BARCELONA, SPANYOL – Media OutReach Newswire – Menjelang Mobile World Congress 2026 (MWC 2026), Huawei mengumumkan bahwa mereka akan secara resmi meluncurkan proyek open source untuk perangkat lunak pendukung protokol A2A-T (Agent-to-Agent for Telecom) dalam ajang tersebut. Inisiatif ini bertujuan mempercepat adopsi dan implementasi global standar komunikasi agen kelas telekomunikasi melalui kolaborasi terbuka, serta bersama-sama membangun era Agentic Internet yang terbuka, kolaboratif, dan makmur.

Keterangan Foto: Kerangka A2A-T

Seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, jaringan yang sangat otonom (Highly Autonomous Networks) menjadi arah penting bagi industri komunikasi, dan kolaborasi industri semakin krusial. Untuk itu, protokol A2A-T, termasuk versi beta IG1453 dan meta-model prompt yang ditingkatkan IG1453A, dirilis bersama oleh mitra industri telekomunikasi global dalam acara TM Forum Accelerate Week pada 6 Februari 2026. Protokol ini bertujuan menyediakan kerangka interaksi terpadu untuk kolaborasi multi-agen, serta menjawab tantangan operator dalam produksi otomatis, seperti efisiensi kolaborasi, keandalan, dan keamanan.

Sebagai protokol interaksi agen yang terstandarisasi, A2A-T menandai tahap baru dalam interaksi antaragen dan membuka tiga terobosan besar di industri: peningkatan revolusioner dalam efisiensi integrasi dengan memangkas siklus integrasi sistem dari “berbulan-bulan” menjadi “berhari-hari”; menembus batas kolaborasi tugas untuk mendukung alur kerja kompleks lintas domain dan lintas vendor; serta mempercepat konvergensi ekosistem industri dengan menurunkan hambatan interkoneksi melalui standar terpadu, sehingga mendorong ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan.

Jika standar menentukan arah industri, maka open source merupakan jalur optimal untuk mewujudkan interoperabilitas luas dan inovasi yang cepat. Sejalan dengan konsensus evolusi industri Autonomous Network, Huawei akan membuka sumber (open source) perangkat lunak pendukung inti untuk protokol A2A-T, guna secara nyata mendorong standar ini dari sekadar konsensus industri menjadi implementasi global.

Proyek open source ini akan mencakup komponen utama untuk mengimplementasikan protokol A2A-T, antara lain:

  • A2A-T Protocol SDK: Menyediakan alat integrasi untuk interaksi terstandarisasi antaragen.
  • Registry Center: Memungkinkan autentikasi, pengalamatan, dan manajemen kemampuan (skill) bagi banyak agen.
  • Orchestration Center: Mendukung orkestrasi alur kerja visual berbasis low-code/no-code, dengan paket solusi bernilai tinggi yang telah disiapkan sebelumnya.

Informasi lebih rinci akan diumumkan secara resmi dalam MWC 2026 pada ajang Global Autonomous Network Industry Summit (14:30–16:00, 2 Maret 2026, Sofitel Barcelona Skipper Hotel). Kami dengan hormat mengundang mitra industri global untuk menghadiri acara peluncuran secara langsung atau mengikuti perkembangan proyek melalui kanal daring, guna bersama-sama mendorong kemakmuran era Agentic Internet.