SINGAPURA – Media OutReach – Criteo S.A. (NASDAQ: CRTO platform periklanan untuk internet terbuka, meluncurkan penelitian terkini mereka pada hari ini seputar tren perdagangan elektronik yang diamati selama Ramadan tahun ini, yang berlangsung mulai 12 April hingga 12 Mei.

Pada tahun kedua berturut-turut, umat Muslim merayakan Ramadan di tengah kondisi COVID-19, data Criteo mengungkapkan peningkatan indeks trafik dan penjualan di Asia Tenggara[1], jika dibandingkan dengan[2]. Pedagang retail regional mengalami lonjakan pada tanggal 2 Mei, dengan peningkatan trafik sebesar 26% dan peningkatan 21% dalam penjualan.

“Sebagai akibat dari pembatasan COVID-19 yang sedang berlangsung di seluruh wilayah kita, jemaah harus menyesuaikan diri dalam menjalankan ibadah mereka di bulan suci Ramadan. Dengan langkah-langkah pembatasan jarak sosial yang menghalangi pertemuan dalam kelompok besar, konsumen memikirkan kembali pola pembelian mereka, terkait hal-hal seperti pemberian hadiah. Penting bagi pemasar dan brand untuk memahami perubahan ini dan melibatkan konsumen dengan apa yang paling mereka butuhkan, terutama selama perayaan penting,” jelas Taranjeet Singh, Direktur Pelaksana, Asia Tenggara dan India, Criteo.

Gambar 1: Nilai terindeks berdasarkan penjualan rata-rata mulai 12 Maret – 12 Mei 2021

Namun, meskipun musim Ramadan lalu ini menunjukkan peningkatan performa dibanding 14 hari sebelumnya, Criteo mencatat performa yang di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan periode Ramadan tahun lalu. Penurunan signifikan juga diamati pada minggu terakhir periode Ramadan, dengan penjualan dan trafik turun di bawah periode pembanding, yang mungkin menunjukkan kehati-hatian konsumen dalam berbelanja di tengah penurunan perekonomian yang sedang berlangsung.

Pembelian melalui Ponsel dan Aplikasi terus meningkat

Pada saat melakukan pembelian selama Ramadan, konsumen Asia Tenggara terus menggunakan platform ponsel dan aplikasi pada tahun ini.

Secara khusus, penjualan melalui ponsel mengalami peningkatan terbesar di sepanjang periode Ramadan tahun ini, menandai peningkatan penjualan sebesar 107% pada akhir periode Ramadan pada tanggal 12 Mei. Penjualan melalui aplikasi juga naik sebesar 60%, sebelumnya pada tanggal 1 Mei. Sementara itu, penjualan melalui desktop mengalami lonjakan terkecil sebesar 40% selama minggu kedua periode Ramadan.

Gambar 2: Nilai terindeks berdasarkan penjualan rata-rata di seluruh perangkat di Asia Tenggara mulai sebelum Ramadan (12 Mar – 11 Apr) hingga Ramadan 2021 (12 Apr – 12 Mei)

Dampak COVID-19 terhadap preferensi dan perilaku Konsumen selama Ramadan

Dengan membandingkan pola pembelian selama Ramadan sebelum COVID, pada tahun 2019, dan pada tahun ini, data Criteo mengungkapkan bahwa pertumbuhan pembelian tahun ini hanya terdapat di dua kategori – Fesyen/Mewah, dan produk Mass Merchant[3]. Criteo juga menemukan bahwa kategori Fesyen/Mewah mengungguli Mass Merchants selama Ramadan, dengan peningkatan 50% dari periode pembanding mulai 23 April hingga 5 Mei.

Namun, pada tahun 2019, kategori produk teratas ada di Kesehatan dan Kecantikan, Elektronik, Mainan dan Permainan, serta Rumah dan Kebutuhan Hidup. Tren yang diamati pada tahun ini kemungkinan besar disebabkan oleh konsumen yang tidak dapat memperingati Lebaran dalam pengaturan sosial yang besar atau kunjungan ke rumah, sebagai akibat dari langkah-langkah pembatasan jarak.

Gambar 3: Nilai terindeks berdasarkan penjualan rata-rata berdasarkan kategori di seluruh Asia Tenggara (12 Apr – 12 Mei 2021)

Tren berbeda lainnya yang diamati selama Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya adalah peningkatan trafik web dan penjualan yang konsisten untuk para pelaku perjalanan. Sebelum pandemi COVID, calon wisatawan biasanya mencari situs web travel selama Ramadan, sebelum melakukan pemesanan akhir pada bulan itu dan setelah Ramadan, untuk melakukan perjalanan merayakan Lebaran bersama keluarga dan teman-teman mereka. Jelas sekali, ini tidak ada dalam data tahun ini.

Rencana perjalanan dan optimisme terus meningkat di Asia

Sementara COVID-19 diperkirakan akan terus berdampak terhadap rencana perjalanan, Data Perjalanan terkini dari Criteo untuk Q1 2021 telah mengungkapkan bahwa perjalanan udara diperkirakan akan meningkat lebih cepat di Amerika dan Asia Pasifik daripada di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, dan dengan penerbangan domestik yang pulih dengan lebih cepat daripada penerbangan internasional.

