ORDOS, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – Pada 20 April 2026, sejumlah bibit semangka baru dipindahkan ke rumah kaca di area reklamasi Tambang Batu Bara Minda, yang terletak di Distrik Dongsheng, Ordos, Mongolia Dalam. Tambang batu bara terbuka ini memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 8 juta ton.

Pemandangan ini bukan berasal dari pertanian ekologis pada umumnya di musim semi, melainkan mencerminkan transformasi besar yang sedang terjadi di dalam sebuah perusahaan batu bara tradisional.
Tambang Batu Bara Minda merupakan tambang terbuka terbesar di Distrik Dongsheng, dengan produksi mencapai hingga 8 juta ton batu bara per tahun. Hanya beberapa ratus meter dari lokasi tersebut, aktivitas penambangan tetap berlangsung seperti biasa; sementara di sisi lainnya, 300 rumah kaca berproduksi sepanjang tahun, dan area peternakan menghasilkan 6.000 babi, 2.000 sapi, 4.000 domba, serta 10.000 ayam setiap tahunnya.
Transformasi ini dimulai pada tahun 2018. Awalnya, tujuannya sederhana: menyediakan sayuran dan daging yang aman serta diproduksi secara lokal bagi para pekerja tambang. Tujuh tahun kemudian, rantai sirkular terpadu “penanaman dan peternakan” ini telah mencapai hasil ekonomi yang nyata. Pada tahun 2025, nilai output pertanian mencapai 12 juta yuan, memberikan manfaat kepada 150 rumah tangga petani di Kota Tongchuan, dengan peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 30.000 yuan per rumah tangga per tahun. Supermarket ekologi di Toudao Lane, Distrik Dongsheng, yang baru dibuka lima bulan lalu, kini melayani sekitar 300 pelanggan per hari dengan penjualan harian melebihi 10.000 yuan.
Tantangan di sini tidak hanya sebatas menentukan apa yang akan ditanam.
Terletak di Dataran Tinggi Ordos, Tambang Batu Bara Minda hanya menerima curah hujan kurang dari 400 milimeter per tahun, dengan kondisi kekeringan terjadi sembilan tahun dalam setiap sepuluh tahun. Area reklamasi awalnya sebagian besar terdiri dari batu dan tanah yang telah dikeruk, dengan kandungan bahan organik hanya 0,2%. Untuk mengatasi hal ini, tambang tersebut berinvestasi sebesar 150 juta yuan untuk membangun 11 kolam penampungan air yang mengumpulkan air hujan dari lereng, jalan, dan atap, menciptakan “bank air hujan” dengan kapasitas total 5.000 meter kubik, sehingga mencapai pemanfaatan air hujan hingga 100%. Kualitas tanah ditingkatkan melalui penyaringan, penimbunan kembali, dan penggunaan pupuk biologis, sehingga kandungan bahan organik di 14.000 mu lahan reklamasi meningkat dari 0,2% menjadi 1,5%.

“Batu bara pada akhirnya akan habis, tetapi lahan harus tetap dilestarikan untuk generasi mendatang.” Pernyataan dari pimpinan Tambang Batu Bara Minda ini menyoroti tantangan jangka panjang yang dihadapi oleh wilayah yang bergantung pada sumber daya alam.
Saat ini, Distrik Dongsheng telah mencapai tingkat sertifikasi tambang hijau sebesar 87%, menyelesaikan penghijauan reklamasi seluas 820 hektare, dan mengelola 1.525 hektare area goaf. Industri baru seperti budidaya sea buckthorn, energi surya, pertanian, dan peternakan telah dikembangkan di area reklamasi. Jika sebelumnya penambangan batu bara menyumbang 90% pendapatan, kini pertanian ekologis menyumbang 18%, dengan proyeksi meningkat menjadi 35% pada tahun 2027. Rencana pembangunan rumah potong hewan, pabrik pengolahan makanan, pabrik pakan ternak, pabrik pupuk, dan basis pembibitan juga sedang disiapkan.
Dari penambangan batu bara hingga pertanian, dari “bank air hujan” hingga rak-rak supermarket, musim semi 2026 di Tambang Batu Bara Minda menawarkan jawaban yang menjanjikan terhadap pertanyaan umum di wilayah berbasis sumber daya di Tiongkok: setelah sumber daya bawah tanah habis, bagaimana keunggulan di atas permukaan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan?
Recent Comments