ISCA dan IMDA meluncurkan AIxAccountancy, program literasi AI pertama untuk profesional non-teknologi di bawah National AI Impact Programme

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 3 Juli 2026 – Singapore Institute of Chartered Accountants (ISCA) bersama Infocomm Media Development Authority (IMDA) secara resmi meluncurkan AI Fluency Programme, AIxAccountancy, hari ini. Program ini dirancang untuk membekali para profesional akuntansi dan keuangan korporasi dengan keterampilan, kepercayaan diri, serta pengetahuan yang dibutuhkan agar dapat memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara efektif dan bertanggung jawab di lingkungan kerja. Program tersebut juga merupakan bagian dari komitmen ISCA dalam memperkuat kapabilitas AI di profesi akuntansi, sejalan dengan targetnya untuk meningkatkan kompetensi 60.000 profesional akuntansi dan keuangan korporasi dalam kurun waktu tiga tahun.

AIxAccountancy merupakan program pelatihan pertama yang dikembangkan melalui kemitraan IMDA dengan berbagai organisasi profesi dalam kerangka National AI Impact Programme (NAIIP). Program nasional tersebut menargetkan pelatihan bagi 100.000 profesional nonteknologi agar menjadi individu yang “dwibahasa AI” (AI bilingual) dalam tiga tahun ke depan. Sebelum resmi diluncurkan, lebih dari 20.000 orang dari sektor publik dan swasta, termasuk mahasiswa pendidikan tinggi, telah menyatakan minat mengikuti AIxAccountancy. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di bidang AI. Selain itu, Accountant-General’s Department juga berencana memasukkan program ini sebagai bagian dari pembelajaran dan pengembangan bagi seluruh 4.000 pejabat keuangan dan auditor internal sektor publik. Agar dapat diakses secara luas, AIxAccountancy akan diberikan secara gratis kepada anggota ISCA yang merupakan warga negara Singapura atau penduduk tetap (Permanent Resident), termasuk mahasiswa perguruan tinggi.

Program pelatihan AI yang fleksibel dengan sertifikasi yang diakui industri

AIxAccountancy dirancang sebagai program pembelajaran daring yang fleksibel dan terstruktur bagi para profesional yang bekerja. Peserta dapat belajar sesuai ritme masing-masing tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan maupun komitmen pribadi. Program ini akan diselenggarakan dalam dua tahap bertahap sehingga peserta dapat membangun kompetensi dasar AI sebelum mempelajari penerapan yang lebih spesifik. Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pengalaman langsung menggunakan berbagai perangkat AI yang telah banyak digunakan, seperti ChatGPT, Claude, Copilot, dan Gemini. Kurikulum juga akan diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan industri.

Tahap pertama akan berfokus pada pemahaman dasar AI untuk mendukung berbagai tugas umum di tempat kerja, seperti membuat alur kerja berbasis AI untuk analisis laporan keuangan. Peserta akan memperoleh pengetahuan dasar mengenai AI, pengalaman menggunakan berbagai alat AI, serta kepercayaan diri untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Tahap kedua akan difokuskan pada penerapan AI dalam alur kerja yang lebih spesifik sesuai bidang profesi, meliputi akuntansi, keuangan, audit, perpajakan, serta disiplin ilmu terkait lainnya.

Setelah menyelesaikan kedua tahap tersebut, ISCA akan memberikan Certificate of Completion, lencana digital (digital badge), serta pengakuan dalam bentuk Continuing Professional Development Education (CPE) hours kepada para peserta. Lencana digital tersebut menjadi bukti pencapaian yang dapat diverifikasi dan tidak dapat dimanipulasi, sebagai pengakuan atas kompetensi AI yang dimiliki peserta sekaligus meningkatkan kredibilitas mereka di mata pemberi kerja. Lencana ini juga dapat dengan mudah dibagikan melalui berbagai platform profesional, termasuk LinkedIn.

Para profesional akuntansi yang telah atau ingin menduduki posisi manajerial juga dapat mengikuti modul lanjutan mengenai implementasi AI setelah menyelesaikan dua tahap utama program. Modul tersebut dirancang untuk membekali mereka dengan kemampuan memimpin penerapan AI secara bertanggung jawab sekaligus mendorong transformasi AI di organisasi masing-masing.

AI Nexus, ruang eksperimen AI untuk belajar bersama para ahli dan sesama profesional

Sebagai bagian dari AIxAccountancy, peserta juga akan memperoleh akses ke AI Nexus, sebuah pusat pembelajaran khusus bagi profesional akuntansi dan keuangan korporasi untuk berbagi wawasan, sumber daya, serta praktik terbaik dalam penerapan AI. Melalui AI Nexus, peserta dapat bereksperimen, membuat prototipe, dan membangun alur kerja berbantuan AI dalam lingkungan sandbox, sehingga mereka dapat langsung menerapkan hasil pembelajaran pada kebutuhan nyata di industri. Peserta juga dapat terhubung dengan sesama profesional, penyedia teknologi, dan tenaga pendidik untuk bertukar gagasan sekaligus mengembangkan berbagai kasus penggunaan AI yang baru. Selain itu, sesi berbagi rutin yang menghadirkan perusahaan akuntansi terkemuka dan penyedia solusi AI akan semakin memperkaya pengalaman belajar melalui praktik terbaik dan contoh penerapan di dunia nyata. Dengan demikian, peserta memperoleh bimbingan dari para ahli sekaligus kesempatan belajar melalui kolaborasi antarrekan profesional selama mengikuti program. AI Nexus dapat diakses melalui: https://ainexus.isca.org.sg/.

