SINGAPURA – Media OutReach Newswire – EarBalance Pte. Ltd., sebuah klinik audiologi ternama di Singapura, mengumumkan serangkaian perkembangan penting yang menegaskan komitmennya untuk mendefinisikan ulang perawatan pendengaran dan keseimbangan. Sebelumnya dikenal sebagai Sound Balance, klinik ini secara resmi berganti nama menjadi EarBalance untuk mencerminkan lingkup layanan yang lebih luas serta pendekatan kolaboratifnya dengan spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (ENT). Bersamaan dengan transformasi ini, klinik juga bersiap meluncurkan solusi alat bantu dengar over-the-counter (OTC) pertama di Singapura yang telah disetujui FDA dan Health Sciences Authority (HSA), sekaligus memimpin inisiatif kesadaran pendengaran masyarakat besar yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Perkembangan ini menempatkan EarBalance di garis depan lanskap audiologi yang terus berubah, yang semakin menekankan aksesibilitas, edukasi, dan perawatan pasien secara holistik.
Rebranding Strategis untuk Kolaborasi Klinis Lebih Luas
Perubahan dari Sound Balance menjadi EarBalance Pte. Ltd. bukan sekadar pergantian nama. Ini menandai evolusi strategis dalam identitas klinik dan filosofi klinisnya. Sementara nama sebelumnya menekankan audiologi dan persepsi suara, merek baru ini mencakup pemahaman yang lebih komprehensif tentang kesehatan telinga, sehingga mengintegrasikan fungsi pendengaran dan keseimbangan.
“Telinga kita bukan hanya untuk mendengar. Seringkali, kita memikirkan lima indera kita, termasuk pendengaran. Indera keenam, yaitu keseimbangan kita, sering terlupakan,” kata Dr. Kenneth Chua, Senior Principal Audiologist di EarBalance Pte. Ltd. Dr. Chua juga menekankan bahwa rebranding ini mencerminkan komitmen klinik untuk menangani kedua aspek kesehatan telinga melalui model kolaboratif multidisiplin yang melibatkan kemitraan erat dengan spesialis ENT.
EarBalance telah menjalin kolaborasi strategis dengan beberapa kelompok ENT, termasuk ASCENT ENT Group, sehingga memberikan perjalanan pasien yang lebih mulus dari diagnosis hingga pengobatan. Model perawatan terpadu ini memastikan pasien yang mengalami gangguan pendengaran, pusing, atau vertigo menerima evaluasi dan manajemen komprehensif dalam satu kerangka koordinasi.
Memperkenalkan Alat Bantu Dengar OTC Pertama di Singapura yang Disetujui FDA dan HAS
Pada April 2026, EarBalance akan meluncurkan alat bantu dengar OTC CERETONE, yang dikembangkan oleh perusahaan Kanada bekerja sama dengan ENTRUST. Ini menandai tonggak penting dalam sektor perawatan pendengaran Singapura, karena menjadi alat bantu dengar OTC pertama yang disetujui oleh baik U.S. Food and Drug Administration (FDA) maupun Health Sciences Authority (HSA) Singapura.
Dirancang untuk individu dengan gangguan pendengaran ringan, CERETONE menawarkan alternatif yang terjangkau dan mudah diakses dibandingkan alat bantu dengar resep tradisional. Perangkat ini memungkinkan pengguna mengelola kebutuhan pendengarannya secara lebih mandiri, sehingga sangat cocok bagi mereka yang belum siap menggunakan solusi medis berstandar klinis.
“Alat bantu dengar ini ideal bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran ringan dan belum siap menggunakan alat bantu dengar resep medis. Kami berencana terus memperluas inventaris solusi teknologi inovatif untuk membantu orang ‘mendengar lebih baik dan hidup lebih baik,’” ujar Dr. Chua.
Perangkat CERETONE menggabungkan desain ramah pengguna dengan teknologi pemrosesan suara khusus, memungkinkan pemakai menyesuaikan pengaturan sesuai lingkungan mendengarnya. Inovasi ini sejalan dengan misi lebih luas EarBalance untuk “membantu orang mendengar lebih baik dan hidup lebih baik” dengan memperluas portofolio solusi teknologinya.
