TONGCHUAN, CHINA – Media OutReach Newswire – 22 Mei 2026 – Pada tanggal 18 Mei, Hari Museum Internasional, sebuah acara eksplorasi budaya bertema “Porselen di Jalur Sutra: Mengupas Karya Seni” diselenggarakan di Tongchuan, Shaanxi. Vlogger asing Li Cheng dan pecinta budaya Tiongkok Karolina mengunjungi Museum Kiln Yaozhou, dengan tujuan menelusuri semangat porselen melalui nilai seninya dan menjelajahi warisan ribuan tahun porselen Yaozhou, sekaligus menyaksikan bagaimana warisan budaya takbenda Tiongkok terus berkembang melalui regenerasi pelestarian lintas generasi.

Porselen Yaozhou, yang diproduksi di Tongchuan, memiliki sejarah lebih dari seribu tahun. Dahulu diekspor ke luar negeri melalui Jalur Sutra kuno, porselen ini telah lama menjadi simbol pertukaran budaya Tiongkok dengan dunia. Teknik ukiran pahatnya sangat terkenal—sayatan vertikal pisau untuk garis dan pahatan pisau miring untuk memotong lempung, yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan luar biasa. Setelah hilang selama lebih dari 800 tahun, kerajinan ini dihidupkan kembali melalui upaya tiga tahun oleh Mr. Li Guozhen, seorang otoritas terkemuka dalam ilmu keramik Tiongkok, dan muridnya, Mr. Meng Shufeng, seorang master seni dan kerajinan Tiongkok serta pewaris representatif tingkat nasional untuk proyek warisan budaya takbenda teknik pembakaran keramik kiln Yaozhou. Pencapaian mereka adalah contoh penting kebangkitan porselen Tiongkok yang terkenal. Keindahan porselen Yaozhou terletak pada kejernihan resonansinya, warna yang hangat, dan glasir bernuansa zaitun. Dibuat dengan bahan baku khas, kiln, dan teknik pembakaran yang unik, porselen ini menyatukan keanggunan dinasti Tang dan Song, semangat Jalur Sutra, dan pengabdian para perajin ahli. Mewujudkan keanggunan istana dan kehangatan kehidupan sehari-hari, porselen Yaozhou meneruskan warisan kerajinan ribuan tahun serta estetika Timur.

Hari Museum Internasional tahun ini mengusung tema “Museum menyatukan dunia yang terpecah”. Selama kunjungan mereka ke Museum Kiln Yaozhou, Li Cheng dan Karolina mendengarkan dentingan jernih porselen dan belajar tentang tradisi kiln yang diwariskan selama berabad-abad. Sangat terharu oleh pengalaman tersebut, mereka mengomentari dengan kekaguman: Porselen Yaozhou adalah murni Tiongkok. Ia lebih dari sekadar potongan porselen; ia mencerminkan kedalaman dan kehalusan peradaban Tiongkok.

Setiap potongan porselen membawa warisan seribu tahun, menumbuhkan pemahaman bersama lintas peradaban. Dari istana kuno hingga tujuan jauh di Jalur Sutra, dari kehangatan kehidupan sehari-hari hingga pewarisan budaya kontemporer, porselen Yaozhou terus berperan, melalui keanggunannya yang bersahaja, sebagai jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini serta menghubungkan Tiongkok dengan dunia, dan ini menunjukkan vitalitas abadi dari warisan budaya takbenda Tiongkok.