Presiden ISCA, Lee Boon Teck, mengatakan, “AI sedang membentuk kembali masa depan profesi akuntansi. Profesional yang akan berhasil adalah mereka yang menjadi AI bilingual, yaitu mampu menggabungkan keahlian akuntansi yang mendalam dengan kemampuan menggunakan AI secara percaya diri, bertanggung jawab, dan didukung pertimbangan profesional yang baik. AIxAccountancy bukan sekadar program pelatihan. Ini merupakan inisiatif transformasi profesi berskala nasional yang membekali para akuntan dan profesional keuangan dengan keterampilan serta kepercayaan diri untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi dunia usaha dan masyarakat.”

Chief Executive IMDA, Ng Cher Pong, mengatakan, “AI akan memberikan dampak terbesar ketika dipadukan dengan keahlian di bidang tertentu dan diterapkan pada pekerjaan yang benar-benar dikuasai para profesional. Kemitraan kami dengan ISCA melalui AIxAccountancy mencerminkan pendekatan tersebut, yaitu membekali para profesional akuntansi dan keuangan korporasi bukan hanya dengan keterampilan AI, tetapi juga kemampuan untuk menerapkannya secara bermakna dan bertanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari. Kami berharap semakin banyak profesional yang memanfaatkan AI dengan percaya diri dan tujuan yang jelas, sehingga tidak hanya fasih menggunakan AI, tetapi benar-benar menjadi AI bilingual di bidangnya masing-masing.”

Chief Executive Officer Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA), Chia-Tern Huey Min, mengatakan, “Program AI Fluency milik ISCA, AIxAccountancy, hadir pada saat yang sangat tepat ketika AI terus mengubah berbagai industri sekaligus mendefinisikan ulang cara kita bekerja. Program ini melengkapi pembaruan Skills Framework for Accountancy yang telah memasukkan kompetensi AI ke dalam seluruh 44 peran pekerjaan, mencakup analisis data, visualisasi, hingga pengambilan keputusan strategis. Melalui program ini, para profesional akuntansi dan keuangan akan memperoleh keterampilan AI praktis yang mereka butuhkan untuk berkembang di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.”

Peluncuran AIxAccountancy menegaskan komitmen ISCA dan IMDA untuk membantu profesi akuntansi menghadapi era AI. Melalui penyediaan pembelajaran yang mudah diakses, kesempatan bereksperimen secara langsung dengan teknologi AI, serta kolaborasi dalam komunitas profesional, ISCA berharap dapat mempercepat adopsi AI di kalangan profesi akuntansi, sekaligus memastikan bahwa pertimbangan profesional, etika, dan kepercayaan tetap menjadi fondasi utama profesi akuntan di tengah lingkungan bisnis yang semakin didorong oleh teknologi AI.

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA)

Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) adalah badan akuntansi nasional Singapura. Didirikan pada tahun 1963, ISCA mengelola program Singapore Chartered Accountant Qualification dan merupakan entitas yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Singapura untuk memberikan gelar Chartered Accountant of Singapore (CA Singapore).

ISCA mendukung lebih dari 45.000 anggota di berbagai industri, baik di Singapura maupun secara global, dengan anggota yang tersebar di lebih dari 40 negara. Dengan kehadiran internasional yang terus berkembang, ISCA memiliki 12 cabang luar negeri, 7 kantor di 10 negara, serta jaringan lebih dari 150 mitra strategis, yang memperkuat hubungan profesional dan peluang lintas negara. ISCA juga merupakan anggota dari Chartered Accountants Worldwide, sebuah jaringan global yang mewakili lebih dari 1,8 juta akuntan dan mahasiswa akuntansi di lebih dari 190 negara.

ISCA memajukan pengembangan profesional dan pembelajaran sepanjang hayat melalui ISCA Academy, yang merupakan unit pelatihan mereka, serta memberikan dampak sosial melalui ISCA Cares, unit amal mereka.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.isca.org.sg.

Infocomm Media Development Authority (IMDA)Infocomm Media Development Authority (IMDA) memimpin transformasi digital Singapura dengan mengembangkan ekonomi digital yang dinamis serta masyarakat digital yang inklusif. Sebagai “arsitek masa depan digital Singapura”, IMDA mendorong pertumbuhan sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta media melalui regulasi yang progresif, pemanfaatan teknologi terdepan, serta pengembangan talenta lokal dan ekosistem infrastruktur digital untuk menjadikan Singapura sebagai kota digital kelas dunia.

Untuk berita dan informasi lebih lanjut, kunjungi www.imda.gov.sg atau ikuti IMDA di LinkedIn (IMDAsg), Facebook (IMDAsg), dan Instagram (@imdasg).