Menangani Kesalahpahaman Industri Melalui Edukasi
Inisiatif terbaru EarBalance Pte. Ltd. juga mencerminkan sikapnya terhadap tantangan yang terus ada dalam industri perawatan pendengaran: persepsi bahwa alat bantu dengar hanyalah barang konsumen, bukan intervensi medis.
“Industri pendengaran telah lama dibentuk oleh hubungan transaksional, di mana alat bantu dengar dipandang sebagai produk yang dijual,” tambah Dr. Chua. “Namun, sebagai profesional kesehatan, peran kami bukanlah menjual perangkat, melainkan membimbing pasien untuk membuat keputusan yang tepat mengenai kesehatan pendengaran mereka.”
Filosofi ini sangat penting mengingat bukti yang semakin banyak menunjukkan hubungan antara gangguan pendengaran yang tidak ditangani dengan risiko kesehatan yang lebih luas. Studi menunjukkan bahwa hingga 8 persen faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk demensia dapat dikaitkan dengan gangguan pendengaran. Deteksi dan intervensi dini, oleh karena itu, sangat krusial tidak hanya untuk komunikasi tetapi juga untuk kesehatan kognitif jangka panjang.
EarBalance menekankan edukasi pasien, memastikan individu memahami konsekuensi gangguan pendengaran dan berbagai pilihan intervensi yang tersedia. Dengan mengalihkan fokus dari penjualan ke perawatan yang informatif, klinik bertujuan membangun kepercayaan dan memberdayakan pasien untuk mengelola kesehatan pendengaran mereka secara mandiri.
Inisiatif Kesadaran Pendengaran Masyarakat Akan Diluncurkan pada Juni 2026
Sejalan dengan komitmennya terhadap kesehatan publik, EarBalance akan menjadi penyelenggara bersama acara edukasi dan kesadaran pendengaran skala besar untuk masyarakat pada Juni 2026. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara ASCENT ENT Group, EarBalance Audiology Clinic, dan Thomson Medical Centre, dengan dukungan dari WS Audiology di bawah yayasan WSA (Wonderful Sound for All).
Acara ini bertujuan menutup kesenjangan kritis dalam kesadaran publik mengenai kesehatan pendengaran, khususnya pentingnya intervensi dini. Programnya akan mencakup skrining pendengaran, sesi edukasi, dan konsultasi profesional.
“Gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat menyebabkan isolasi sosial, berkurangnya kemampuan komunikasi, dan bahkan penurunan kognitif,” jelas Dr. Chua. “Melalui inisiatif ini, kami berharap mendorong individu untuk mengambil langkah proaktif dalam mengelola kesehatan pendengaran mereka.”
Program ini diperkirakan akan menyeleksi sekitar 100 peserta, dengan 40 hingga 50 orang diprediksi membutuhkan dukungan amplifikasi pendengaran. Bagi mereka yang menghadapi kendala finansial, alat bantu dengar yang telah diperbarui akan disediakan melalui kontribusi CSR, memastikan perawatan dapat diakses oleh segmen masyarakat yang kurang terlayani.
Pendekatan Holistik untuk Rehabilitasi Pendengaran
Selain skrining dan edukasi, inisiatif Juni ini akan menyediakan jalur rujukan untuk perawatan lanjutan, menghubungkan peserta dengan spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (ENT) serta audiolog untuk evaluasi dan pengobatan lebih lanjut. Pendekatan terpadu ini memastikan bahwa individu yang teridentifikasi mengalami gangguan pendengaran tidak hanya menerima diagnosis, tetapi juga solusi yang dapat diterapkan.
Program ini juga akan menampilkan sesi edukasi kesehatan pendengaran, yang dirancang untuk menghilangkan kesalahpahaman umum dan membekali peserta dengan pengetahuan praktis tentang perawatan telinga. Topik yang dibahas mencakup dampak gangguan pendengaran terhadap kesejahteraan secara keseluruhan, manfaat intervensi dini, dan berbagai opsi pengobatan yang tersedia.