Faktanya, menurut temuan Criteo, 86%, 65%, dan 89% responden masing-masing dari Australia, Korea Selatan, dan Jepang, mengatakan bahwa mereka cenderung melakukan pemesanan daring untuk perjalanan domestik.

Satu tahun setelah wabah COVID-19 yang pertama, pemesanan tiket pesawat tetap rendah, yaitu sebesar -36% pada bulan April 2021. Namun, ini merupakan peningkatan 12 poin dari -48% pada bulan Januari 2021. Data Criteo juga menemukan bahwa pelaku perjalanan dengan aplikasi pemesanan telah memperhatikan pertumbuhan penggunaan aplikasi terutama di Asia Pasifik, dengan penjualan melalui aplikasi yang berkontribusi sebesar 77% dari pemesanan, diikuti oleh penjualan melalui ponsel sebesar 13%, dan penjualan melalui desktop sebesar 10%.

“Bagi pemasar dan pelaku perjalanan, penting untuk mengetahui bahwa prioritas wisatawan ada dua, yaitu kemampuan untuk mengembalikan dana sepenuhnya dari pemesanan jika rencana perjalanan terganggu, dan yang kedua, memastikan pembatasan jarak sosial dan tingkat sanitasi tertinggi. Menurut survei kami, wisatawan mengatakan bahwa mereka lebih cenderung memesan perjalanan jika uang pemesanan dapat dikembalikan sepenuhnya, dan wisatawan melaporkan pentingnya pembatasan jarak sosial dan langkah sanitasi di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” jelas Singh.

“Dengan memahami hal ini, para pelaku perjalanan dapat mengambil tindakan dengan memberikan opsi jangka panjang kepada konsumen, dan penginapan yang lebih aman, dengan pembatasan jarak sosial. Selain itu, penyedia jasa perjalanan harus mendayagunakan preferensi konsumen terhadap aplikasi, guna menciptakan pengalaman menggunakan aplikasi yang menarik, untuk mendorong penggunaan dan penjualan,” lanjutnya.

Memastikan keterlibatan pelanggan yang sukses di tengah pandemi yang terus berlanjut

Dengan pembatasan yang mulai longgar, banyak pelanggan di wilayah ini yang dapat mengakses opsi retail di dalam toko dan dalam jaringan, sambil mematuhi langkah-langkah pembatasan jarak sosial.

Konsumen diperkirakan akan terus beralih antara pengalaman belanja dalam jaringan dan di dalam toko selama perjalanan mereka dalam berbelanja. Ini adalah kunci bagi pemasar yang harus selalu diingat, menyusul strategi untuk menciptakan kesuksesan yang berkelanjutan dengan keterlibatan pelanggan:

  • Memperkuat strategi omni-channel Anda: Ini akan menjadi kunci bagi pemasar dan brand untuk menghadirkan pengalaman offline ke online dengan lancar. Pada akhirnya, untuk membangun loyalitas pelanggan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan menambah nilai bagi pelanggan secara permanen.
  • Mengembangkan promosi dan pesan iklan yang bermakna: Meskipun konsumen tetap sensitif terhadap harga selama ini, brand harus memprioritaskan agar terhubung dengan hati. Misalnya, selama perayaan seperti Ramadan, brand didorong untuk kurang berfokus pada promosi harga, dan lebih pada makna perayaan tersebut. Ini dapat memainkan peran penting dalam hal apakah konsumen memperhatikan atau menanggapi iklan atau tidak.
  • Targetkan audiens yang tepat atau hubungkan kembali dengan konsumen yang pernah membeli sebelumnya: Dengan sinkronisasi data CRM, pemasar harus melibatkan pelanggan yang sebelumnya pernah berbelanja dengan mereka, dan memberi mereka iklan yang disesuaikan, dan tetap relevan untuk mendorong pembelian. Mengambil Ramadan sebagai contoh, pembeli cenderung mencari hal-hal yang dapat membantu mereka merayakan Ramadan. Sebelum Ramadan, pembelian bahan makanan, dekorasi, dan perlengkapan rumah diperkirakan akan meningkat, sementara pembelian hadiah bisa terjadi seiring berlalunya liburan[4].

Metodologi untuk data Ramadan

Criteo mengidentifikasi tren ini melalui analisis terhadap lebih dari 557 juta transaksi belanja retail di desktop, ponsel pintar, dan tablet dari 116 pemasang iklan besar di Malaysia dan Indonesia.

Metodologi untuk data Perjalanan

Criteo mengidentifikasi tren ini melalui analisis data survei dari 11.161 responden di 9 negara – Australia, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Britania Raya, dan Amerika Serikat, serta data organik dari 815 Pelaku Perjalanan yang bermitra dengan Criteo di lebih dari 20 negara, terhitung $1.6 miliar pemesanan tahunan (220 juta pemesanan di AS).


[1] Data Criteo. Penjualan Harian Terindeks, 2021 dibandingkan dengan rata-rata dalam 14 hari terakhir pada bulan Maret 2021. Kelompok pedagang retail yang sama, dengan penjualan yang stabil selama periode tahun 2020 dan 2021. 

[2] Criteo mengambil data di 14 hari terakhir pada bulan Maret sebagai periode pembanding

[3] Mengacu pada pedagang retail besar yang menjual di seluruh kategori

[4] Referensi: https://www.criteo.com/blog/5-things-to-know-about-ramadan-marketing-campaigns-in-2020/