SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Kebanyakan warga Singapura mungkin sudah pernah mengunjungi pasar malam Taipei dan kabut pagi di Alishan. Namun, penemuan sesungguhnya sedang terjadi 30 meter di bawah permukaan laut. Pada ADEX (Asia Dive Expo) 2026 di Singapura, Taiwan Tourism Administration (TTA) mengungkapkan temuan mencolok: 48% penyelam asal Singapura yang disurvei tidak mengetahui pilihan wisata selam di Taiwan—dan 50% belum pernah menyelam di perairannya. (Survei dilakukan langsung di ADEX 2026, dengan lebih dari 1.000 responden.)

Hanya lebih dari empat jam dari Bandara Changi. Bebas visa. Dan hampir sepenuhnya belum dijelajahi oleh komunitas penyelam Singapura.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Paviliun Taiwan kembali hadir untuk tahun kedua berturut-turut, mengubah Suntec Convention Centre menjadi pintu gerbang menuju empat kawasan perairan utama Taiwan. Aksi utama tahun ini: Green Island (Pulau Hijau)—permata vulkanik yang muncul dari Samudra Pasifik dan masih belum banyak diketahui oleh sebagian besar wisatawan Asia Tenggara.

Green Island: Destinasi Selam Paling Terabaikan di Taiwan

Green Island bukan sekadar lokasi penyelaman biasa. Dihantam oleh Arus Kuroshio yang hangat, pulau ini menawarkan jarak pandang yang secara teratur melebihi 30 meter—efek “kaca cair” yang hanya bisa ditandingi oleh beberapa situs penyelaman di Asia Tenggara.

  • Sang Penjaga Kuno: Penyelam dapat menemui “Jamur Besar”, struktur karang hidup yang diyakini berusia lebih dari 1.000 tahun—sebuah pengingat yang merendahkan hati tentang apa yang dapat dipertahankan oleh lautan jika dibiarkan dengan damai.
  • Kotak Pos Terdalam di Dunia: Di Kawasan Penyelaman Shilang, Anda dapat mengirimkan kartu pos tahan air dari kotak pos bawah laut terdalam di dunia (kedalaman 11 meter). Ini adalah detail unik yang membuat perjalanan layak untuk diperbincangkan.
  • Menyelam di Siang Hari, Berendam di Malam Hari: Green Island adalah rumah bagi Pemandian Air Panas Air Laut Zhaori—salah satu dari sedikit sumber air panas laut di dunia. Menukar pakaian selam Anda dengan berendam di tepi kolam saat matahari terbenam adalah kontras yang mengubah sebuah perjalanan menjadi sebuah cerita.

Xiaoliuqiu: Pelarian Pulau Terbaik Taiwan yang Tak Terikat Waktu

Terapung di lepas pantai Pingtung, pulau karang kompak ini adalah salah satu dari sedikit tempat di Bumi di mana penyu laut liar merasa sangat betah, sehingga mereka hampir menjadi penduduk lokal—muncul ke permukaan di samping para perenang snorkel dengan ketenangan kuno.

  • Penduduk Lokal yang Tak Pernah Pergi: Xiaoliuqiu adalah rumah bagi salah satu populasi penyu hijau terpadat di Taiwan. Dengan pemandu selam profesional yang memandu Anda di bawah permukaan, pertemuan bawah air dengan makhluk yang telah hidup lebih lama dari dinosaurus menjadi bukan sekadar keberuntungan, melainkan hampir pasti terjadi.
  • Menyelam di Siang Hari, Kuasai Malam Hari: Saat matahari terbenam, Xiaoliuqiu tidak menjadi sunyi—ia berubah arah sepenuhnya. Tur ekologi malam hari mengungkapkan sekumpulan makhluk yang berbeda, dan malam berakhir bukan di bar hotel, melainkan di sekitar api unggun dengan makanan laut BBQ segar di bawah langit dengan polusi cahaya yang hampir nol. Itulah jenis malam yang masih terasa nyata seminggu kemudian.