Liputan media dan keterlibatan komunitas akan memainkan peran penting dalam memperluas dampak inisiatif ini. WS Audiology, sebagai mitra CSR, akan diakui melalui branding pada materi program, tampilan acara, dan kampanye media.
Keberlanjutan Melalui Pemanfaatan Kembali Alat Bantu Dengar
EarBalance juga mengeksplorasi praktik berkelanjutan dalam perawatan pendengaran, khususnya melalui pemanfaatan kembali (upcycling) alat bantu dengar. Menyadari bahwa beberapa pasien mungkin berhenti menggunakan perangkat mereka, klinik ini mempertimbangkan program untuk memperbarui dan mendistribusikan kembali alat-alat tersebut kepada individu yang membutuhkan.
“Inisiatif ini menangani dua isu penting, yaitu mengurangi limbah elektronik dan meningkatkan akses ke perawatan pendengaran,” kata Dr. Chua. “Banyak individu yang bisa mendapatkan manfaat dari alat bantu dengar tetapi tidak mampu membelinya. Pada saat yang sama, ada perangkat yang tidak digunakan. Menjembatani kesenjangan ini merupakan tanggung jawab sosial sekaligus lingkungan.”
Program upcycling yang diusulkan sejalan dengan visi lebih luas EarBalance tentang perawatan kesehatan yang bertanggung jawab, di mana inovasi diimbangi dengan keberlanjutan dan dampak komunitas.
Memperluas Lingkup Kesehatan Telinga: Pendengaran dan Keseimbangan
Ciri khas pendekatan klinis EarBalance adalah fokus pada pendengaran sekaligus keseimbangan, aspek kesehatan telinga yang sering diabaikan. Sementara gangguan pendengaran banyak dikenal, gangguan keseimbangan seperti pusing dan vertigo sering disalahpahami atau kurang terdiagnosis.
“Telinga kita tidak hanya untuk mendengar,” tegas Dr. Chua. “Sistem vestibular, yang terletak di telinga bagian dalam, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan. Ketika sistem ini terganggu, pasien dapat mengalami pusing, vertigo, atau ketidakstabilan, yang dapat secara signifikan memengaruhi kualitas hidup mereka.”
EarBalance menyediakan penilaian dan rehabilitasi khusus untuk gangguan keseimbangan, menawarkan solusi komprehensif yang mencakup kesehatan auditori dan vestibular. Fokus ganda ini membedakan klinik tersebut dalam lanskap audiologi Singapura, di mana perawatan keseimbangan sering diperlakukan sebagai disiplin terpisah.
Melangkah ke Depan: Membangun Masa Depan Perawatan Terpadu
Seiring dengan ekspansi EarBalance, klinik ini terus mengeksplorasi peluang untuk lebih mengintegrasikan layanan pendengaran dan keseimbangan di lingkungan klinis, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan Thomson Medical Centre. Upaya ini bertujuan menciptakan kontinuitas perawatan yang mulus bagi populasi dewasa maupun anak-anak.
Visi jangka panjang klinik ini mencakup pengembangan program berbasis komunitas yang melampaui inisiatif sekali jalan, mendorong keterlibatan dan kesadaran berkelanjutan tentang kesehatan pendengaran.
“Tujuan kami adalah membangun ekosistem kesehatan di mana perawatan pendengaran dan keseimbangan dapat diakses, terintegrasi, dan berpusat pada pasien,” kata Dr. Chua. “Dengan menggabungkan keahlian klinis, inovasi teknologi, dan pendekatan komunitas, kami berharap dapat memberikan perubahan yang berarti dalam kehidupan orang-orang.”

Tentang EarBalance Pte. Ltd.
EarBalance Pte. Ltd. adalah klinik audiologi yang berbasis di Singapura yang berkomitmen menyediakan perawatan pendengaran dan keseimbangan secara komprehensif. Melalui pendekatan kolaboratif dengan spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (ENT) serta fokus pada edukasi pasien, klinik ini menawarkan berbagai layanan, termasuk penilaian pendengaran, solusi alat bantu dengar, dan rehabilitasi keseimbangan. EarBalance bertekad membantu individu mendengar lebih baik dan menjalani hidup lebih baik melalui perawatan yang dapat diakses, inovatif, dan holistik.
Recent Comments