XI’AN, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – 29 Juni 2026 – Model bahasa besar (Large Language Model/LLM) multimodal komersial pertama di dunia untuk sektor pariwisata budaya, yang diberi nama BoGuan, telah mulai diterapkan secara luas di Xi’an, Tiongkok. Model ini menghasilkan nilai komersial dengan mendukung penciptaan kekayaan intelektual (IP) digital untuk warisan budaya takbenda, pengembangan aplikasi pariwisata budaya, serta peningkatan proses produksi drama pendek. Kehadirannya memberikan dorongan baru bagi upaya pelestarian warisan budaya di Tiongkok sekaligus memperkuat perkembangan industri pariwisata budaya.

Keterangan Foto: Seorang pengunjung mencoba aplikasi fotografi AI yang didukung oleh BoGuan.

Xi’an merupakan salah satu kota tertua di Tiongkok sekaligus salah satu destinasi wisata internasional paling populer di negara tersebut. Shaanxi Culture Industry Investment Group (SCG) bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti Huawei, China Telecom Shaanxi, dan China West Airport Group (CWAG), untuk mendorong pengembangan pariwisata budaya melalui teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G-A. Salah satu penerapannya adalah agen pendamping perjalanan berbasis AI yang didukung oleh BoGuan, yang hingga Maret tahun ini telah digunakan oleh lebih dari 4 juta pengguna.

Pada September 2025, SCG bersama Huawei meluncurkan BoGuan Large Model, yaitu model bahasa besar multimodal komersial pertama di dunia yang dirancang khusus untuk sektor pariwisata budaya. Model ini juga menjadi model industri pertama di Tiongkok yang secara khusus didedikasikan untuk pelestarian warisan budaya. BoGuan dibangun di atas infrastruktur komputasi cerdas dan kumpulan data berkualitas tinggi yang mencakup lebih dari 1,2 petabyte (PB) data. Dataset tersebut terdiri atas 31 juta gambar, 4,4 juta menit rekaman video, 2,18 juta menit rekaman audio, 510 model tiga dimensi (3D), serta 960 juta data teks terstruktur.

BoGuan mampu menghasilkan konten multimodal dengan tingkat akurasi yang tinggi, termasuk materi berkualitas museum mengenai benda-benda cagar budaya. Kemampuan ini memungkinkan pengembangan berbagai bentuk penyajian digital baru untuk artefak budaya, digitalisasi dan pelestarian kerajinan tradisional, serta penciptaan kekayaan intelektual (IP) digital bagi warisan budaya takbenda. Zhang Beiyuan, seorang perajin patung adonan tradisional, mengatakan, “Dengan model ini, saya dapat menyelesaikan patung adonan yang sebelumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan dalam waktu kurang dari satu minggu.” BoGuan juga dimanfaatkan untuk menciptakan IP digital, seperti karakter kartun populer Tang Biaobiao, yang dirancang dengan memadukan unsur-unsur warisan budaya lokal dan ukiran batu Enam Kuda Mausoleum Zhao. Penjualan koleksi digital dan produk kreatif terkait telah melampaui 2 juta yuan (CNY).

Selain mendukung pelestarian warisan budaya, BoGuan juga digunakan untuk mengembangkan berbagai aplikasi pariwisata budaya, seperti layanan fotografi berbasis AI dan agen pendamping perjalanan berbasis AI. Melalui aplikasi GO-SHAANXI, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan agen tersebut untuk menyusun maupun menyesuaikan rencana perjalanan, serta memperoleh rekomendasi pertunjukan secara real-time di berbagai destinasi wisata. Sementara itu, mini program Zhiying Camera menyediakan layanan berbayar yang secara instan menggabungkan foto pengguna dengan latar sejarah yang dihasilkan AI, sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman seolah-olah “kembali ke zaman kuno”. Berbagai layanan baru ini membuka peluang komersial dari pemanfaatan data pariwisata budaya berkualitas tinggi. Selain itu, SCG juga memanfaatkan BoGuan untuk mengintegrasikan produksi drama pendek dengan sektor pariwisata budaya sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi di Xi’an, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi drama pendek di Tiongkok.

Selain itu, China Telecom Shaanxi bersama Huawei telah membangun jaringan 5G-A berbasis teknologi three component carrier aggregation (3CC) di Grand Tang Mall, salah satu destinasi wisata populer di Xi’an. Jaringan tersebut mampu menghadirkan kecepatan unggah hingga 600 Mbps dan kecepatan unduh hingga 3,5 Gbps, atau sekitar sepuluh kali lebih cepat dibandingkan jaringan 5G konvensional. Selama libur Hari Buruh (May Day) tahun 2026, jaringan ini mendukung akses secara bersamaan bagi sekitar 23.000 pengguna, sehingga pengalaman menonton video maupun menggunakan media sosial tetap berjalan lancar. Selain itu, layanan siaran langsung (live streaming) berkualitas tinggi (HD) berbasis 5G-A di Grand Tang Mall telah menjadi salah satu sarana penting untuk menarik lebih banyak wisatawan. Berdasarkan data publik, rata-rata durasi pengguna menyaksikan siaran langsung tersebut hampir dua kali lipat lebih lama, sementara nilai rata-rata transaksi meningkat sebesar 62%.

Keterangan Foto: Edric Chu, General Manager Huawei Shaanxi Representative Office, menyampaikan pidato.

Edric Chu, General Manager Huawei Shaanxi Representative Office, mengatakan, “Kecerdasan buatan bukan sekadar kumpulan teknologi. AI telah menjadi penggerak utama yang mampu menghidupkan kembali warisan budaya yang telah berusia ribuan tahun, mentransformasi pengalaman perjalanan, serta menghadirkan momentum baru bagi industri. Ke depan, Huawei akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk memperkuat pelestarian warisan budaya melalui teknologi digital dan cerdas, sekaligus mendorong perkembangan industri pariwisata budaya.”