Penghu: Kepulauan Basalt dengan Hati Karang

Berlabuh di Selat Taiwan dan dibentuk oleh angin musiman yang telah mengukir garis pantai basalnya selama ribuan tahun, Penghu menyuguhkan versi Taiwan yang terasa benar-benar berbeda—kuno, samudra, dan spektakuler dengan caranya sendiri.

  • Jembatan yang Melintasi Laut: Dengan panjang hampir 2,5 kilometer, Jembatan Lintas Laut Penghu adalah jenis infrastruktur yang memiliki mitologinya sendiri. Melewatinya saat matahari keemasan, dengan hamparan air terbuka di segala arah, membuat rencana perjalanan standar terasa seperti sebuah ekspedisi.
  • Pulau Rahasia Terbaik Taiwan: Huching Islet—pernah dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh pulau rahasia terbaik di dunia—menyambut pengunjung dengan kolom basal yang menjulang tinggi, kucing yang jumlahnya melebihi manusia, dan tempo kehidupan yang tidak tertarik untuk menyamai daratan. Hanya 20 menit dengan perahu dari Magong, dan merupakan dunia yang sama sekali berbeda.
  • Dua Hati di Laut: Di ujung selatan kepulauan, Pulau Qimei memiliki perangkap batu ikan berbentuk dua hati yang saling bertaut—dibangun berabad-abad lalu oleh para nelayan, kini menjadi salah satu gambar paling ikonik di Taiwan. Landmark langka yang mendapatkan reputasinya tanpa berusaha.
  • Karang yang Tumbuh Kembali: Program restorasi karang Penghu memungkinkan wisatawan melakukan sesuatu yang lebih langka daripada sekadar bertamasya—berpartisipasi aktif dalam pemulihan terumbu karang, menanam fragmen karang di pembibitan bawah air bersama ahli biologi kelautan. Suvenir paling bermakna yang tidak dapat Anda bawa pulang.

Keberlanjutan: Lebih dari Sekadar Tren

Dengan 45,8% penyelam yang disurvei berusia 25–34 tahun menunjukkan minat kuat pada perjalanan ramah lingkungan, Paviliun ini menempatkan penyelaman berkelanjutan sebagai yang utama. Fotografer bawah air terkenal dunia Yorko Summer tampil bersama para pegiat konservasi Peggy (TurtleSpot Taiwan) dan NT (Penghu Reef Restoration) untuk mendemonstrasikan bagaimana Taiwan melampaui retorika pariwisata menuju pengelolaan laut yang sejati—substrat ramah lingkungan cetak 3D, patroli sarang penyu laut, dan pemantauan terumbu karang aktif. Penyelam Singapura tidak hanya diundang untuk berkunjung—mereka diundang untuk berkontribusi.

Peralatan Kelas Dunia, Buatan Taiwan

Paviliun ini juga menyoroti industri selam rumahan Taiwan. Merek-merek termasuk ATMOS, 123 Underwater Lab, dan DIVEVERYDAY mendemonstrasikan bahwa semangat “Made-in-Taiwan” (MIT) melampaui elektronik dan manufaktur—ke dalam teknologi selam kelas dunia yang siap untuk para penggemar paling cerdas di Singapura.

“Taiwan menawarkan sumber daya perjalanan yang berlimpah dan beragam, memungkinkan pengunjung untuk merasakan gunung, laut, kuliner, dan budaya dalam satu perjalanan singkat.”

— Taiwan Tourism Administration, Kantor Singapura

Seperti yang ditunjukkan oleh ADEX 2026, kancah penyelaman Taiwan merupakan salah satu peluang terbesar yang belum tergarap di pasar wisata Singapura. Bagi para penyelam yang mencari tempat yang luar biasa—tempat yang sebagian besar teman mereka belum pernah kunjungi, hanya dengan penerbangan singkat—Samudra Pasifik telah menyimpan sebuah rahasia.

Sudah waktunya untuk menyelam.