\BEIJING, CHINA – Media OutReach Newswire – Ajang 2026 Beijing E-Town Half-Marathon dan Humanoid Robot Half-Marathon dijadwalkan dimulai pada 19 April. Untuk memastikan persiapan yang lebih matang, Beijing Economic-Technological Development Area (BDA), yang juga dikenal sebagai Beijing E-Town, menyelenggarakan uji coba penuh yang mencakup seluruh proses dan elemen untuk Humanoid Robot Half-Marathon 2026, yang berlangsung dari malam 11 April hingga dini hari 12 April. Simulasi ini mencakup berbagai skenario inti seperti lintasan lomba, penjadwalan proses, koordinasi peralatan, serta dukungan darurat, dan berfungsi sebagai latihan kesiapan penuh untuk menjamin kelancaran lomba resmi. Dari tim yang terdaftar, lebih dari 70 tim berpartisipasi dalam uji coba ini, termasuk empat tim internasional, dengan tim navigasi otonom dan tim kendali jarak jauh menjalankan uji coba malam secara bersamaan di lintasan.

Keterangan Foto: Dari malam 11 April hingga dini hari 12 April, uji coba penuh untuk seluruh proses dan elemen ajang 2026 Beijing E-Town Humanoid Robot Half-Marathon diselenggarakan di Beijing E-Town. Dalam gambar terlihat sebuah robot yang sedang berlari selama uji coba.

Sebagai merek ajang maraton robot humanoid pertama di dunia, kompetisi ini telah mencapai tingkat baru dalam hal skala, inovasi teknologi, dan kebutuhan organisasi. Oleh karena itu, uji coba ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas persiapan acara secara menyeluruh.

Dari segi skala, jumlah tim peserta tahun ini meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan tahun lalu, melampaui 100 tim. Kompetisi ini mencakup dua kategori utama—navigasi otonom dan kendali jarak jauh—dengan tim otonom mencapai hampir 40%. Jumlah peserta, jenis teknologi, dan cakupan pengujian semuanya mencapai rekor tertinggi. Oleh karena itu, uji coba penuh diperlukan untuk memperkuat alur operasional, meningkatkan koordinasi tim, serta memastikan jalannya acara secara efisien.

Dalam hal inovasi teknologi, penerapan skala besar pertama dari teknologi navigasi otonom menjadi sorotan sekaligus tantangan utama. Dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis, robot menghadapi kesulitan dalam persepsi dan pengambilan keputusan, yang memberikan tekanan besar pada kemampuan komputasi mereka. Selain itu, lomba jarak jauh menguji ketahanan robot, khususnya daya tahan jarak jauh dan kemampuan manajemen energi. Kemampuan keseimbangan dinamis dan kontrol gerak juga diuji; robot harus menjaga keseimbangan setiap saat. Terutama saat berlari dengan kecepatan tinggi atau berbelok tajam, diperlukan kemampuan adaptasi langkah serta koreksi posisi dalam hitungan milidetik untuk mencegah jatuh akibat perubahan pusat gravitasi.

Dari sisi regulasi, ajang tahun ini juga mengalami peningkatan sistematis dalam lima aspek: aturan yang lebih ketat terkait intervensi manusia, prosedur start dan pergerakan yang lebih ilmiah, kriteria penilaian dan penalti yang lebih jelas, manajemen logistik dan peralatan yang lebih terstandarisasi, serta prosedur keselamatan dan penanganan darurat yang lebih ketat.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, tujuan utama dari uji coba penuh ini adalah melakukan validasi teknis, penyempurnaan proses, pencegahan risiko, serta konsolidasi standar, guna memastikan lomba resmi berjalan dengan aman, lancar, efisien, dan teratur. Uji coba ini, yang mengikuti standar “seluruh proses, seluruh skenario, dan seluruh elemen,” untuk pertama kalinya menggunakan rute lengkap lomba resmi sepanjang 21,0975 kilometer. Uji coba ini mengikuti jadwal resmi, aturan lintasan, dan sistem pendukung, mencakup dua kategori tim (otonom dan kendali jarak jauh), dua jenis skenario (jalan utama kota dan taman ekologi), serta dua segmen utama (kompetisi teknis dan dukungan layanan). Melalui pengujian tekanan secara menyeluruh, penyelenggara melakukan verifikasi terarah untuk mengidentifikasi potensi masalah dan mengoptimalkan detail prosedur.

Seluruh acara melibatkan rantai operasi lengkap termasuk persiapan di garis start, pengendalian lintasan, penggantian baterai dan suplai, pengaturan di garis finis, penanganan darurat, pengiriman kendaraan, pencatatan waktu dan penilaian, serta layanan keamanan dan medis. Semua aspek ini harus diuji melalui simulasi nyata untuk mengidentifikasi risiko, mengoptimalkan jalur pergerakan, dan menyatukan standar. Uji coba ini secara menyeluruh mengevaluasi stabilitas dan keandalan teknologi robot humanoid, serta menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan penyelenggaraan acara resmi.

Selama uji coba ini, penempatan tim diverifikasi secara ketat dan diatur secara teratur berdasarkan data teknis yang diserahkan oleh masing-masing tim, sehingga memastikan proses berjalan terbuka, terstandarisasi, adil, dan tertib. Sebagai simulasi realistis sebelum lomba, uji coba ini berfokus pada penyempurnaan proses, identifikasi masalah, dan optimalisasi detail. Hasil uji coba hanya bersifat referensi dan tidak dihitung dalam peringkat atau hasil resmi. Selain itu, performa kecepatan dan data operasional tim selama uji coba berada dalam tahap verifikasi dan tidak mencerminkan kemampuan mereka dalam kompetisi resmi.

Saat ini, kecepatan robot dalam jarak pendek telah meningkat secara signifikan, dan beberapa tim memprediksi bahwa hasil half-marathon mereka dapat mendekati level atlet manusia elit. Sebagai kompetisi yang menjadi uji ekstrem terhadap performa keseluruhan dan kemampuan beradaptasi di medan kompleks, hasil akhirnya sangat dinantikan. Pada 19 April, ajang half-marathon yang mempertemukan manusia dan robot ini akan resmi dimulai, memberikan dorongan baru bagi perkembangan industri robotika serta mempercepat transisi robot humanoid dari laboratorium ke aplikasi dunia nyata.