminan bahwa informasi yang terkandung dalam dokumen ini akan tetap akurat pada saat diterima ataupun akan terus akurat pada masa mendatang. Setiap individu atau entitas tidak seharusnya mengambil keputusan atau bertindak hanya berdasarkan informasi yang terdapat dalam dokumen ini tanpa terlebih dahulu memperoleh nasihat profesional yang sesuai serta melakukan kajian yang lebih mendalam dan terarah.