HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Dewan Perencanaan Kota (Town Planning Board/TPB) akan mengadakan sidang besok untuk menerima pernyataan publik terkait Rencana Zonasi Garis Besar (Outline Zoning Plan) baru untuk Ngau Tam Mei (NTM). Lanskap pertanian tradisional di NTM telah ada selama lebih dari seratus tahun. Kota pedesaan ini juga mempertahankan industri budidaya ikan hias (terutama koi), sebuah industri yang hampir punah di Hong Kong. Dari sisi ekologi, NTM terkait erat dengan lahan basah Deep Bay dan masa depan Sam Po Shue Wetland Conservation Park, serta menjadi habitat bagi Eurasian Otter dan banyak burung rawa. Mengingat hal ini, Hong Kong Institute of Landscape Architects (HKILA) dan World Wide Fund for Nature Hong Kong (WWF) mengusulkan empat rekomendasi peningkatan, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah tradisional, membangun ruang publik yang dapat digunakan manusia dan satwa liar melalui model “satu lokasi, banyak penggunaan”, serta mengubah NTM menjadi kota ikonik ekowisata pedesaan di Northern Metropolis.

Dalam mengusulkan rekomendasi peningkatan ini, HKILA dan WWF bertujuan untuk:

  1. Menciptakan kota yang ramah dan nyaman bagi masyarakat
  2. Mewujudkan kehidupan harmonis antara manusia dan alam di masa depan
  3. Mendorong integrasi perkotaan dan pedesaan
  4. Meningkatkan keanekaragaman hayati
  5. Mengadopsi Nature-based Solutions (NbS) dalam pembangunan

Detail empat rekomendasi peningkatan adalah sebagai berikut:

  1. Mempertahankan kolam budidaya ikan koi yang ada (sekitar 7 hektare) di sebelah timur NTM UniTown, dan mengubahnya menjadi Koi Park tematik, menciptakan ruang publik terbuka sekaligus melestarikan habitat lahan basah untuk satwa liar, mempertahankan industri ikan hias Hong Kong, serta mendorong ekowisata pedesaan inovatif bertema.
  2. Melestarikan lahan pertanian dan kolam ikan yang ada di dalam area station plaza dan riverside park yang diusulkan, sejauh mungkin, dan mengembangkannya menjadi Lotus Pond Park (sekitar 12 hektare) dengan gaya lanskap perairan khas Jiangnan. Ini akan menyediakan lanskap lahan basah terbuka untuk pusat kota, meningkatkan fungsi ekologi, dan menciptakan atraksi unik bagi wisata tematik lokal.
  3. Memanfaatkan kesempatan untuk merevitalisasi saluran utama sungai NTM dan membangun koridor biru-hijau multifungsi, saluran buatan harus direstorasi secara ekologi. Kolam ikan dan lahan pertanian yang ada dalam koridor biru-hijau yang diusulkan (sekitar 6 ha) harus dipertahankan untuk meningkatkan nilai ekologi sekaligus memperkaya keanekaragaman lanskap. Kolam dan lahan ini juga dapat digunakan untuk penyimpanan banjir dan pertanian rekreasi.
  4. Di Yau Pok Road, saluran sungai NTM harus dimodifikasi untuk mengalihkan sebagian aliran ke wilayah lahan basah antara Fairview Park dan Palm Springs, yang masuk dalam masa depan Sam Po Shue Wetland Conservation Park. Selain itu, zona “Recreation” di sepanjang Yau Pok Road dan saluran sungai harus diubah menjadi “Open Space” untuk menjadi perpanjangan koridor biru-hijau NTM, meningkatkan konektivitas ekologi. Tinggi bangunan yang diizinkan di situs “Residential (Group A) 2” di Area 4A dan 4B juga harus dikurangi, dengan profil bangunan bertingkat di sisi yang menghadap saluran sungai untuk meminimalkan dampak pada burung.

 “Melalui kolaborasi erat antara HKILA dan WWF, rekomendasi bersama kami untuk Ngau Tam Mei menggabungkan pertimbangan lanskap dan ekologi, selaras dengan strategi Greater Bay Area seperti prioritas ekologi dan pembangunan hijau. Mengubah kebun koi yang ada dan habitat lain menjadi taman tematik serta koridor biru-hijau akan mendorong integrasi perkotaan-pedesaan, mempromosikan ekowisata inovatif, dan membangun komunitas berkualitas tinggi, sehat, dan berkeanekaragaman hayati yang menyeimbangkan pertumbuhan dengan lanskap beragam,” ungkap Mr. Paul Chan, Presiden HKILA, dalam keterangannya, Jumat (5/3/2026).

 “Lanskap pedesaan dan warisan budaya tradisional Ngau Tam Mei merupakan kesempatan unik untuk mengintegrasikan solusi berbasis alam di Northern Metropolis. Rekomendasi bersama kami memanfaatkan habitat satwa liar dan industri lokal tematik untuk melestarikan keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan iklim, dan mengembangkan ekowisata pedesaan inovatif. Tujuan kami adalah menciptakan ruang bersama di mana manusia dan satwa liar dapat berkembang bersama, tidak hanya di Ngau Tam Mei tetapi juga di seluruh Northern Metropolis,” tambah Dr. Bosco Chan, Direktur Konservasi WWF.

HKILA dan WWF akan menghadiri sidang publik yang diselenggarakan TPB pada 6 Maret untuk memaparkan rekomendasi mereka kepada anggota TPB. HKILA dan WWF berharap TPB dan departemen pemerintah terkait mempertimbangkan dan mengadopsi proposal ini, menciptakan Northern Metropolis yang berkualitas, sehat, dan hijau. HKILA dan WWF juga berharap Pemerintah akan mempertahankan dialog dengan pemangku kepentingan terkait mengenai pembangunan dan perencanaan Northern Metropolis untuk mencapai situasi yang saling menguntungkan.


https://wwf.org.hk
https://www.facebook.com/wwfhongkong
https://www.instagram.com/wwfhk/?hl=en

Tentang Hong Kong Institute of Landscape Architects

Didirikan pada tahun 1988, The Hong Kong Institute of Landscape Architects adalah sebuah badan yang didirikan berdasarkan The Hong Kong Institute of Landscape Architects Incorporation Ordinance (Cap. 1162), dengan tujuan, antara lain, untuk memajukan arsitektur lanskap, meningkatkan standar dan menjaga integritas profesi arsitektur lanskap, serta memfasilitasi pertukaran informasi dan ide terkait semua aspek arsitektur lanskap dan hal-hal yang berhubungan dengan profesi arsitektur lanskap.

Tentang WWF – Hong Kong

WWF adalah organisasi konservasi global terkemuka, dengan jaringan aktif di lebih dari 100 negara. Misi WWF adalah membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam. WWF Hong Kong telah bekerja sejak tahun 1981 untuk menghadirkan solusi bagi planet yang hidup melalui program konservasi, pengelolaan jejak ekologis, dan pendidikan, dengan tujuan mengubah Hong Kong menjadi kota paling berkelanjutan di Asia.