- Pengusaha muda mendorong pertumbuhan usaha kecil di Malaysia
- Adopsi teknologi masih terkonsentrasi pada aktivitas front-end
- Akses pembiayaan yang lebih baik diperlukan untuk transformasi digital yang lebih mendalam
KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – Inovasi, teknologi, dan wirausahawan muda terus mendorong pertumbuhan usaha kecil di Malaysia, namun hal ini belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja bisnis yang berkelanjutan, menurut temuan Survei Usaha Kecil Asia-Pasifik oleh CPA Australia.
Meskipun setengah dari usaha kecil di Malaysia melaporkan peningkatan profitabilitas dari investasi teknologi mereka dalam dua tahun terakhir, proporsi bisnis yang menghasilkan lebih dari 10 persen pendapatan dari penjualan online justru menurun dari 74 persen pada 2024 menjadi 62 persen pada 2025.
Penggunaan pembayaran digital juga mengalami penurunan pada 2025, dengan 74 persen usaha kecil menerima lebih dari 10 persen penjualan mereka melalui platform pembayaran digital seperti GrabPay, Touch ‘n Go, dan Boost, dibandingkan dengan 78 persen pada 2024.
Priya Terumalay, Kepala Regional Asia Tenggara CPA Australia, mengatakan bahwa meskipun inisiatif pemerintah telah membantu mendorong adopsi teknologi, upaya tersebut belum mampu meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih mendalam untuk produktivitas, seperti kecerdasan buatan, otomatisasi proses, analitik data, dan integrasi sistem.
“Investasi teknologi masih terkonsentrasi pada perangkat keras komputer dan fungsi yang berhubungan langsung dengan pelanggan seperti aplikasi mobile dan pembayaran, sementara kendala struktural terus membatasi pendekatan yang lebih transformatif,” ujar Priya.
“Dengan tekanan biaya yang tetap menjadi tantangan berkelanjutan dan menekan margin, prioritas kebijakan seharusnya difokuskan pada penanganan kendala struktural, seperti mengarahkan ulang dukungan digital ke otomatisasi, integrasi sistem, dan pemanfaatan data, serta mendukung upaya peningkatan produktivitas daripada sekadar bantuan jangka pendek.”
Bisnis yang melakukan investasi teknologi juga harus menyertakan langkah perlindungan yang memadai untuk meminimalkan risiko siber, mengingat 35 persen usaha kecil mengalami kerugian waktu atau uang akibat serangan siber pada 2025.
Hanya 39 persen yang meninjau perlindungan keamanan siber mereka dalam periode enam bulan, yang merupakan hasil terendah kedua di antara 11 pasar yang disurvei.
Meski menghadapi berbagai tantangan, sentimen bisnis terhadap perekonomian Malaysia tetap positif, dengan 75 persen usaha kecil memperkirakan ekonomi akan tumbuh pada 2026.
Sebanyak 77 persen juga memperkirakan pertumbuhan bisnis tahun ini, meskipun peningkatan akses terhadap pembiayaan yang efektif—terutama untuk investasi—akan menjadi faktor penting untuk memungkinkan transformasi digital yang lebih dalam dan membangun ketahanan.
“Hal ini sangat penting terutama bagi usaha kecil yang berorientasi ekspor dan harus menghadapi tekanan rantai pasok global serta ketidakpastian kebijakan perdagangan yang dapat menghambat pertumbuhan, khususnya bagi perusahaan yang terintegrasi dalam rantai pasok regional,” tambah Priya.
Tentang Survei
Survei Usaha Kecil Asia-Pasifik tahunan ke-17 dari CPA Australia dilakukan terhadap pemilik usaha kecil dan manajer senior pada November dan Desember 2025 untuk mengidentifikasi karakteristik usaha kecil yang sukses di kawasan tersebut. Hasil survei ini berasal dari 4.166 usaha kecil di 11 pasar. Sejak dimulai pada 2009, survei ini telah melibatkan lebih dari 50.000 usaha kecil di kawasan, termasuk di Australia, China daratan, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.
https://www.cpaaustralia.com.au
https://www.linkedin.com/school/cpaaustralia
https://twitter.com/cpaaustralia
https://www.facebook.com/cpaaustralia
https://www.instagram.com/cpaaustralia

Tentang CPA Australia
CPA Australia adalah salah satu organisasi profesi akuntansi terbesar di dunia, dengan lebih dari 175.000 anggota di lebih dari 100 negara dan wilayah, termasuk lebih dari 21.000 anggota di Asia Tenggara. Seiring perayaan ulang tahun ke-140, organisasi ini juga merayakan 70 tahun kehadirannya di Malaysia. Dengan kantor di Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Vietnam, CPA Australia merupakan badan akuntansi Australia terbesar di kawasan ini yang menyediakan pendidikan, pelatihan, dukungan teknis, serta advokasi. CPA Australia juga memberikan kepemimpinan pemikiran (thought leadership) terhadap isu-isu yang memengaruhi profesi akuntansi dan kepentingan publik. Organisasi ini aktif berinteraksi dengan pemerintah, regulator, dan industri untuk mendorong kebijakan yang merangsang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta menghasilkan dampak positif bagi dunia usaha dan masyarakat. CPA adalah singkatan dari Certified Practising Accountant. Informasi lebih lanjut tersedia di cpaaustralia.com.au.
Recent Comments