SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Keberhasilan dan dampak dari program ASEAN–UK Advancing Creative Economy (Kemajuan Ekonomi Kreatif ASEAN-INGGRIS) dipamerkan pada Simposium Ekonomi Kreatif ASEAN-INGGRIS ke-2 tahun 2026 yang baru saja digelar di Manila. Simposium tersebut memamerkan bagaimana penelitian, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi regional membentuk masa depan ekonomi kreatif di seluruh Asia Tenggara, sekaligus memajukan lebih lanjut tujuan dari Kerangka Kerja Keberlanjutan Ekonomi Kreatif ASEAN (ASEAN Creative Economy Sustainability Framework) yang diadopsi pada KTT ASEAN ke-46. Simposium ini juga merayakan ulang tahun ke-5 Kemitraan Dialog ASEAN–INGGRIS, yang berfokus pada pendalaman kerja sama dan koneksi.
Departemen Perdagangan dan Industri Filipina, bersama dengan Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (Foreign, Commonwealth and Development Office/FCDO) Inggris, British Council, dan Sekretariat ASEAN, mengumpulkan lebih dari 270 pemimpin, pembuat kebijakan, pelaku kreatif, dan investor dari ASEAN dan Inggris di Manila untuk Simposium Ekonomi Kreatif ASEAN-INGGRIS 2026, memperkuat upaya kawasan dalam memanfaatkan ekonomi kreatif sebagai pendorong utama pertumbuhan, inovasi, dan identitas budaya.
Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC), Satvinder Singh, mengatakan:
“ASEAN berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi ekonomi kreatif. Enam dari sebelas Negara Anggota ASEAN kini masuk dalam 70 besar global dalam dimensi keluaran kreatif (creative outputs) Indeks Inovasi Global WIPO. ASEAN mengakui bahwa aset tidak berwujud, seperti kekayaan intelektual, merek, dan desain, sebagai mata uang ekonomi kreatif modern. Gagasan, ekspresi, dan inovasi yang dihasilkan oleh para kreator kita harus dilindungi, dinilai, dan dikomersialkan.”
Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, mengatakan:
“Inggris dan ASEAN maju bersama melalui kepercayaan, kerja sama, dan prioritas bersama. Kemitraan ini mencerminkan hubungan yang kuat dan terus berkembang yang dibangun atas dasar saling menghormati dan ambisi bersama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, inovasi, dan peluang di seluruh kawasan. Melalui inisiatif seperti program ASEAN–UK Advancing Creative Economy, kami memperdalam kolaborasi, memperkuat hubungan antarmasyarakat, dan mendukung pengembangan sektor kreatif yang dinamis dan tangguh.”
Penelitian yang berfokus pada ASEAN menyoroti jalur pertumbuhan ekonomi kreatif
Penelitian baru di bawah inisiatif ASEAN–UK Advancing Creative Economy memberikan wawasan penting mengenai evolusi dan potensi ekonomi industri budaya di seluruh kawasan.
Arts and Technologies in ASEAN: Interconnected Parts (Seni dan Teknologi di ASEAN: Bagian-Bagian yang Saling Terhubung), yang ditugaskan oleh British Council, mengkaji lanskap teknologi kreatif yang berkembang pesat di ASEAN. Berdasarkan lebih dari 60 wawancara dan studi kasus, laporan ini mengeksplorasi bagaimana para seniman menggunakan alat digital—dari AI hingga media imersif—sambil juga menganalisis lingkungan regulasi yang membentuk inovasi. Laporan ini menyoroti dinamika sektor tersebut dan perlunya sistem pendukung yang lebih kuat untuk mempertahankan pertumbuhan.
Melengkapi hal tersebut, Jajak Pendapat Persepsi Regional tentang Ekonomi Kreatif ASEAN (Regional Perception Poll on the ASEAN Creative Economy) menawarkan pandangan komprehensif tentang bagaimana sektor ini dipahami di seluruh kawasan. Berdasarkan wawasan dari lebih dari 4.000 responden, termasuk produsen dan audiens, studi ini menyoroti sifat saling terhubung dari ekosistem kreatif dan hubungan antara seniman, industri, pembuat kebijakan, dan masyarakat. Temuannya menggarisbawahi perlunya strategi yang disesuaikan dan spesifik konteks serta kolaborasi regional yang lebih kuat untuk membuka pertumbuhan lebih lanjut.
Secara bersama-sama, hasil penelitian ini memberikan bukti berharga untuk menginformasikan kebijakan, memandu investasi, dan memperkuat kemitraan Inggris–ASEAN. Berdasarkan pekerjaan ini, sebuah inisiatif penelitian dan pemetaan festival ASEAN yang baru sedang berlangsung, yang memperluas studi-studi sebelumnya untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang lanskap festival yang beragam di kawasan dan mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi di masa depan.
Direktur Negara Indonesia dan Direktur Asia Tenggara, Summer Xia, mengatakan:
“Melalui inisiatif ASEAN–UK Advancing Creative Economy, kami berinvestasi dalam penelitian, keterampilan, dan kemitraan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di sektor kreatif. Simposium di Manila adalah kesempatan penting untuk berbagi sumber daya ini dan memastikan bahwa sumber daya tersebut dibentuk oleh dan untuk kawasan. Dengan bekerja sama erat dengan Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) serta Sekretariat ASEAN, kami membantu membangun ekonomi kreatif yang lebih kuat dan lebih terhubung di seluruh negara ASEAN.”
Memperkuat visi yang lebih luas dari inisiatif ini, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC), San Lwin, telah menegaskan kembali, dalam berbagai pertemuan terpisah, bahwa program ASEAN-UK Advancing Creative Economy memaksimalkan potensi kreatif kawasan untuk mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi dan pertukaran budaya. Ia mengulangi komitmen bersama untuk memanfaatkan inovasi dan kreativitas sebagai penghubung utama untuk mendorong kemakmuran, memperdalam persatuan budaya, memajukan keadilan sosial, dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif guna membentuk “Komunitas ASEAN yang Penuh Peluang untuk Semua (ASEAN Community of Opportunities for All).”
Pelajari lebih lanjut di: Inisiatif Ekonomi Kreatif ASEAN (ASEAN Creative Economy Initiative)

Tentang British Council
British Council adalah organisasi budaya dan pendidikan internasional milik Inggris. Kami mendukung perdamaian dan kemakmuran dengan membangun koneksi, pemahaman, dan kepercayaan antara masyarakat di Inggris dan negara-negara di seluruh dunia. Kami melakukan hal ini melalui kerja kami di bidang seni dan budaya, pendidikan, serta bahasa Inggris.
Kami bekerja dengan masyarakat di lebih dari 200 negara dan wilayah. Pada tahun 2024–25, kami menjangkau 600 juta orang.
www.britishcouncil.org
Recent Comments